mangrove

Diantara beberapa band yang ada di Bali, tak banyak memang band yang mengusung genre Dub-reggae, tribal rhythms & funk sauce over heavy weight bass seperti The Mangrooves ini. Sebuah genre yang dibawakan oleh band The Mangrooves, band yang terbentuk bulan September 2013 di Bali ini, menjadi sebuah band anak muda yang berpotensi bersinar dikancah musik indie Bali dan Indonesia. Beberapa waktu lalu band ini baru saja mengeluarkan album live EP Recording nya, yang diproduksi oleh Demajors. Okay, ini dia wawancara dengan mereka tentang awal band ini terbentuk dan album barunya yang baru saja dirilis.

Haloo The Mangrooves, ceritain dong bagaimana awal band ini terbentuk? Di awal tahun 2013 Nick (guitarist) Mark (keyboardist) dan Obet (drummer) mulai main di band “Average Citizens” dengan Jacobus Koopman. Semenjak itu, Jacobus pergi merantai ke Irlandia untuk melanjutkan karir musik dia sebagai drummer. Akhir Tahun 2013, Krisna (lead vocal) dan Ben (perkusi) tiba dari Australia setelah kuliah musik di Melbourne, dan kebetulan mereka teman SD kita, dari sana lah terbentuk nya “The Mangrooves”.

Kalian baru saja merilis sebuah EP Live. Ceritain dong bagaimana proses pembuatan album ini? Proses luar biasa melelahkan! Menguras energy, Tapi fun! Kita ngerasain lagi rasanya tegang main musik ketika rekaman secara live. Proses pembuatan lagu ini cukup lama dan membutuhkan kerja keras dari kami semua sebagai personil band. Sebagian lagu di tulis oleh Krisna sewaktu dia tinggal di Australia, lalu di buat komplit dengan rempah-rempah dan ide-ide baru dari personil The Mangrooves. Sebagian besar lagu-lagu di latih di studio Mama Kim di Sanur, dan kami sangat berterimakasih kepada nya untuk memberkati tempat untuk kita latihan. EP ini yang direkam secara LIVE dengan adanya penonton yang menurut kita worth it banget dicari. Dibeli. Dan dikoleksi.

Ada berapa lagu didalamnya? Nyeritain tentang apa saja lagunya? Ada 5 track, dan setiap lagu menceritan hal yg lumayan berbeda, tapi rata-rata kami menyanyikan tentang alam. Isu yang kita hadapi dan kebersamaan melalui musik.

Siapa yang memproduksi album kalian ini? Apakah ada label? EP ini akan d produksi oleh DeMajors label. Album ini di rekam secara langsung di “Makan Minum” yang juga telah menjadi venue yg sangat membantu kami.

Dengar-dengar albumnya ini akan diedarkan ke beberapa negara ya? Di negara dimana saja? Yang pasti di Indonesia dulu dan beberapa negara Asia lain menyusul seperti Jepang. Kalian termasuk para personil yang masih muda-muda, bagaimana cara kalian mengendalikan ego disetiap personil di band ini?? Kami selalu harus melihat sesama lain dari mata ke mata. Tidak ada yg lebih tidak ada yg kurang. Dan selalu, kami lebih mementingkan musik dan kesadaran lingkungan sendiri dari pada ‘image’ kami. Yang pasti kita selalu harus setuju dengan apapun keputusuan yg kami pilih.

Band siapa saja yang mempengaruhi kalian dalam membuat lagu? Kalo ditanya band apa saja yang menginspirasikan kami dalam membuat lagu itu banyak sekali dari band New Zealand seperti Katchafire, Fat Freddy’s Drop, Balkan Beat box, dan bahkan band lokal seperti Nosstres dan Dialog Dini Hari. Karena band-band ini selalui mengisi lirik di setiap lagunya dengan pesan pesan moral, hal hal nyata setiap hari dalam hidup yang sangat bagus sekali,oleh karena kami sangat tertarik karena kami juga ingin menyampaikan pesan pesan moral melalui lagu lagu kami juga.

Apa rencana kalian setelah mengeluarkan album EP Live ini? Yang pasti bakal tour untuk promosi EP, masa bengong hehe

Okay last words ?

Spread love, be positive, eat healthy, and grow organic vegetables. If there’s a will there’s a way, always try your best!

Related Blogs

    Share