inside

Unit Electronic Shoegaze Asal Bandung, Tre Luncurkan Single Terbaru “Hold” Secara Cuma-Cuma

Sebagai wujud nyata perubahan identitas ke arah yang semakin resistan dengan konsep lirik, aransemen dan visual yang kukuh, yang kemudian kini mereka definisikan sebagai electronic shoegaze. Tre, asal Bandung, memperkenalkan single teranyarnya secara cuma-cuma. Single ini bisa diunduh secara gratis via rollingstone.co.id terhitung 14 November 2016.

Berjudul “Hold”, komposisi milik Hasbi Rasyidi (vokal, gitar), Kevin Ismiadhi (gitar), Panji Lifianto (bass), Syamsa Pratama (synth) dan Firdhan Mubaroqah (drum) tersebut merupakan lagu kedua pasca “Skeptical” yang dilepas 2015 silam. “Hold” juga sekaligus menjadi lagu perkenalan terakhir menyoal identitas baru Tre untuk album perdana yang menurut rencana akan dilepas pada pertengahan 2017.

Menurut Hasbi Rasyidi, otak dibalik penulisan lagu, “Hold” bercerita tentang seseorang yang over-thinking mengenai krisis-krisis yang terjadi di dunia ini, namun dia sadar bahwa semua itu tidak akan bisa teratasi apabila masyarakat menindaknya dengan over-acting. Dengan kata lain, “Hold” adalah upaya representatif bagi—untuk—masyarakat agar tetap tenang dalam menindak lanjuti suatu permasalahan.

Sementara secara musikal, lewat “Hold”, Tre coba mengemas bebunyian irama musik yang kental dipengaruhi oleh shoegaze dan ambient, dan juga memiliki elemen eksperimental, art rock, dan lain-lain. Porsi keegoisan yang sejatinya Tre lakukan dalam karya-karya sebelumnya, pun mulai terasa memudar oleh kekuatan musik rock yang mengedepankan power yang prima, kecepatan dan tekanan musik yang tinggi, gagah, dan indah serta penuh eksperimen.

Kalau pada karya-karya sebelumnya para pendengar dimanjakan oleh alunan-alunan penuh repetisi dan ambient yang seragam sepanjang lagu, pada “Hold” pendengar akan dimanjakan dengan bonus berupa letupan-letupan pada alur yang tidak biasa, perubahan pola yang drastis, fill-in yang tidak terduga serta ketukan-ketukan super eksentrik ala musisi eksperimental, terdengar ganjil namun tetap dikadar yang tamam.

Tidak berhenti disitu, dalam “Hold”, Tre juga ikut melibatkan bunyi yang belum pernah mereka selaraskan selama ini ke dalam sebuah komposisi, yang mana dalam hal ini—dengan berani—Tre mamadukan alat musik tiup saxophone, melibatkan seorang saxophonist, Hendike Adicandra Muzaki.

Alhasil, kolaborasi ini melintasi kubahan katup-katup sax, sebagai sebuah alat musik bertonalitas presisi, dan anatomi, yang lantas kemudian menghasilkan nada rendah yang dihasilkan, memiliki warna bunyi yang khas, bersifat eksotik dan erotic dan tentu saja masih satu nafas dengan “Hold”.

Untuk mempercatik kemasan lagu, Tre turut melibatkan illustrator muda, bernama Mutha untuk merealisasikan apa yang dirasa dan dipahami akan lagu berdurasi hampir 5 menit ini. “Hold” sendiri dikerjakan oleh Hadiyan Fazari di Red Studio dengan polesan akhir engineer, Puraga Baskara pada mixing dan mastering.

***

Tre merupakan band yang berdiri di Bandung pada awal 2011. Tre berasal dari Bahasa Icelandic yang berarti pohon. Selayaknya pohon, Tre memiliki banyak cabang yang berartikan: Tre memiliki banyakinfluence dan basic referensi musik, karena para personelnya sendiri memiliki latar musik yang berbeda-beda namun terus tumbuh ke arah dan akar yang sama dan maju.

Sejak berdiri, Tre memang memiliki ketertarikan kepada gaya musik yang mengawang, seiring waktu, Tre menambahkan sentuhan electronic music. Band yang telah mengantongi album mini Tre (2012) itu pun akhirnya mengkultuskan diri sebagai band bergenre Electronic Shoegaze dengan resapan band macam M83, Nine Inch Nails, Blur, Polica, Caspian, Sigur Ros, Depreciaction Guild, hingga Royksopp.

Link unduh “Hold” : http://bit.ly/tre-hold

 

Related Blogs

    Share