TRAGEDI

TRAGEDI, terbentuk pada tahun 2007, band ini diinisiasi oleh Zanoe – gitaris, Dika (ALICE) – gitaris, Agung Cai , Ami (Nudist Island/ C.U.T.S) – drumer, dan Lukita (Pitfall Conspiracy/Hellbeyond) – bassis. Band merilis album debut mereka berjudul  “Rebuild Through Resistance” tahun 2010 via Armstretch Record, Bandung, yang juga menaungi band kenamaan seperti DeadSquad, Straight Out, Straight Answer, dll. “United By Hardcore” jadi single pertama yang juga turut andil dalam album kompilasi “Famili Vol-1” via Lenoleum Record, Bandung. Tahun 2009.

Perbedaan fundamental bermusik masing-masing personel membuat beberapa personel harus hengkang. Satu demi satu, Agung, Dika, dan Lukita memilih untuk tidak lagi bergabung di TRAGEDI dengan alasan masing-masing. Teguh (Right88) sebagai vokalis dan Reza (Pitfall Conspiracy) yang kemudian melengkapi line up TRAGEDI sampai saat ini.

Pada tanggal 5 Desember lalu, kuartet hardcore Bandung, TRAGEDI, merilis album baru yang bertitel II via Gr8day-Music, Malang. Sesuai judulnya, album ini merupakan album ke dua mereka setelah pada 2010 lalu merilis album pertama, Rebuild Through Resistance.

Berisi sepuluh lagu, album ini dianggap kuartet yang terdiri dari Teguh (vokal), Zanoe (gitar), Reza (bass), dan Ami (drum) sebagai refleksi sederhana dari apa yang terjadi di sekitar mereka. Teguh mengatakan bahwa tidak ada tema khusus untuk album ini. Fokusnya cerita tentang arogansi yang mereka temui dan alami di keseharian. “Album ini tidak menceritakan sesuatu yang tidak kami lihat dan tidak kami rasakan langsung. Semuanya sangat dekat dengan keseharian kami. Intinya tentang arogansi yang pernah kami alamin,” jelas Teguh.

Mengnai materi lagu, dipaparkan oleh Ami dan Reza, musik yang mereka buat kebanyakan hasil dari jam session. Mereka juga mengungkapkan bahwa selain hardcore setiap personelnya punya ketertarikan lumayan dalam terhadap banyak genre musik. Oleh karena disentuh beberapa kekhasan genre musik lain, materi musik album II ini dianggap baru.

Hardcore punk sudah pasti, dipoles progressive, thrash, stoner, dll. alhasil crossover hardcore,” kata Reza. Ami menegaskan, “bebas, lah, mau dibilang apa. Pastinya kami bikin musik yang kalau didengar, orang kira yang mainin badannya gede, gagah, pokonya tough guy banget! Hahahah!”

Lebih lanjut Zanoe menjelaskan bahwa perilisan II ini bagi TRAGEDI layaknya kado dan bukti keberhasilan mereka mempertahankan eksistensi. Jujur Zanoe, selain perumusan materinya, proses pembuatan album ini juga memakan waktu yang lumayan lama. Oleh karena itu eksistensi mereka sebagai band yang produktif sempat dipertanyakan. Bahkan beberapa orang dan kelompok menganggap mereka sudah bubar

“Kalau saya anggap album ini kayak kado, sih, sekaligus shit bomb buat yang nganggap kami nggak produktif atau malah bubar huahahaha,” sambung Zanoe sambil canda tawa.

Sebelum merilis albumnya, mereka sempat merilis dua buah single yang juga ada di album itu, “Fuck With Your Statement” dan “Don’t Give A World A Chance”. Selain dua buah single, band yang dipayungi oleh Gr8day-Music, Malang ini juga merilis video musik untuk single pertamanya “Fuck With Your Statement.”


Related Blogs

    Share