Trashstozck(1)

Plastikologi merupakan suatu project gagasan Made Bayak, seniman asal desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Bali. Plastikologi merupakan gabungan dari dua kata, yaitu plastik dan ekologi. Plastikologi lebih mengarah kepada proyek seni karena dalam plastikologi kita tidak hanya sekedar membuat karya seni, tetap juga melakukan edukasi berupa workshop dan presentasi ke sekolah-sekolah ataupun ke komunitas tertentu. Maka dari itu, Made Bayak lebih suka menyebutnya dengan project seni. Alasan membentuk kegiatan plastikologi ini karena melihat dari background Made Bayak yang merupakan lulusan seni rupa, lalu ia berfikir apa yang bisa dilakukan dengan seni rupa untuk menjawab berbagai persoalan saat ini yaitu terutama mengenai permasalahan lingkungan. Walau project ini terkesan simple hanya dengan memanfaatkan media sampah sebagai karya seni, tetapi dalam plastikologi ini diharapkan dapat turut membantu menyelesaikan permasalahan lingkungan yang sedang banyak terjadi saat ini.

Capture 2

Plstikologi ini sendiri mulai digagas pada tahun 2010 dan masih berjalan hingga saat ini. Akan tetapi jauh sebelum adanya plastikologi, tepatnya sekitar tahun 2003 saat Made Bayak menempuh jenjang perguruan tinggi, ia sudah mulai membuat karya seni yang menggunakan media barang bekas. Namun, Made Bayak mulai serius menjadikan plastikologi ini sebagai proyek seni sekitar tahun 2010. Karya-karya yang dibuat Made Bayak beragam, mulai dari lukisan, patung dan sebagainya. Semua karyanya terbuat dari segala jenis plastik. Akan tetapi ada yang perlu ditekankan disini, ia tidak menggunakan media barang bekas seperti botol, besi, dan sebagainya, karena ia memiliki anggapan bahwa project plastikologi ini harus memanfaatkan barang bekas yang tidak memiliki nilai secara ekonomi, sedangkan apabila menggunakan botol ataupun besi bekas, barang-barang tersebut dirasa sudah memiliki nilai ekonomi apabila dijual langsung tanpa dikelola terlebih dahulu. Pada project plastikologi ini, Made Bayak lebih berfokus menggunakan bahan-bahan yang kurang memiliki nilai ekonomi, misalnya plastik permen, bungkus makanan ringan ataupun plastik silver yang terdapat pada kotak-kotak rokok yang dirasa tidak berharga tetapi dapat dikelola dan dikembangkan olehnya.

Setiap kegiatan memiliki tantangannya sendiri, begitu pula project plastikologi. Made Bayak memandang berbagai tantangan yang ia hadapi hanya sebagai pemicu untuk menjadi lebih baik. Ia menjelaskan bahwa tantangan utama yang ia hadapi saat ini yaitu lebih kepada dirinya sendiri. Seberapa lama ia mampu mempromosikan dan mejalankan project plastikologi ini agar dapat berkembang lebih luas, terutama untuk program workshop dan presentasinya dengan sasaran anak muda dan komunitas-komunitas yang terdapat pada masyarakat. Hingga saat ini kegiatan yang pernah dilaksanakan Plastikologi ini yaitu masih berupa workshop, presentasi dan pameran, namun semua kegiatan tersebut masih belum terjadwal secara rutin.

Capture 4

Made Bayak sendiri memiliki ketertarikan kepada event Trashstock. Dari awal pembuatan ia sudah dikontak untuk dapat terlibat pada event Trashstock ini karena dianggap Made Bayak juga mempunyai project yang berhubungan dengan mengatasi permasalahan sampah. Di saat awal pembuatan proposalnya, Made Bayak mengaku sudah berkomitmen untuk mengikuti acara ini, karena ia berfikir bahwa nantinya pasti akan bertemu banyak orang dan teman-teman yang memiliki satu visi dengannya, yaitu menanggulangi permasalahan sampah plastik. Made Bayak memiliki harapan kepada masyarakat Bali melalui kegiatan Trashstock, meskipun dirasa tidak bisa cepat dan instan, namun dengan diadakannya Trashstock ini diharapkan munculnya rasa kesadaran bersama bahwa sampah itu bermasalah dan dapat menjadi permasalahan yang berdampak besar pada lingkungan. Diharapkan paling tidak masyarakat itu sendiri harus berfikir bagaimana solusi untuk dapat mengurangi sampah plastik ataupun mengelolanya. Untuk kedepannya, Made Bayak berharap event  seperti Trashstock ini dapat berlanjut dan esensi ide besar event ini bukan hanya sekedar perayaan tentang permasalahan sampah, dimana dengan diadakannya event ini bertujuan untuk dapat membuat masyarakat stop, mengurangi, bahkan tidak memproduksi sesuatu yang menyebabkan sampah plastik.

Capture 3

Untuk generasi muda mendatang, Made Bayak menyarankan agar hendaknya setiap individu melakukan kegiatan yang sesuai dengan passion mereka apapun itu. Dalam menggeluti passion mereka, hendaknya tidak meninggalkan idealisme dan yang terpenting, di dalam kegiatan mereka juga mengandung konten-konten yang berisi tentang kepedulian lingkungan, masalah sosial politik, dan sebagainya, karena disini generasi muda berperan sebagai agen perubahan.

Made Bayak memiliki angapan bahwa misalnya plastik dapat berbicara, plastik tersebut akan memberi tahu identitas dan asal-usulnya kepada masyarakat bahwa plastik memerlukan waktu ribuan tahun untuk dapat terurai dengan tanah, bahkan apabila plastik tersebut dapat terurai maka tanah tersebut tidak akan subur.


Related Blogs

    Share