shandya-1Mengawali karir dalam dunia permusikan, duo asal Kepulauan Bangka-Belitung yang beranggotakan Isty Ulfartha (gitar, vokal) dan Ezra Prayoga (flute) merilis single pertama mereka yang berjudul “Linimasa Kini”. Lagu tersebut merupakan sebuah curahan hati tentang keresahan dari dampak negatif kemajuan teknologi yang berimbas pada perubahan interaksi sosial di masyarakat.

Inovasi dalam perkembangan teknologi memang ditunjukan untuk mempermudah kehidupan manusia namun juga memiliki dampak negatif bagi interaksi sosial di masyarakat, yaitu kecenderungan orang-orang menjadi semakin individualis. Hal ini terlihat dari kebiasaan saat berkumpul ketika semakin banyak orang melupakan intensitas diskusi di dunia nyata dan memilih fokus dengan gadget masing-masing hingga menciptakan sebuah penjara tak kasat mata yang akhirnya membatasi interaksi antar sesama bahkan di dunia nyata saat saling berjumpa.

Walaupun bahasan yang diangkat dalam lirik “Linimasa Kini” merupakan sebuah tema yang serius, namun Shandya mencoba menyampaikannya dengan ringan dan bersahabat dibalut pilihan kata-kata kiasan dalam lagu yang mereka hasilkan.

“Memandang para insan tengah bersua, penjara dinding udara…

Tiada yang saling menyapa, mereka buang muka, enggan bercengkrama, sibuk perihal sendiri..”

Lagu “Linimasa Kini”, memiliki nada riang, menyenangkan untuk membangun mood yang ceria walaupun maksud dari lagunya cukup kompleks dan menggelisahkan. Melalui aransemen dan penyajiannya, Shandya menyampaikan keresahan dengan cara yang bersahabat, tanpa ingin menimbulkan kesan menasehati, menggurui, apalagi memprotes keadaan. Nada yang mudah diingat dan melodi yang easy-listening diharapkan dapat membangkitkan kesadaran terhadap keresahan tersebut karena bahasa dari hati haruslah mengenai hati.

“Linimasa Kini” sudah dapat didengarkan di semua platform musik digital pada tanggal 1 Maret 2020. Album perdana Shandya yang berisi delapan lagu pun akan segera rilis dalam waktu dekat dan lagu “Linimasa Kini” akan tersedia didalamnya.

Shandya secara harafiah berarti senja (dari bahasa India) dan juga cahaya (dari bahasa Sansekerta). Band ini berasal dari Kepulauan Bangka-Belitung. Berawal dari pertemuan mereka pada 2018 lalu di sebuah taman di tengah kota Pangkalpinang berdiskusi perihal skena musik di kota mereka, yang pada akhirnya sepakat berkarya bersama dengan Shandya.

=======================================================================================

For More Info:

Instagram: @shandya.official

Youtube: Shandya Official


Related Blogs

    Share