body-image-vob

VOICE OF BACEPROT // RILIS SINGLE “GOD, ALLOW ME (PLEASE) TO PLAY MUSIC”

Kebanyakan orang umumnya mengasosiasikan band rock sebagai grup musik yang terdiri atas sekelompok pria berpakaian sangar dan serba hitam. Oleh sebab itu, melihat band rock yang seluruh personelnya wanita–apalagi mengenakan hijab– kerap jadi hal yang tak biasa di pandangan masyarakat. Hal ini juga rupanya dialami oleh Voice Of Baceprotband rock asal Jawa Barat, yang diprakarsai oleh Marsya (gitaris dan vokalis), Widi (bassist), serta Sitti (drummer).

Ketiganya mengalami cukup banyak intoleransi, bahkan dari komunitas di daerah mereka sendiri. Mengutip siaran resmi yang dikirimkan pihak band kepada Mave Magazine, sejumlah serangan dan stigmatisasi tak jarang menghampiri ketiga musisi berbakat ini dari segala arah. Mereka bahkan sempat kelelahan dan nyaris memutuskan hengkang dari dunia musik pada 2016.

“Makin kami mencoba untuk menghindari kritik, menjauhkan diri kami dari padanya, semua itu (malah) jadi makin keji. Hal tersebut memprovokasi kami untuk memberikan perlawanan secara blak-blakan. (Namun), kritik demi kritik terus terjadi hingga titik di mana kami lelah,” ujar Marsya seperti dilansir dari siaran pers resmi Voice Of Baceprot.

Meski jemu menghadapi pandangan negatif dari sekelompok orang, Marsya dan kawan-kawan tak langsung memutuskan untuk pamit dari belantika musik Tanah Air. Mereka berupaya mencari dukungan dari berbagai pihak yang mereka pikir bakal mampu memahami situasi ketiganya. Sayangnya, masih saja ada sikap yang mengharuskan band ini untuk menyelaraskan diri dengan pandangan pihak-pihak tersebut.

Beruntung, sikap berbeda ditunjukkan oleh mantan guru personel Voice Of Baceprot, Abah Erza Satia. Ketika membahas soal dilema yang dialami murid-muridnya, Abah Erza justru menyarankan ketiganya untuk membuat lagu berisi curhatan kepada Yang Maha Kuasa. Bersama Abah Erza, Voice Of Baceprot mulai merangkai lirik lagu yang mendasari terciptanya  “God, Allow Me (Please) to Play Music

“Menurut Abah (sang guru), jika kita masih percaya pada Tuhan sambil merasa bahwa orang-orang tertentu tidak mengizinkan kita bermain musik, sementara yang lain memberi dukungan palsu dengan memaksa kita untuk memihak mereka, mengapa tidak menulis lagu yang menceritakan langsung kepada Tuhan? Kita bisa memutuskan kesetiaan apa pun dengan sesama manusia,”

Lagu “God, Allow Me (Please) to Play Music” tak hanya dibuat dengan sekali sentuhan. Strukturnya diciptakan secara bertahap, dimulai dari jamming session dalam studio Abah Erza di kampung halaman mereka. Penyempurnaan lanjutan dibuat melalui serangkaian worlkshop di Jakarta usai tiap-tiap personel mendapat pembekalan musika dari sejumlah musisi senior lokal sekaligus mentor mereka, yakni Stevi Item (Andra & The Backbone, Deadsquad), Alan Musyfia, Andyan Gorust (Hellcrust), serta Gusti Hendy (GIGI). Voice Of Baceprot juga menerima banyak masukan seputar aransemen lagu dari Produser Stephan Santoso, yang juga memimpi produksi single debut VOB, “School Revolution” pada 2018.

Hasilnya, tercipta sebuah single utuh dengan melodi catchy yang mampu merepresentasikan perkembangan musik dan kerja keras tiap anggota. “God, Allow Me (Please) to Play Music” juga merupakan manifestasi eksplorasi yang dilakukan Marsya, Widi, dan Sitti di wilayah musik yang belum terpetakan.

“Kami ingin orang-orang yang mendengar lagu ini bisa menjadi lebih bertoleransi kepada sesamanya. Tuhan bukan hanya milik satu orang atau satu kelompok tertentu. Tuhan adalah milik semua orang yang percaya pada-Nya. Oleh karena itu, semua orang punya hak untuk menjadi kreatif, menciptakan karya, dan bertanggung jawab atas ciptaan mereka yang diberikan oleh Tuhan,” tutur Marsya menyimpulkan.

====================================================================================

For more info:

Instagram:@voiceofbaceprot

Facebook: Voice of Baceprot

Youtube: Voice of Baceprot

Website: voiceofbaceprot.com

Related Blogs

    Share