BODY

SEVERAL TIPS TO MAINTAIN YOUR RELATIONSHIP BASED ON NETFLIX ROMANCE MOVIES

Membangun hubungan memang enggak mudah. Namun, mempertahankan hubungan ternyata jauh lebih sulit, loh, Sobat Mavers. Kadang kamu bisa salah bertindak atau gagal mengartikan sikap pasanganmu. Untuk itu, nggak ada salahnya kamu mencoba mencari contoh dan menyimak petunjuk buat menjaga hubungan tetap harmonis. Enggak harus selalu datang dari motivator atau orang yang sudah menikah ratusan tahun, petunjuk menarik untuk menjalani hubungan juga bisa kamu dapat dari film. Di bawah ini Tim Mave Magazine sudah menghadirkan tips-tips buat menjaga hubungan kamu berdasarkan film Netflix!

1. “He’s All That”: Be Honest!

Kental dengan potret remaja masa kini, film He’s All That berkisah soal remaja sekaligus influencer di bidang makeover bernama Padgett Sawyer (Addison Rae). Hidupnya nyaris sempurna berkat popularitasnya di jagat maya. Ia kerap menerima simpati, pujian, dan sponsorship melalui konten motivasional dan makeover yang dibawakannya. Tak hanya itu, ia juga memiliki dua teman dekat yang tajir melintir dan tak kalah populer: Alden (Madison Pettis) dan Quinn (Myra Molloy), serta kekasih tampan yang juga merupakan public figureJordan Van Draanen (Peyton Meyer).

Sayangnya, hidup sempurna Padgett nyaris runtuh akibat dirinya yang tak mampu menahan diri untuk marah dan menangis ketika menyaksikan kekasihnya berselingkuh. Parahnya lagi, aksi Padgett yang menangis hingga mengeluarkan ingus tersiar secara live sehingga membuat image-nya berubah 180 derajat. Ia pun segera mendapat julukan bubble girl, baik dari dunia maya maupun teman-teman sekolahnya. Guna mengembalikan reputasinya, Padgett berniat melakukan makeover dan menjadikan pria culun di sekolahnya–Cameron Kweller (Tanner Buchanan)–sebagai prom king.

Dalam perjalanan mendapatkan pamornya kembali, Padgett justru terlibat taruhan dengan Alden. Situasi menjadi semakin kompleks ketika Padgett dan Cameron memiliki perasaan untuk satu sama lain. Padgett tak ingin menyakiti hati Cam dengan mengatakan bahwa ia sejatinya hanyalah objek taruhan. Padgett yang terus menunda waktu untuk jujur membuat Cam akhirnya mengetahui fakta tersebut dari orang lain. Tak heran jika Cam marah besar dan berniat melupakan waktu-waktu menyenangkan yang ia habiskan bersama Padgett.

Dari film ini, kamu bisa belajar bahwa kejujuran merupakan hal nomor satu yang wajib dimiliki dalam hubungan. Memang terdengar simple dan lame, tetapi kenyataannya, ketidakjujuran untuk hal-hal yang kamu anggap sepele bisa saja terasa amat menyakitkan buat pasanganmu. Jadi, jangan sampai lupa membawa satu hal ini ketika menjalani hubungan, ya, Sobat Mavers!

2. “To All The Boys: P.S. I Still Love You”: Stop Comparing Yourself to Other!

To All The Boys: P.S. I Still Love You sebenarnya merupakan film kedua dari trilogi To All The Boys yang terdiri atas To All The Boys I’ve Loved Before, To All The Boys: P.S. I Still Love You, dan To All The Boys: Always and Forever. Film-film ini merupakan rangkaian film romance terbaik di Netflix sejauh ini (tentunya menurut pendapat Tim Mave Magazine). Alur ceritanya sangat mengalir; konfliknya enggak berlebihan, tetapi tetap relatable buat penonton. Di samping itu, pengembangan tiap-tiap karakter yang ada dalam film juga nyaris tanpa cela.

Film series To All The Boys menceritakan soal remaja 16 tahun bernama Lara Jean (Lana Condor) yang suka membaca dan membayangkan kisah-kisah romantis. Meski demikian, ia enggan menjalani hubungan karena takut berkomitmen. Oleh sebab itu, tiap ia merasa jatuh cinta pada seorang pria, ia akan menulis surat dan memasukkannya dalam amplop dengan nama dan alamat pria yang disukainya. Terdapat total lima surat cinta yang telah ditulis oleh Lara Jean. Ia tak pernah berniat mengirimkan surat-surat tersebut. Baginya, sura cinta yang ia tulis hanyalah sarana untuk mendeskripsikan perasaannya.

Akan tetapi, suatu hari surat-suratnya terkirim secara misterius ke lima pria yang pernah ia sukai, salah satunya adalah Peter Kavinsky (Noah Centineo). Singkat cerita, Peter mengajak Lara Jean untuk berpura-pura pacaran demi membuat mantan kekasihnya Gen (Emilija Baranac) cemburu. Mereka menjalin fake relationship cukup lama hingga akhirnya sama-sama jatuh cinta–bisa disaksikan di film pertama To All The Boys. Akan tetapi, lambat laun, Lara Jean mulai insecure dengan keberadaan gen. Ia terus membanding-bandingkan dirinya dengan mantan kekasih Peter, yang notabene merupakan cewek populer sekolah. Akibatnya, Lara Jean kerap gagal menikmati momen kebersamaannya dengan Peter. Ia sadar bahwa setiap momen romantis yang ia jalani bersama Peter merupakan momen pertama baginya, tetapi yang kedua bagi Peter. Hal itu lantas membuat Lara Jean kehilangan kepercayaan dan mengakhiri hubungannya bersama Peter.

Lewat film ini, kamu bisa belajar bahwa membanding-bandingkan diri dengan orang lain–apalagi mantannya kekasih kamu–bisa bikin hubungan kalian terjun bebas. Seperti yang terjadi pada Lara Jean, sikap membanding-bandingkan diri dan insecurity-nya ternyata membuat seseorang gagal melihat ketulusan pasangan. Kamu perlu sadar bahwa ketika seseorang menjalin hubungan, ia datang bersama masa lalu, masa kini, dan masa depannya. Kalian hanya perlu mengambil masa lalu sebagai pelajaran untuk fokus membangun masa kini serta merancang masa depan.

3. The Kissing Booth: Choose Your Priority!

Menentukan prioritas memang bukan hal muda, ya, Sobat Mavers. Apalagi kalau pilihannya antara sahabat dan kekasih. Mana bisa dipilih? Tetapi, kenyataannya, ketidakmampuan menyusun prioritas dan menjaga keseimbangan antara sahabat dan kekasih bisa bikin hubungan kamu kacau balau. Contohnya, bisa dilihat dari film The Kissing Booth yang terdiri atas tiga season. Film ini mengisahkan soal Elle Evans (Joey King) yang punya sahabat sehidup semati bernama Lee Flynn (Joel Courtney). Memang agak berlebihan kalau disebut semati, tetapi rasanya pas untuk dibilang sehidup. Alasannya, mereka berdua lahir di hari, bulan, dan tahun yang sama, serta selalu menghabiskan waktu berdua sejak kecil.

Mereka pun memiliki belasan (bahkan mungkin puluhan) aturan yang mereka susun saat masih berusia lima atau enam tahun. Dalam aturan tersebut, Elle dilarang untuk menjalin hubungan dengan kakak Lee, Noah Flynn (Jacob Elordi). Maksud Lee sebenarnya baik. Noah memang dikenal sebagai playboy kelas kakap di sekolahnya. Hampir semua perempuan jatuh dalam pesona Noah, kecuali Elle. Sayangnya, benteng pertahanan Elle runtuh saat keduanya bertemu di sebuah Kissing Booth yang didirikan dalam rangka pencarian dana.

Elle yang akhirnya berpacaran dengan Noah terpaksa berbohong pada Lee agar tak kehilangan sahabatnya itu. Di sisi lain, mengakhiri hubungan dengan Noah adalah satu-satunya jalan bagi Elle untuk rujuk dengan Lee. Pada akhirnya, Elle harus memilih untuk memprioritaskan salah satunya. Pasalnya di awal, keduanya terlihat mustahil untuk berjalan beriringan, mengingat rekam jejak Noah dan Lee yang hampir tak pernah akur sejak kecil.

Bicara soal prioritas pacar dan sahabat memang nggak bakal ada habisnya. Akan tetapi, setidaknya melaui film ini, kamu bakal menemukan sosok seperti apa yang layak diprioritaskan–entah itu pacar atau sahabat kamu. Sedikit clue yang bisa diambil dari film ini: kalau pacar atau sahabatmu tak bisa turut berbahagia dengan kesuksesan yang kamu raih, mungkin kamu perlu mengevaluasi hubungan dengan mereka.


Related Blogs

    Share