h

Ekspansi gila-gilaan akibat runtuhnya rezim, bagi sebagian manusia memicu untuk mendapatkan dan mencuri kesempatan, berpacu di tengah sekelilingnya menjadikan sebuah eksplorasi besar-besaran menjadi gelombang tak terbendung. Walaupun panggung masih sedikit, selektif, dan media belum bisa menjadi cermin seperti sekarang, studio rekaman dan alat juga belum terlalu harafiah seperti saat ini. Namun mereka mampu menciptakan bagaimana caranya dapat menarik perhatian, hingga menjadi guyonan seantero jagad raya. Adalah hal yang perlu dipikiran panjang, baik dari cara berpikir, proses, berkarya, hingga strategi kedepannya. Tidak mudah, penuh keyakinan dan diperlukan kesabaran.

Soni Irawan dan Jimmy Mahardikha, pertemanan yang mengambil kesempatan tersebut, ketika rumah tinggal bermusik sebelumnya tidak dapat direnovasi kembali, Soni Irawan sebagai gitaris ‘BOOR’ band bernuansa emo-core dan experimental, lain dengan Jimmy

Mahardhika yang banyak berkutat mengolah reggae bersama ‘Kowena’ sepakat membentuk Seek Six Sick sebagai rumah barunya. Apalagi mereka berangkat dari institusi yang sama dalam pendidikan seni rupa, sebagai salah satu kesetaraan dalam pikiran dan berkomunikasi bukanlah perihal yang menjadi masalah besar tentunya untuk saling menyuntikan energi. Untuk personil sisanya kalau ditulis dalam catatan ini, tidaklah cukup menjadi singkat, akan menjadi tulisan panjang. Selain masing-masing individu yang pernah singgah di sini, alias bongkar pasang, ketika masa permanen mereka mempunyai peran dan latar belakang yang tidak kaku.

Menuju dua dekade, dengan rilisan Vol. 1 (2000), Vol. 2 (2005), vol.3 (2006), dan Vol. 4 (2009) – untuk album terakhir mereka merilis secara digital dan gratis melalui yesnowave net.label milik Wok The Rock seniman Yogyakarta, sisanya secara fisik dirilis dalam bentuk kaset dan CD. Jika ditilik berdasarkan tahun rilisan untuk sebuah kelompok musik, proses berkarya mereka cenderung membutuhkan waktu berpikir panjang. Dalam menjalankan peran dan aktivitasnya di luar kelompok musik sebagai organisasi sekaligus menjadi kolaborator dalam setiap kegiatan musik, ataupun dapat lebih berkembang dengan mengerjakan hobi-hobi ganjilnya di luar kebiasaan bermusik mereka. Melukis! Sangat cukup vulgar, menarik, jelas, beracun sekaligus sangat bersahabat dengan publik luas. Inteferensi mengenai krautrock, psychedelic, cosmic music, rock, seperti; Can, Faust, Harmonia, Cluster, dan kawan-kawan hingga konten rock-experimental Sonic Youth yang menjadi saringan pendengaran Soni Irawan yang gemar menyisakan feedback, pasti dengan sengaja dibenturkan oleh Jimmy Mahardhika yang besar dengan Jimi Hendrix dan Bob Marley. Personil lain pun dengan swadaya menyeimbangkan dengan argumen versi mereka, dan itu sangat normatif. Cukuplah, menjadi pesakitan di wilayah pribadi karya individual mereka saja. Karakter Soni Irawan dan Suparyanto Gatot a.k.a Bofag (Vokalisnya saat ini, itu pun terkadang absen, tidak seintens awal) sudah terlalu keras karakternya dalam menggoreskan sesuatu, belum lagi menyoal gagasan produksi alat gitar dan effect yang memang menjadi senjata dalam performa mereka.

Mereka harus bangun dari mimpi buruk yang indah!

Dengan sengaja kenyamanan mereka diganggu oleh rooftopsoundrecs, label rekaman asal Jakarta, yang didirikan oleh Aghi Narottama dan Ronal Surapradja, berangkat dari memproduksi dan merilis puluhan atau ratusan arsip musik, dan soundtrack film. Akhirnya terpikirkan untuk memformat, menyuguhkan sesuatu hal lain dengan konsep matang, mengarsip kembali dan menjadikan materi yang layak, dan masih berhubungan dengan kegiatan rumah produksi dan label rekaman.

Di tengah ledakan hiatus, energi terhadap improvisasi tak berkesudahan, tidaklah mudah menuliskan dalam pustaka dan mengajak Seek Six Sick berjalan dalam koridor yang sama, mengarsip kembali dengan jarak antar kota, antar propinsi, kamus musik, kebiasaan yang berbeda. Dengan penuh keyakinan, perasaan was-was mencoba menghubungi mereka, namun dalam hati tetap yakin. Berbekal usia, pikiran ada dalam dimensi yang sama. Terlepas dari alih-alih jiwa dan cita-cita luhur memberikan sesuatu yang menarik untuk publik yang terlalu pintar dan sangat mudah mengakses apapun.

Arsip, karya rekaman akhirnya dikumpulkan dengan melewati berbagai rintangan. Dokumentasi tidak lengkap, penyimpanan data hancur termakan usia dan pertumbuhan teknologi, dan sebagainya, pelan-pelan dihadapi bersama. Yakin dengan perjalanan mereka dalam berkarya, menjadi penyemangat paling ampuh. Setelah melewati masa pertemuan singkat, komunikasi jarak jauh, akhirnya pilihan arsip karya mereka dipilih dan dilakukan proses mastering ulang, tidak semata-mata pilihan dilakukan untuk penataan ulang, cukup berat dan penuh hati-hati. Pilihan berdasarkan ciptaan paling keruh, keruh bukan dalam artian sesungguhnya. Karena menggali, menikmati karya mereka, menilik lapisan-lapisan kekeruhan tersebut adalah kenikmatan lain, seperti tengah dihadapkan sesuatu yang abstrak.

Berikut adalah pilihan karya-karya mereka dari Vol. 1 hingga Vol. 3 yang dilakukan mastering ulang, tembang seperti; Rock N’ Roll Suicide, Noise Rock Song, Anti-Macho Rockstar, Supermodel Kill Supermarket Deal, sebagian karya gaya porak-poranda mengingat ketika Soni bermain dengan gitar kawin silang Fender dan JVC atau gitar yang berbalut bulu binatang dan effect buatannya. Menghabiskan Matahari dan Sunshine sangat bersahabat, enak didengar, pakem carut-marut dibiarkan bernegosiasi dengan makna lain, ringan bukan berarti dapat melumatnya sekaligus. Ada dua materi baru yang drills dalam rilisan yang bertajuk “Nothing Perfect Noise” (Reissue & Remastered). Berjudul ‘Pelangi’ sebagai balutan nomor rock-experimental panjang, sederhana, seakan monoton tetapi jika diteliti lebih jauh pengalaman mereka secara pengetahuan dan memproduksi, terlihat dewasa dan tetap janggal. Sedangkan You And Me, mungkin bagi sebagian orang yang sering menghelat pertunujukan mereka, yakin. Dia, saya, dan lainnya sudah tidak terlalu memperdulikan sekitar, mencoba tidak berpikiran melampaui batas seperti mereka. Kurang lebih 19 tahun tetap berkarya dan membagikan pengalaman, dalam kesederhanaan di setiap kesempatan. Seperti perihalnya potret kota Yogyakarta dengan hiruk-pikuk, kebisingan kawasan Malioboro dengan tetap memberi salam, semangat, dan membungkuk ramah.

Seek-Six-Sick_Cover

Seek Six Sick – You and Me

 

Seek Six Sick – Menghabiskan Matahari

================================================================================

Seek Six Sick

Website            : rooftopsoundrecs.com

E-mail                : rooftopsoundrecs@gmail.com

Instagram        : rooftopsoundrecs

Twitter                : rooftopsoundjkt

 

Related Blogs

    Share