10452825_10152726630094898_4853158916225356897_o

“Nyawa itu kayaknya gak ada artinya, jadi memang timbul dari semangat kita sendiri, gak bisa dilarang-larang orang tua.”

Pernyataan di atas bukanlah timbul dari seseorang yang nekat menyabung nyawa demi gengsi pribadi. Melainkan dilontarkan oleh seorang veteran pejuang bernama Bapak Sriyono yang saat ini telah berusia 81 tahun.

Bersama Bapak Siswanto yang merupakan seorang veteran pembela, Bapak Sriyono berbagi pengalaman dalam acara Terima Kasih Veteran – Berjuang Untuk Pejuang yang diselenggarakan di Level II – Foundry 8 di kawasan Sudiman Central Business District Jakarta pada Selasa (7/10).

10689818_10152726632324898_2239632827998541502_n-2

Sebelum memasuki rangkaian acara berbagi pengalaman tersebut, mereka yang hadir dihibur dengan DJ Udasjam (Laidback Blues Record Store) yang memutar tembang-tembang lawas Indonesia melalui piringan hitamnya. Setelahnya Anda Perdana membuka dengan resmi Terima Kasih Veteran – Berjuang Untuk Pejuang dengan menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’.

Bapak Sriyono dan Bapak Siswanto banyak bercerita pengalaman mereka ketika menceburkan diri dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Bapak Sriyono mengkisahkan bagaimana anak-anak muda pada masa itu dengan gagah berani ikhlas mengorbankan nyawanya demi kemerdekaan dengan melawan para penjajah.

Sementara Bapak Siswanto mengungkapkan bagaimana setelah kemerdekaan diproklamasikan, perjuangan berikutnya tak hanya melawan bangsa asing. Tapi harus menghadapi lawan dari sesama bangsa Indonesia yang melakukan pemberontakan.

Bapak Sriyono dan Bapak Siswanto sama-sama merasa prihatin dengan kondisi yang melanda negara dan bangsa Indonesia ini. Melanie Subono yang turut hadir pun sempat melontarkan pertanyaan kepada dua veteran tersebut apa yang salah dengan kita dan apa yang harus diperbaiki.

P1020962

“Jika generasi muda mau belajar masalah UUD 1945 terutama pembukaannya, mereka akan sadar bahwa  kemerdekaan bukan untuk golongan tertentu tapi untuk seluruh bangsa indonesia. Jadi apabila sekarang marak terjadi korupsi kemudian saling gontok di sana sini harusnya belajar lagi (sejarah terbentuknya negara). Anak muda harus belajar, punya rasa malu dan kemudian ada tekad untuk mengisi kemerdaaan. Karena kalau pemuda-pemuda sekarang mau mengisi kemerdekaan dengan setulus hati dengan nilai-nilai seperti apa yang dulu dikorbankan generasi pertama itu, Indonesia bisa makmur sekali gemah ripah loh jinawi,” tukas Bapak Siswanto dengan penuh semangat.

Lebih lanjut Bapak Siswanto menambahkan, “Kami ingin mewariskan kepada generasi sekarang. Indonesia adalah milik kalian,  Anda harus pelihara, kembangkan dan pupuk supaya menjadi Indoensia yang merdeka, sejahtera, adil dan makmur sebagaimana harapan para founding fathers dan para perjuang-pejuang veteran yang telah gugur.”

Usai Bapak Sriyono dan Bapak Siswanto berbagi pengalaman, acara Terima Kasih Veteran – Berjuang Untuk Pejuang dimeriahkan oleh luapan semangat para anak muda melalui hingar bingar musik di atas panggung kecil. Melanie Subono dengan lantang menyanyikan sebuah lagu yang merupakan musikalisasi puisi karya Toto Sudarto Bachtiar berjudul ‘Pahlawan Tak Dikenal’. Menceritakan tentang gugurnya anak muda dalam pertempuran 10 November di Surabaya.

IMG_8538

Selanjutnya Merah mengobarkan semangat di atas pentas dengan menggelontorkan musik rock lewat lagu-lagunya. Mereka membawakan beberapa lagu gubahan sendiri antara lain ‘Merah’ dan ‘Akhir Dunia’.

Kelompok Penerbang Roket kemudian mengambil alih panggung. Semangat rock ‘n roll urakan dan kasar sontak menyeruak lewat gaya panggung dan lirik lagunya. Anda Perdana dari matajiwa menjadi tamu kehormatan yang diajak berkolaborasi menyanyikan ‘Target Operasi’.

Dalam Terima Kasih Veteran – Berjuang Untuk Pejuang, band yang namanya terinspirasi dari salah satu judul lagu milik Duo Kribo ini berkesempatan merilis secara resmi single kedua ‘Dimana Merdeka’. Lagu ini akan masuk dalam album perdana Kelompok Penerbang Roket, Teriakan Bocah, yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Lagu dengan lirik yang mempertanyakan dan mengkritisi makna kemerdekaan tersebut juga dijual via iTunes. Dimana seluruh keuntungan dari penjualan lagu tersebut akan disumbangkan sepenuhnya untuk para veteran.

Kolaborasi dadakan terjadi di akhir acara tanpa direncanakan. Kelompok Penerbang Roket, Adrian Subono, Anda Perdana, dan  Norman kompak menyanyikan ‘Bento’ dengan penuh semangat bersama-sama dengan seluruh hadirin yang merapat di depan panggung.

10689818_10152726632324898_2239632827998541502_n-2

Semangat adalah sebuah bahan bakar tepat untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal positif dan kreatif. Ini seperti apa yang diharapkan oleh Bapak Sriyono ketika menutup sesi berbagi pengalamannya, “Perjuangan para veteran sudah terselesaikan 100 persen, sekarang tinggal Anda (anak-anak muda) yang mengisi (kemerdekaan).”

MERDEKA!!!

IMG_8681 IMG_8611 IMG_8559 10542005_10152726631689898_8471763101833642843_n 10679499_10152726630049898_2206323688380896257_o IMG_4194 P1020962 IMG_4418 P1020965 IMG_8497 P1020968 IMG_8510


Related Blogs

    Share