Tuhkastura - Square

Belum lama terbentuk, Tuhkastura langsung mengawali kiprahnya dengan merilis single dalam format video musik bertitel “Exist In Harmony At The Center Of The Universe”. Digawangi oleh dua orang yang masing-masing mempunyai latar belakang jenis musik yang syarat akan distorsi dan tempo kencang, Amir yang tergabung di unit garage-rock, Howlerness dan Fajar yang masih aktif bersama band death metal, Imperforata, mencoba mengeksplorasi sisi lain dari sudut-sudut kreatifitas mereka. Ini merupakan satu karya sebagai permulaan mereka berdua untuk mengawali perjalanan, dan sedikit menggambarkan seperti apa warna musik Tuhkastura.

Bukan bermaksud menggeneralisasi entah ‘se-psychedelic’ apa karya kami, itu hanya sekedar sebutan bagi kami dan tentunya tidak begitu kami pedulikan. Di sini kami hanya ingin memasukkan beragam instrumen, unsur noise, dan suara-suara apapun itu yang menurut kami relevan, walaupun bagi sebagian orang terdengar aneh papar Amir.

Jika ditanya ihwal korelasi antara judul lagu, konsep video musik, maksud, dan suasana dalam lagu hingga tanggal perilisan, menurut mereka saling ada keterkaitan. “Kalau untuk hubungan antara itu semua, monggo-lah teman-teman simak dan coba tebak sendiri. Sudah kami rilis via YouTube, intinya kami memilih tanggal 28 November karena bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia, selain itu lima spot di lima lokasi berbeda selama proses pengambilan gambar, ada satu kesamaan antara kelimanya yaitu kami memilih ketinggian dengan suasana alam yang masih bagus dan asri yang semuanya masih terletak di satu kota, Ponorogo. Satu hal lagi, intinya jangan sampai lupa, marilah kita jaga selalu keseimbangan, termasuk keseimbangan alam tentunya” sahut Fajar.

Tuhkastura - Landscape

Video berdurasi lima menit 17 detik tersebut secara konsep ditentukan oleh Amir, sedangkan pemilihan latar tempat dipilih oleh Fajar, kelima lokasi itu antara lain: Wisata Tanah Goyang (Pudak), Hutan Kayu Putih (Sukun), Telaga Ngebel, Bukit Paralayang Tatung (Balong), dan Gunung Gajah (Sambit). Dalam hal proses syuting dan penyuntingan, mereka bekerjasama dengan tim Distorsi Visual yang notabene merupakan sekumpulan pengarsip visual pergerakan skena musik di Ponorogo. Selain itu mereka juga dibantu oleh beberapa sejawat yaitu: Galih Atmo, Egit Yuliyanto, Lukman A, Anggient Y, Arga Kurnia, M. Zaniqi, Buggi, Tama Nursyamsi, serta Gigih Kurnia.

Single yang direkam di Pro Studio Ponorogo ini merupakan awal dari rencana mereka untuk segera menyelesaikan semua materi demi melengkapi debut album studio mereka yang apabila tidak ada halangan, akan rampung di pertengahan tahun 2019.

==============================================================================================

For more information:

Instagram: @tuhkastura

Youtube: TUHKASTURA Official

Related Blogs

    Share