Troü Band
TROÜ, begitulah mereka menamai diri, mungkin terdengar asing namun orang-orang didalamnya bukanlah baru bagi pentas musik di Bandung. Mereka adalah kumpulan mantan personel A.F.F.E.N, yang muncul di tahun 2012, yaitu; Hariz Lasa (vocal/guitar), Elmo Rinaldy (guitar), M. Ifsan (bass), dan Hari Prakoso (drum).
Single “Berhenti” adalah penanda hadirnya kembali empat sekawan ini di bawah bendera baru bernama TROÜ. Selepas sama-sama keluar dari A.F.F.E.N, yang sempat merilis EP Sun of Pandora (2012), keempat orang ini terus bergerak mengisi panggung-panggung musik menggunakan TROÜ sebagai nama baru mereka. Kurang lebih satu tahun berselang, kini mereka memperdengarkan formula baru mereka lewat “Berhenti”.
Lain lubuk lain ilalang tentu A.F.F.E.N yang dulu bukan TROÜ sekarang. Mungkin di beberapa bagian lagu “Berhenti” terdengar liuk khas A.F.F.E.N namun TROÜ bagi mereka adalah kreativitas dan ekspresi mereka dalam bentuk yang lebih lepas. Terdengar lebih sederhana dengan empat personil, TROÜ berharap musiknya menjadi lebih universal, dibanding musik mereka yang dulu, dengan melebur berbagai gaya bermusik untuk mewakili perasaan dan pikiran mereka.
BERHENTI
2:34, Self release, Single, April 2015
Lyric:
Tertera, di balik sinar matanya
Perihnya masih menyisakan duka
Lalu dia mulai menepi, menari menyapa sunyi
Di gerak tak kunjung pasti, di tawa yang tak berseri

Berserah dia, di nafasnya yang terengah
Menanti, harapnya perlahan pergi
Lalu dia mulai menepi, bernyanyi menyapa sunyi
Di gerak tak kunjung pasti, di tawa yang tak berseri

Maka berhenti, tapi jangan kau sembunyi
Ingin kulihat lagi, api yang dulu menari

Berserah dia, di nafasnya yang terengah
Menanti, harapnya perlahan pergi
Lalu dia mulai menepi, bernyanyi menyapa sunyi
Di gerak tak kunjung pasti, di tawa yang tak berseri

Tertera, di balik sinar matanya
Perihnya, masih menyisakan duka
Maka berhenti
Sering terdengar orang berkata bahwa masalah adalah bagian dari kehidupan manusia. Sepanjang hidup manusia menemukan dan mengalami berbagai hal, tentu saja menghadapi hal-hal tersebut tidak selalu mudah. Masalah datang silih berganti bahkan ketika perih masih menyisakan duka. Masalah senantiasa menuntut usaha manusia untuk memecahkannya agar terus belajar dan berkembang hingga ada kalanya manusia merasa lelah. Berangkat dari hal itu TROÜ menulis lagu “Berhenti” sebagai gambaran keadaan lelah menghadapi masalah.
Entah “Berhenti” adalah curahan hati empat sekawan ini atas apa yang mereka alami atau sekedar imajinasi. Ketika kesulitan dirasa berat, TROÜ mengajak kita untuk sejenak menepi untuk menghibur diri atau merenung.
“Berhenti” bagi TROÜ bukan berarti menyerah kemudian lari sembunyi dari apa yang dihadapi. Nada sendu dan semangat berganti dibalut hentakan bertalu-talu seolah mengajak siapapun yang tengah “Berhenti” untuk bangkit menyalakan api semangatnya dan kembali menari.
Dikawal Adhit Android, TROÜ menyelesaikan recording, mixing, dan mastering “Berhenti” dalam waktu dua bulan. Melalui sajian pola suara yang lebih sederhana, dibanding musik mereka sebelumnya, TROÜ berharap lebih mudah dimengerti pendengarnya. Kejutan apa yang akan mereka buat setelah “Berhenti”? Kita tunggu saja. Selamat menikmati.
(for TROÜ single release “Berhenti”, April 2015)