TR

TrashStock Festival merupakan suatu festival bertema “musik, artistik, plastik” yang mempertemukan dan memadukan komponen yang menyuarakan kecintaan mereka terhadap lingkungan Bali dalam bentuk kesenian dan pergelaran musik, dipadukan dengan berbagai bentuk kreativitas menarik melalui media lukisan, instalasi, fotografi, musik dan lain sebagainya, yang semuanya dibalut tema lingkungan.

Setelah sukses dalam mempersembahkan debut dari festival ini pada tahun lalu, TrashStock Festival memutuskan untuk menghadirkan edisi kedua dari acara edukatif dan ramah lingkungan ini, dengan rangkaian acara yang akan diselenggarakan pada tanggal 16-17 Juli 2016 di Taman Baca Kesiman di Denpasar.
Tahun ini, TrashStock akan kembali menampilkan dan melibatkan sederet seniman, musisi, band serta komunitas, baik yang telah hadir di tahun sebelumnya maupun nama-nama yang baru bergabung untuk turut mengambil bagian dalam TrashStock tahun ini.

Hari pertama dari festival ini akan menampilkan line-up yang terdiri dari sejumlah band dan musisi dengan genre yang bervariasi, yang sudah memiliki tempat tersendiri dalam music scene di Bali. Rangkaian ini disusun dengan pendekatan khusus untuk memastikan bahwa pertunjukan musik yang ditampilkan hingga larut malam ini akan berjalan dengan dinamis dan menciptakan suasana dan energi yang maksimal menyenangkannya!
Setelah sukses menampilkan sederet musisi dan band yang dikenal dengan aktivisme dalam menyuarakan masalah lingkungan tahun lalu, TrashStock Festival 2016 akan kembali menampilkan sejumlah band dan musisi Bali yang tidak kalah menginspirasi!

Beberapa band dan musisi yang akan meramaikan panggung TrashStock tahun ini antara lain, Robi ‘Navicula’ yang sudah lama dikenal dengan sangat luas untuk kepiawaiannya dalam memadukan musik rock dengan aktivisme, The Mangrooves dengan musik eclectic khas mereka yang selalu berhasil menggelitik kaki penonton untuk menari, Rizal & Rasendriya yang semakin terkenal dengan alat musik bernuansa bambu yang diciptakan sendiri itu, Zat Kimia yang merupakan kumpulan dari musisi indie Bali yang wajahnya sudah tidak asing lagi, Young Guns yang juga telah menciptakan lagu khusus untuk tema festival ini, dan Sanggar Anak Tangguh yang tidak pernah gagal menghangatkan hati penonton dimana saja! Selain itu, kami masih menyimpan beberapa nama band dan musisi lainnya yang sudah pasti akan menambah seru dan semarak panggung musik pada festival ini!

Hari kedua TrashStock akan menyajikan suasana hari Minggu yang lebih tenang dibandingkan dengan malam sebelumnya, dimana pengunjung diajak untuk menikmati pameran seni yang telah digelar dari hari pertama, workshops, kegiatan anak-anak, live caricature, serta fashion show unik yang akan memperagakan koleksi gaun berbahan plastik daur ulang yang dipersembahkan oleh suatu kolaborasi dari Lanang Mantra, Alexa Bauer dan Adi Siput. Fashion show ini merupakan kesempatan yang sangat menarik untuk para fotografer melakukan photo hunt!
Rangkaian acara pada hari kedua ini juga akan diiringi dengan penampilan band di sore hari, dan ditutup dengan sunset DJ session dengan DJ Ronald Microbot. Seluruh aktivitas pada hari Minggu ini juga sepenuhnya bersifat edukatif sesuai dengan tema acara.
Dalam kategori seni rupa, beberapa seniman yang akan membuat TrashStock tahun ini kembali penuh dengan warna antara lain; Made Bayak dengan pameran karya serta workshop Plasticology, Gus Dark dengan karya karikaturnya yang menghibur dan kritis, Rahmat Jabaril yang terkenal dengan pencapaian Kampung Kreatif Dago Pojok di Bandung, mural oleh Rharharha, Sautel Cago, Komunitas Tukad Abu dan Komunitas Pojok, pameran Recycled Dresses kreasi Lanang Mantra, pameran fotografi bertajuk Trash_Artifacts karya Vifick Bolang, dan pertunjukan tari dan seni kolaborasi lainnya!
Sama halnya dengan tahun sebelumnya, TrashStock Festival masih tetap mengusung konsep Not-For-Profit, dimana seluruh keuntungan yang dihasilkan akan didonasikan kepada program peduli lingkungan yang berkegiatan di Bali. Begitu pula, tidak berbeda dengan tahun lalu, para penggerak, panitia, serta musisi dan seniman yang terlibat

dalam festival ini merupakan sukarelawan yang menyumbangkan waktu, tenaga, keahlian dan bakatnya untuk terlaksananya festival ini.
Tahun ini seluruh keuntungan yang dihasilkan oleh TrashStock akan didonasikan kepada IDEP Foundation untuk mendukung program pembuatan buku komik mengenai masalah pencemaran sungai di pulau ini, yang akan didistribusikan ke sekolah-sekolah yang tersebar di seluruh pelosok Bali.
Selebihnya, donasi juga akan dialokasikan untuk mendukung program Bapak Budi Susila yang merupakan seorang guru dan seniman independen, yang mendidik dan mengajar anak-anak untuk berkreasi dengan membuat benda-benda yang sangat menarik dengan menggunakan plastik daur ulang.

Informasi lebih lanjut:
Website : www.trashstockfestival.com
Facebook : TrashStock “Musik, Artistik, Plastik”
Email : trashstockbali@gmail.com
Twitter : @trashstockbali
Instagram : @trashstockbali

Related Blogs

    Share