Dua tahun paska dirilis 2016 lalu, Pariah –album pertama Warmouth— akan memamerkan tajinya kembali di Asia Tenggara dalam tur bertajuk Swarming Disease. Trio hardcore asal Yogyakarta ini kembali melangsungkan tur, kali ini mereka akan menyambangi 13 kota selama bulan Juli-Agustus. Selain untuk mempromosikan kembali keganasan Pariah, Warmouth melangsungkan tur ini dengan tujuan untuk membuka jalur komunikasi baru atau alternatif di beberapa kota yang jarang atau malah belum pernah jadi jujukan tur band Indonesia lain. Maka dari itu, selain akan tampil di kota-kota yang sudah sering didengar, mereka akan singgah di Hat Yai, Phnom Penh ataupun Saigon.

“Sampai saat ini masih sedikit yang kami ketahui tentang scene musik di negara-negara seperti Thailand, Kamboja, juga Vietnam. Hal ini yang mendorong kami untuk melakukan tur ini, kami juga ingin menjajal Pariah di telinga-telinga baru,” ujar Made Dharma. Selain itu, dengan terbukanya jalur komunikasi ini, Warmouth berharap bisa menumbuhkan kemungkinan bagi band-band lain untuk melakukan hal serupa seperti yang mereka lakukan.
Selain itu Warmouth mendapatkan beberapa kesempatan untuk bermain di beberapa festival juga pada tur ini, yakni Not A Fest di Kuala Lumpur bersama Youth Avoiders (Prancis) dan Mymanmike (Korea), Ipoh Blast Fest 5 di Ipoh bersama Mymanmike dan Get In The Penh – Hardcore And Metal Fest di Phnom Penh bersama Sliten6ix (Kamboja).

Pada tur ini Warmouth juga melakukan perilisan ulang kaset tape Pariah yang dirilis kembali oleh Disgusting Tape dan memasukan bonus tracks dalam rilisan khusus tur ini. Selain itu, dua desain baru telah disiapkan untuk merchandise yang akan dilapakkan sepanjang tur berlangsung. Made Dharma, Rahadian Aldi dan Iqbal Ramadhan berharap tur ini bisa berlangsung dengan ganas. “Meski sudah dua tahun dirilis, semoga dengan tur ini umur Pariah sebagai karya tak lekas mati,” tutup Made Dharma.


Related Blogs

    Share