marcel_thee
Meskipun sibuk dengan proses rekaman album Sajama Cut yang terbaru dan mempersiapkan kompilasi album band-band indie Jakarta dengan labelnya The Bronze Medal Recording Company, frontman band tersebut, Marcel Thee tetap berkarya melalui projek-projek musikal lainnya.

Strange Mountain, projek solo ambient Marcel, akan merilis 6 album yang berbeda di 4 negara yang berbeda. Album pertama dari seri ini belum lama telah dirilis oleh label asal Chicago, Amerika, Lilerne Tapes. Album yang berjudul Slow Midnight tersebut ludas dalam jangka waktu 1 minggu, mayoritas pada pangsa Amerika.

Pada tanggal 2 Juni lalu, label Metaphysical Circuits dari Denmark merilis album Strange Mountain berikutnya, bertajuk Childhood. Selang beberapa minggu ke depan, Sacred Phrases dari Indiana, Amerika akan merilis Rustic Ocean, Ginjoha Tapes dari Jepang akan merilis Forgiveness, Crash Symbols dari Virginia, Amerika akan merilis Language Sea, dan Carpi Records dari Dijon, Perancis akan merilis Ghost Rails. Menurut Marcel, masih ada kemungkinan akan ada beberapa album Strange Mountain lain yang dirilis lagi sesudah itu, masih dalam tahun 2013.

Menurut Marcel Thee dirilisnya enam album Strange Mountain dalam jarak yang berdekatan adalah suatu kebetulan. Ujarnya, “Strange Mountain ini sebenarnya projek yang benar-benar personalm jadi tadinya hanya beberapa orang yang tahu, namun scene musik eksperimental internasional memang cukup erat, sehingga dirilisnya satu album di sebuah label kadang membuat label yang lain tertarik. Semua perjanjiannya pun lebih berdasarkan pertemannan dan bukan bisnis.”

Musik Strange Mountain sendiri seringkali dikategorikan sebagai musik eksperimental, meskipun Marcel tidak menganggapnya demikian.

“Proses eksperimentasi-nya memang ada, tapi lebih ke sisi pengolahan suara, misalnya mem-filter beberapa komposisi strings dan brass melalui kaset tua yang pitanya mulai memuai. Tapi aransemennya sendiri lebih tradisional, ke musik-musik neo-klasik dan minimalis,” jelas musisi yang juga memiliki karir sebagai musisi solo tersebut. Di beberapa lagu, nuasa field-recording atau rekaman suara lapangan – seperti suara anak-anak yang sedang bermain ataupun suara lautan – juga banyak terdengar, memberikan nuansa melankolis dan nostalgia ke lagu-lagu tersebut.

“Musik Strange Mountain dibuat untuk menjadi soundtrack dalam mengingat masa-masa muda yang lebih pure,” ujar Marcel, sebelum menambahkan, “Semuanya lebih tentang mempresentasikan nuansa yang pekat akan masa lalu, dan bukan musik dengan komposisi konvesional.”
marcel_thee02

Share