Tehnik bercerita yang dipilih oleh Stereomantic dalam mengisahkan kekecewaan lagi-lagi tidak terlalu biasa. Alih-alih menceritakannya dengan drama haru biru yang relatif mudah terbaca, lagu ‘Pergi Jauh’ lebih memilih bertutur dengan gaya tidak acuh, menjurus angin-anginan. Cara Maria yang dingin dalam berolah vokal, menyatu dengan aransemen khas Aroel yang cenderung esensial, beradu kontras dengan diksi dalam lirik yang terlihat ringan namun sebenarnya bersayap, menjadikan pendengar akan layak berada dalam situasi bertanya-tanya, sedalam apa duka yang dirasakan oleh sang tokoh dalam lagu ini ?

Seolah-olah tokoh ini menceritakan tragedi yang dialaminya setelah menempuh jarak yang jauh untuk menemui seseorang yang dinyatakan sebagai ‘pencuri cinta’, yang ternyata sudah keburu didampingi seorang wanita berparas sendu – dengan terlalu tenang, seperti kekecewaan yang biasa saja, dicurigai mengandung kenikmatan, serta kemungkinan besar bisa berulang atas kehendak si tokoh sendiri.

Seperti itu keadaan yang sebenarnya? Tidak ada yang tahu pasti. Belum lagi jika penikmat karya Stereomantic mencermati bahwa ‘Pergi Jauh’ diposisikan dalam album Golden Sun, yang merupakan bagian dari double album Stereomantic yang bertajuk Golden Sun and Silver Moon.

Direlease oleh Mekar Records sebagai lebel yang menaunginya, ‘Pergi Jauh’ di dengan penempatan di album Golden Sun ini, sang kreator memaksudkan bahwa lagu ini nyaman didengarkan di siang hari. Namun bukankah pada umumnya kepedihan dinikmati di malam hari? Inilah misteri kecil yang terbangun dari lagu ‘Pergi Jauh’ ini. Dengan alunan musikalisasi dari para musisi rekanan seperti Pugar Restu Julian (drum), Ardi Smith (bass), Sony (flute), dan Joely (trombone) membuat album Golden Sun and Silver Moon ini semakin lengkap sebagai kumpulan dongeng urban yang halus dan menggelitik.

‘Pergi Jauh’ bisa dinikmati dan diunduh secara digital melalui iTunes, Spotify, Deezer dan Joox.

Related Blogs

    Share