IMG_2454

Gelaran acara Terpaksa Disko Skenario #1 yang berlangsung di Taphouse Beer Garden telah dilaksanakan kemarin pada tanggal 21 Juni 2017. Acara ini bertujuan untuk mendatangkan dan menjadikan sarana berkumpul dan guyub rukun setiap para pekerja seni dan musik dengan bidang serta latar belakang yang berbeda-beda.

Dengan secara sengaja mendatangkan para pemutar setlist yang bukan berasal dari latar belakang musik elektronik. Didasari oleh kegelisahan teman-teman kolektif ini mengenai kondisi dan atmosfer musik secara umum; yang mana pada dewasa ini acara musik, gig, atau event besar selalu menyisipkan musik electronic. Terkhusus, sudah jarang juga acara musik yang benar-benar menggunakan konsep murni band-band- an, karena musisi banyak yang beralih ke genre electronic atau memasukkan unsur musik elektronik di dalamnya.

Acara ini berlangsung selama satu malam dimulai dari pukul 8 malam hingga pukul 3 pagi, Ramai dan meriah adalah kata yang tepat untuk menggambarkan situasi pada malam itu, dibuka dengan dentuman musik lo-fi house oleh Bowl, disematkan set band lokal oleh Danwisgra yang merupakan salah seorang drummer punggawa dari FSTVLST yang berkolaborasi dengan Rio Faradino yang juga additional personal dari FSTVLST, kemudian berlanjut ke setlist disco house milik Senoda dari Jam Malam Indonesia dan dipanaskan suhunya lagi oleh Bosborot; founder dari salah satu penyedia vinyl di Indonesia yaitu KeepkeepMusik yang berbasis di Bandung kemudian set panjang ini diakhiri oleh Noor dari Energy Room dengan membawakan lagu-lagu tech-house untuk menutup kemeriahan acara ini.

Dengan berlangsungnya Terpaksa Disko Skenario #1, Kolektif Terpaksa ini ingin menyampaikan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama untuk merasakan atmosfer asyik dari musik elektronik dengan sisipan unsur rock sekaligus menjadi wadah untuk saling berkomunikasi satu sama lain tanpa batasan. Karena disko adalah hak segala bangsa.

IMG_2437 IMG_2426 IMG_2415 IMG_2407 IMG_2372

Related Blogs

    Share