souljahphotoSiapa yang tak kenal raja pensi ibu kota ini? Hampir semua muda – mudi Jakarta mengenalnya. Souljah yang sudah tidak asing ini lagi ini.  menarik banyak perhatian orang karena lagu – lagunya yang earcatchy dan mudah di hapalkan. Lewat album “This Is Souljah” yang dirilis tahun lalu band ini semakin meroket. Tawaran manggung di beberapa kota besar hampir setiap akhir pekan. Kepada Mave mereka bercerita bagaimana band ini bisa bertahan sampai sekarang dan bercerita juga bagaimana mereka cara memperlakukan Braddasouljah (sapaan fans Souljah) agar tetap intens dan selalu dekat dengan  mereka. Okay. Ini dia wawancara Mave dengan Souljah.

Halo Souljah.. Bagaimana kabar kalian semua?

Hai Mave… Kabar kami baik-baik saja… Masih mempersiapkan video music dan juga off air.

Bagaimana album This is Souljah kemarin? sepertinya laris manis dipasaran hehe..
Hahaha. Laris sepertinya overstatement. Jika albumnya sekarang gak ada di kantor, mungkin itu karena habis dibagi-bagi waktu kami manggung. Terlepas dari soal “laris”, kami sampai sekarang masih konsentrasi mempromosikan album This Is Souljah, di antaranya menyelesaikan ambisi kami untuk membuat video music dari semua lagu yang ada di album keempat. Berarti ada 17 video.

Album This is Souljah termasuk album yang lumayan banyak singlenya
dibikin video klip, sudah ada berapa yang dibikin video klip? Dan lagu apa saja?
Single yang resmi dirilis, sih, baru 4: Move On (single teaser), Satu Frekuensi, Jatah Mantan, dan Bilang I Love You. Video yang sudah selesai dibuat dan diupload di Youtube ada Move On, Jatah Mantan, I’ll Be Home, Bilang I Love You, Jangan Sedih Lagi, dan Say You Love Me. Yang sedang dalam proses produksi (saat interview ini dilakukan) Mars Braddasouljah. Jadi PR kami masih banyak.. Hahaha. Masih 10 lagi. Hahaha

Di video klip “Say You Love Me” kalian syuting diatas gunung yang ada di Jawa Timur dan itu keren banget hehe.. Ceritain dong gimana prosesnya?

Terima kasihh.. Kami seneng kalau pada suka. Itu agak sedikit nekat dan lelah banget. Karena kurang tidur. Hahaha… Kebetulan dari jauh hari kami sudah tau akan ada jadwal off air di sekitar Banyuwangi. Lalu kami memutuskan untuk coba bikin video music di sekitar area tersebut. Dari hasil diskusi kami dengan teman-teman di Banyuwangi, akhirnya kami memutuskan untuk shooting di Puncak B29, Lumajang, sekitar 3-4 jam perjalanan naik mobil dari Banyuwangi kota. Kami baru kelar manggung itu jam 11 malam, jam 12 malam kami sudah berangkat dari hotel. Sampai puncak B29 sekitar jam 6. Kami harus buru-buru shooting, karena awan-awan yang cantik menutupi lembah itu cuma ada sampai jam 8 pagi. Lewat dari situ gak ada lagi. Jadi kami kira-kira selesai shooting jam 9 atau jam 10 pagi. Itu dingin-dingin gak pake jaket… Hahaha.. sambil nyanyi-nyanyi ada lah kami menggigilnya.  Hahaha

Kenapa disetiap video klip kalian selalu mengambil setting di alam raya?
Termasuk single “Jangan Sedih Lagi”?

Gak selalu, sih… Jatah Mantan dan Bilang I Love You enggak. Itu di studio. Tapi memang akhirnya kami berdiskusi lagi dan memutuskan untuk lebih banyak menjadikan alam sebagai lokasi shooting. Alam Indonesia bagus-bagus. Banyak yang orang gak tau juga. Kenapa gak dipromosikan? Kami kan kebetulan suka ada off air di kota-kota lain, jadi sekalian aja.. promoin alam dan kota yang kami singgahi. Seru-seru. Kami suka takjub sendiri. Seperti yang di Marros… kami nganga-nganga melihat pemandangannya waktu kami naik sampan. Di B29 juga. Melihat awan-awan menutupi lembah dikelilingi pegunungan itu luar biasa banget. Tuhan memberkati Indonesia dengan sebegitu banyak tempat indah.

Oh iya, kalian juga sedang menggarap video klip baru untuk single “Mars
Bradda Souljah” ya sekarang? Itu mengambil setting di alam juga ngga? Sudah berapa jauh proses video klip ini?

Iya. Untuk Mars Braddasouljah kami setting-nya sambil camping manis dengan Braddasouljah di acara Big Gathering Braddasouljah akhir Juli lalu. Kami memang punya acara liburan bareng rutin dengan Braddasouljah. Biasanya kalau gak ke pantai ya ke gunung. Hehe. Untuk yang video klip Mars Braddasouljah, lokasinya di Ciawi, Bogor. Ada juga alamnya, karena sambil camping. Hehehe. Sekarang prosesnya sudah di editing. Jadi dalam waktu dekat sudah bisa dilihat di Youtube. 

Band Souljah termasuk juga band yang sangat peduli terhadap penggemarnya, terbukti kemarin mengadakan big gathering bersama Bradda Souljah. Keseruan apa saja selama big gathering kemarin?

Waaahh… seru bangeeetttt!!! Selain karena ada shooting video klip, ada acara perkenalan yang penuh tawa. Biasa, deh, namanya anak-anak muda suka pada malu-malu. Tapi dicengin dikit langsung pada ketawa. Terus pas api unggun juga seru. Kami memang biasa main akustikan lagu-lagu yang jarang2 kami bawain manggung. Braddasouljahnya request di tempat lah. Cuma yang lain dari Big Gathering kemarin, Braddasouljah yang request dia yang nyanyi. Jadi semacam karaoke, tapi akustikan live band. Jadi.. karaokustik. Hahaha. Terus ada game-game geblek yang akhirnya kita ketawa-ketawa doang sepanjang acara.   
Selain dengan pendekatan yang intens terhadap fans yang diatas, bagaimana cara Souljah biar selalu akrab dengan para Bradda Souljah sebutan fans kalian?

Uhmm… Gimana, ya… Kami selalu menghargai mereka yang selalu mendukung kami. Baik yang dulu-dulu, yang sekarang, maupun yang dari dulu sampai sekarang. Sebisa mungkin, jika memang ada kesempatannya, kami menyempatkan untuk foto bareng atau ngobrol-ngobrol meskipun dari balik barikade. Ada yang kami kenal baik, baik itu yang di Jakarta dan sekitarnya maupun yang di kota-kota lain. Kalau yang di luar kota itu soalnya mengharukan. Misalnya, kami main di Semarang, yang dateng gak cuma yang dari kota Semarang, tapi ada yang dari Kudus, Demak, Pati, Solo, Pemalang, dan sebagainya. Jadi kami yang suka sedih dan ga enak sendiri kalau kami gak sempat untuk minimal foto bersama mereka atau bahkan manggungnya di-cut karena durasi. Selain itu, kami juga mencoba hubungan dengan Braddasouljah via media sosial. Tim dari label kami Bahaya Records membantu kami dalam hal ini. Kami bikin kuis, menjawab pertanyaan mereka, dan sebagainya. Secara pribadi pun kami melakukan hal yang sama (di luar kuis, ya). Kami minimal bilang terima kasih lah kalau mereka nge-tag foto kami di Instagram. Sejauh ini, kami masih punya waktu dan kesempatan untuk menjawabnya. Jadi ya kami lakukan saja sebisa dan semampunya.  

Apa yang membuat kalian sampai bertahan sampai sejauh ini dengan bendera Souljah?

Komitmen. Bertahun-tahun lalu kami memutuskan untuk hidup dari karya kami. Segala daya dan upaya, jatuh bangun kami jalani untuk tetap konsisten dengan komitmen dan tujuan kami. Braddasouljah dan keluarga kami juga yang membuat kami bertahan sampai sekarang. Adalah berkat Tuhan kami bisa sampai sejauh ini. 

Hal terberat apa yang menimpa band ini selama band ini terbentuk sampai sekarang ini?

Ketika harus bayar hutang puluhan juta, tapi personil ada yang keluar, dan fee manggung belum seberapa. Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tiap manggung ya dapetnya sekedarnya, karena buat bayar hutang. Bahkan ada masanya gak dapat uang sama sekali. Mungkin sampai sekarang itu masih yang terberat yang pernah kami hadapai. Soalnya bukan sekedar gak dapet apa-apa, tapi komitmen kami diuji mati-matian. Konsistensi kami dipertanyakan. Trial and error terus. Harus pinter cari cara bertahan hidup. Hehehe

Apa rencana band ini yang belum kesampain sampai sekarang?

Tetep bisa ngeband begini sampai tua. Hahaha.. belom kesampaian kan? Wong belum 70 umurnya. Hahaha. 

Okay last words?

Jangan takut untuk bermimpi. You can start over at any age. Do what you love and make the best out of it. Jangan berhenti belajar dan membuka diri. Laugh a lot. Be happy. 😉

 

Facebook: Souljahmusik

Twitter: @souljahmusik

Related Blogs

    Share