SMA - Copy

hutan-pinus-di-gunung-lawu-terbakar1

Bencana asap yang terjadi di sebagian kawasan Indonesia bukanlah bencana alam biasa. Ia terjadi sebagian besar karena ulah manusia yang sengaja membakar lahan dan hutan. Hal ini semakin diperparah dengan musim kemarau yang membawa cuaca kering. Bencana asap adalah bencana ekologis yang terjadi karena tata kelola hutan yang buruk serta perusakan alam, terutama lahan dan hutan, yang tidak main main.

Masyarakat Indonesia di kawasan Sumatera khususnya telah lama mengalami bencana ini. Ia seolah menjadi bencana yang dibiarkan. Hampir tidak ada upaya dari pemerintah untuk melakukan perbaikan, apalagi menindak pelaku utama pembakaran ini. Bencana asap ini diperkirakan karena ratusan ribu hektare lahan gambut dan hutan yang sengaja dibakar. Pembakaran ini dilakukan oleh individu dan korporasi untuk membuka kawasan industri baru.

Bencana asap di Sumatera sendiri telah terjadi sejak 1997. Bencana ini terus menerus terulang sampai 2015. Kenyataan ini menunjukan bahwa pemerintah tidak becus, tidak mampu, dan bahkan tidak berdaya menindak tegas pelaku pembakaran hutan. Sementara itu, dari tahun ketahun luas area yang terbakar semakin membesar dan kepadatan asapnya semakin meningkat.

Sejauh ini pemerintah hanya melakukan retorika akan menindak tegas para pelakunya. Nyatanya berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada 2014 saja terdapat sembilan kasus kebakaran hutan yang diperiksa oleh Kepolisian. Namun hingga saat ini belum ada yang sampai ke meja hijau. Pada 2013 terdapat enam kasus pembakaran hutan, namun hanya satu yang berhasil dibawa ke pengadilan alias P-21. Sementara pada 2012 lebih miris lagi, terdapat dua kasus yang disidik namun hanya satu yang berhasil masuk ke meja hijau.

Kepedulian masyarakat Indonesia semakin meluas seiring kabar bencana asap yang telah mengganggu kesehatan warga sekitar lokasi pembakaran. Satu persatu kelompok masyarakat melakukan aksi penggalangan dana, protes dan juga aksi solidaritas untuk membantu. Fenomena ini merupakan buah dari pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan kabar perihal kebutuhan bantuan dan juga lokasi kebakaran. Adanya partisipasi publik menunjukan bahwa masyarakat semakin peduli dengan isu ini dan pemerintah tidak bisa diam saja.

Untuk itu kami menawarkan anda untuk bergabung bersama kami dalam gerakan #SuaraMelawanAsap. Apakah #SuaraMelawanAsap? ini adalah gerakan yang ingin mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap masalah asap di Kalimantan, Sumatera, dan sebagian Papua. Gerakan ini diharapkan bisa menekan pemerintah untuk melakukan penanganan yang lebih keras untuk mengatasi masalah asap.

Terinspirasi dari konser 1000 musisi yang menyanyikan lagu learn to fly dan mengundang foo fighters. Rencananya grup ini ingin menginisiasi gerakan serupa. Yaitu mengundang 1000 musisi di berbagai kota untuk bernyanyi bersama di masing-masing kotanya, menuntut pemerintah menyelesaikan masalah asap ini. Saat ini, baru Jakarta, Bandung, Solo, Pekanbaru, Bali dan Pontianak yang sepakat untuk ikut turun dalam gerakan ini. kami berharap, kota-kota lain menyusul untuk ikut dalam gerakan ini.

Gerakan ini ingin menunjukan bahwa masalah asap ini bukan cuma milik orang-orang yang ada di Kalimantan atau Sumatera saja. tapi masalah bersama. Diharapkan ini jadi partisipasi publik pertama yang dilakukan secara serentak di berbagai kota di Indonesia. Tujuan lainnya adalah menekan pemerintah secara langsung untuk menyelesaikan masalah asap ini secara serius.

Tentu tidak sekedar bernyanyi, diharapkan akan ada konser bersama serentak di beberapa kota di Indonesia dengan nama yang sama. Satu nama satu solidaritas dan satu kepedulian #SuaraMelawanAsap. Konser itu dihadirkan sebagai ajang untuk mengumpulkan dana dari publik dan digunakan untuk kepentingan warga yang terkena asap. Seperti pembelian masker dan atau tabung oksigen. Setiap dana yang terkumpul tentu akan dilaporkan secara berkala dengan pertanggungjawaban terbuka dan dapat diakses publik yang turut serta.

#SuaraMelawanAsap

Indonesia Smoke Solidarity

2 November 2015, pukul 10:00 wib

Di depan gedung pemerintahan

Nyanyi dan pemutaran lagu serentak bersama di beberapa kota dan radio

Jakarta, Bandung, Solo, Pekanbaru, Bali, Pontianak

Lagu Navicula – Bubur Kayu

https://soundcloud.com/navicula/bubur-kayu

@SMelawanAsap atau suaramelawanasap@gmail.com


Related Blogs

    Share