Spring Summer - Official Photo

Lewat Album Terbarunya, Spring Summer Kembali Dengan Musik City Pop Yang Khas

Kota adalah segala hiruk pikuk dan kompleksitas manusia modern. Kita bisa melihat bagaimana wajah kota lewat guratan lelah orang-orang selepas bekerja, tawa melepas penat di bar dan disko, stress menghadapi jalanan, dan temaram lampu-lampu gedung tinggi; kalau menurut sastrawan Umar Kayam seperti kunang-kunang di Manhattan. Hiruk pikuk kota itu yang tampaknya menjadi inspirasi band indie pop asal Bandung Spring Summer lewat album terbarunya Departure.

“Terkait isu kota, nama Departure ini selalu ada di setiap stasiun, bandara, dermaga, dan terminal. Departure yang berarti sebuah keberangkatan, dirasa cukup mewakili arti karya-karya di album ini. Kami berangkat kembali, menjalani realita dan dinamika nyata yang terus terjadi secara repetitif seperti warga kota. Keberangkatan ini juga mempunyai makna yang dalam untuk kami, sebagai penanda keberangkatan kami dalam menjalani kehidupan bermusik,” terang para personil tentang konsep Departure yang juga menjadi penanda kembalinya Spring Summer.

Setelah sekian lama vakum karena berbagai persoalan internal band, kali ini Spring Summer hadir dengan sebuah nuansa musik yang mengedepankan percampuran antara pop, soul, fusion, dan rock. Pada karya sebelumnya nuansa indie-pop begitu kental, kali ini mereka mengemas musik mereka lewat balutan musik “city-pop”. “City-pop” merupakan sebuah genre musik yang berkembang di Jepang pada tahun 1980-an yang memadukan musik pop, soul, jazz, funk, disco, dan rock yang dikemas sedemikian rupa menjadi karakter tersendiri dan sering ditemui di budaya popular Jepang seperti anime dan film. Biasanya musik-musik “city pop” ini menekankan nuansa yang elegan dan megah, seperti layaknya modernitas kota. Eksplorasi pada ranah musik “city- pop” ini yang kemudian menjadi proses kreatif teranyar Spring Summer dan sejalan dengan konsep lirik-lirik tentang kota yang mereka tawarkan.

Spring Summer - Departure Album Artwork

“Berawal juga dari pembawaan kami berkarya yang mengangkat tema-tema yang sifatnya populer, fenomena keseharian, tentang hal apapun seperti dinamika orang cari uang, lelahnya aktivitas sehari-hari, sampai romansa cinta. Semua kami angkat, dari yang sifatnya intangible seperti perasaan dan cara pandang. Sampai hal yang sifatnya tangible seperti tempat, jalan, kota, dan lain-lain. Karena itu lirik-lirik lagu kami selalu dikondisikan berada di sebuah sudut perkotaan seperti tentang jalan berbelok-belok, lampu kota, persimpangan jalan, atap bangunan, dermaga, dll. Jadi ya kami menyikapinya, ‘city-pop’ bukan sebuah genre musikal, tapi sebuah subkultur pada sebuah era,” ujar mereka yang bercerita betapa kehidupan perkotaan banyak menginspirasi musik-musik Spring Summer.

Inspirasi perkotaan tak datang begitu saja. Cerita-cerita personal tentang kehidupan di tiga kota yang dialami gitaris dan vokalis mereka Lukie Widya yaitu Bandung, Jakarta, dan Osaka pun kemudian mempengaruhinya dalam hal penulisan lagu. Dari rasa gembira, bingung, lelah, dan galau semua campur aduk dalam album Departure ini.

Kekuatan musikalitas Spring Summer memang menekankan pada komposisi pop yang renyah dengan sentuhan fusion funk dan juga soul. Penekanan beat dan riff gitar yang dinamis dan saling bersahutan menjadi satu karakter tersendiri dalam Departure. Sentuhan synth dan keyboard turut mempercantik nuansa yang dibangun sehingga terdengar elegan. Nuansa “city-pop” ala Tatsuro Yamashita dan Casiopea cukup terdengar sangat mempengaruhi Spring Summer.

Proses pembuatan album Departure ini memang terkendala cukup lama. Pembuatan album ini hampir memakan waktu lima tahun karena Spring Summer lebih disibukkan dengan bongkar pasang personil. Namun, seiring perjalanan waktu mereka mencoba merekam album ini secara terpisah. Ada yang dikerjakan di rumah dengan instrument seadanya dan sisanya dikerjakan di Studio Aru, Bandung.

Terdapat Sembilan lagu dalam Departure yaitu “Petang”, “Come Back As Rain”, “Late Night Rider”, “Sail Away”, “In Silence”, “Concrete Flower”, “Run”, “Temaram”, dan “Coming Home”. Beberapa lagu di album ini sendiri pernah dilepas kepada publik sebelumnya. Album penuh Departure rencananya akan dirilis pada 18 Oktober 2018 dan sudah bisa didengarkan secara resmi di streaming musik digital manapun.

‘Departure’ Album dapat diakses melalui tautan berikut :

===============================================================================

For more info:

Instagram: @our_springsummer

Soundcloud: https://soundcloud.com/springsummer

 

 

 


Related Blogs

    Share