Pasca Hari Raya, Sugiato Irine lucurkan cakram padat berdurasi lebih kurang 23 menit
sebagai wujud syukur dan haru atas sambutan hangat akan kehadirannya di skena musik. Samarinda—Sugiarto Irine adalah nama yang liat dan liar dalam setahun belakangan ini
mengisi berbagai perhelatan musik, dari panggung sederhana di sudut kota Samarinda hingga ke festival tahunan yang megah di Denpasar. Suaranya liat melekat dalam lobus temporal setelah mendengar lantunan lagunya. Sebagai musisi, Sugiarto Irine termasuk seorang yang
liar mengeksplorasi dan memelajari hal baru ditemuinya. Tak heran jika karya-karya yang diciptakannya banyak lahir dari lamunan iseng dan observasi pada kejadian di sekitarnya.
Sugiarto Irine adalah musisi yang mendermakan suaranya bergeliat dengan liar dari panggung mewah nan nyaman hingga panggung pergerakan yang terik.

Menandai kehadirannya sejak setahun lalu, Sugiarto Irine menghaturkan kegembiraan atas
apresiasi yang diterimanya lewat mini album Altokumulus Kelabu. Mini album ini berisi empat lagu yang sudah karib dengan pendengarnya. Dua di antaranya—Besok-Besok dan
Altokumulus Kelabu—telah dirilis pada 15 Februari dan 21 April 2018 di website resmi Sugiarto Irine. Besok-Besok menembangkan kegelisahaan akan asa pada masa yang linear. Sebagaimana sifat manusia yang pamrih, Samar dan Asam meluapkan kekesalan kepada seseorang atas
ketidakbersyukuran dan sikap abai akan perjuangan orang lain kepadanya. Sedangkan, dalam
Permata Untuk Raja dengan indah kekalutan dan kemarahan disalurkan. Hingga pada lagu penutup album ini yang dipilih menjadi nama album, Altokumulus Kelabu, pendengar diajak duduk santai dan menjawab kegelisahan akan harapan, salah satunya dengan memilih awan
cantik.

Proses rekaman dilakukan di Widi Studio dan melibatkan beberapa rekan musisi Samarinda seperti Muhammad Ranaldi Yamin (Murphy Radio, Yono Eliani, Rima Hari Senin) selaku bassist, Dennis Berhan (Dennis Berhan Trio, Yono Eliani) di gitar, Johan Bagus Triwidodo (Presiden Sikat Gigi) mengisi posisi keyboardist, Wijaya Prambudi (Wijaya Prambudi Project, Yono Eliani) yang menggenapi perkusi di drum, Fadli yang mengisi flute di salah satu materi EP ini. Bekerja sama pula dengan Elmo Ramadhan untuk olahan produksi akhir audio.

Cover art dan ilustrasi dalam mini album dikerjakan oleh Alfian Meidianoor. Sebagai lambang
dari perjalanan akan suatu yang dituju, abu-abu jadi warna kuat yang mendominasi sampul album. Proses, titik jenuh, ruang penghubung keos order, akan jadi nilai yang sangat kaya dari perjalanan singer-songwriter SUgiarto Irine. Disandingi dengan merah muda yang bicara
tentang ketenangan dan kelembutan lalu ditutup dengan merah berani pada leher gitar sebagai bahan bakar medan energi yang mengelilingi juga memuaskan afeksi lewat numbus
(lingkaran halo).

Peluncuran mini album Altokumulus Kelabu akan dilaksanakan pada 20 Juni 2018 bersamaan dengan pelaksanaan mini showcase pada tanggal yang sama di YouKaltim-space, Samarinda. Selanjutnya Sugiarto Irine akan melakukan perjalanan untuk mini tour promo ke beberapa daerah lintas pulau Kalimantan. Bundel mini album Altokumulus Kelabu Sugiarto Irine memilih menghadiahkan kapsul herbal yang mengandung ekstrak tanaman rimpang. Tanaman rimpang ini membawa serta perjalanan bermusik Sugiarto Irine sebelum dikenal lebih luas.

Diilustrasikan oleh Fahmi, melengkapi sajian coverart dalam mini album Altokumulus Kelabu. Menjelang sebuah festival seni nasional, Sugiarto Irine remaja percaya pada khasiat jahe yang
mampu memerbaki kualitas suara. Sayangnya, pada saat itu sari jahe justru menghilangkan kemampuannya mengambil nada tinggi dan membuat suaranya lebih berat dan serak. Hasil suara di luar ekspektasi memberinya ciri yang hampir tidak dimiliki peserta lain kemudian menjadikannya salah satu juara.

Dengan beberapa bentuk ucapan haru dan syukur atas sambutan hangat akan kehadirannya di skena musik, Sugiarto Irine hendak menemui dan melantunkan langsung ucapan terima
kasih lewat mini album ini. Pula kepada semua pihak yang telah membantunya menapak hingga tiba pada titik untuk menancapkan Altokumulus Kelabu, salah satu monumennya sebagai seorang musisi.

====================================

More info:

Facebook	: https://www.facebook.com/sugiarto.irine	

Instagram : https://www.instagram.com/irinesugiarto

Youtube channel : https://www.youtube.com/channel/UC9KRwKwYRFtKopS9HjLV9IA

Related Blogs

    Share