ami-zijta gunawanalif kedua-pembicara untitled-1 workshop1 workshop2

Sampoerna University Dorong Pengetahuan dan Kemampuan

Generasi Muda Bali Untuk Memulai Bisnis

 

Bali, 6 Desember 2016 – Saat ini jumlah wirausahawan muda di Bali masih terbilang rendah. Data dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menunjukkan bahwa dari 3,9 juta penduduk Bali, baru 2% diantaranya berprofesi sebagai wirausahawan. Ketertinggalan ini harus segera dikejar, terlebih mengingat tahun ini Masyarakat Ekonomi ASEAN telah dimulai. Dengan terciptanya pasar bebas di bidang permodalan, barang, jasa, serta tenaga kerja, sangat penting bagi Bali sebagai wilayah yang memiliki posisi dan peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional untuk terus mempersiapkan wirausahawan muda berkualitas yang mampu memajukan negara sekaligus bersaing di tingkat internasional.

Menyikapi hal ini, Sampoerna University menggelar talkshow dan workshop bertajuk “Step by Step Guide to Start Your Business” yang mengangkat dunia wirausaha sebagai salah satu pilihan bagi generasi muda dalam berkarya di masa depan. Sebagai inspirasi, acara ini menghadirkan sosok yang telah sukses dalam berwirausaha dan memberikan kontribusi positif pada perekonomian lokal, yaitu Ami Zijta selaku founder dari fashion label lokal ternama di Bali, Amiga.

Dr. M. Gunawan Alif selaku Wakil Rektor Sampoerna University yang turut hadir di acara ini menyampaikan, “Di tengah persaingan ketat dunia kerja yang terjadi saat ini, munculnya para wirausahawan muda Indonesia yang berhasil merintis usaha mereka hingga dikenal di mancanegara merupakan sebuah kontribusi besar yang mampu memperkuat struktur perekonomian bangsa, sekaligus menciptakan lapangan kerja yang lebih luas untuk menyerap tenaga kerja lokal. Seiring dengan kompetisi yang semakin ketat di era MEA ini, upaya untuk membangun wirausaha-wirausaha baru perlu untuk terus dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya.”

Salah satu faktor yang terpenting adalah sektor pendidikan yang mampu mendidik dan membentuk calon wirausahawan yang andal, dan mampu berkompetisi di level internasional. Sampoerna University menjawab tantangan tersebut. Sebagai bagian dari Sampoerna Schools System yang menerapkan sistem pendidikan Amerika, Sampoerna University menjalin kerja sama dengan Universitas ternama Oregon State University, khususnya di bidang ekonomi dan bisnis. Kerja sama ini memberikan kebebasan untuk mahasiswa dalam memilih, apakah mereka akan melakukan studi sepenuhnya di tanah air, atau memadukannya dengan pengalaman berkuliah di Amerika. Di akhir masa studi, mahasiswa juga akan mendapatkan degree dari Indonesia, maupun Amerika yang diakui secara internasional.

Sampoerna University juga mengembangkan kemampuan berpikir dan berkarya mahasiswanya dengan menerapkan pengajaran berbasis project-based learning. Pendekatan ini menghadapkan mahasiswa kepada berbagai kasus nyata yang terjadi di dunia usaha. Hal ini diharapkan akan mendorong kreativitas mahasiswa dan membiasakan mereka dalam beradaptasi pada berbagai perkembangan teknologi, sosial, maupun industri terkait. Akhirnya, mereka akan memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah dan siap berkompetisi di tingkat nasional maupun global.

Untuk menjadi wirausaha yang kompeten di tengah persaingan, Dr. Gunawan menekankan bahwa tahap perencanaan bisnis merupakan hal yang sangat vital, karena salah satu kunci sukses memulai usaha adalah adanya kemampuan menuangkan ide-ide atau gagasan cemerlang yang kreatif dan inovatif melalui perencanaan yang matang. Tak hanya itu, ide tersebut harus mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan berpijak pada fakta dan tujuan yang realistis. Dengan demikan, kita dapat menetapkan tujuan utama bisnis kita, skala prioritas, dan akhirnya menetapkan target.

Pada acara ini, Sampoerna University ingin mendorong generasi muda Bali untuk berpikir kreatif dalam menyusun perencanaan bisnis sehingga mampu memenangkan kompetisi yang kini sudah memasuki peradaban kreatif, yaitu peradaban yang menempatkan kreativitas dan inovasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi.

Ami mengungkapkan pengalamannya, “Untuk saya, bagian penting dari perencanaan bisnis adalah misi yang jelas dan diferensiasi produk yang orisinil. Terinspirasi dari bahasa Spanyol ‘Mi Amiga’ yang berarti ‘My Girlfriends’, saya menciptakan brand Amiga di tahun 2013 dengan misi mengajak semua wanita untuk saling mendukung dalam mengekspresikan diri mereka melalui fashion. Amiga ingin mengangkat fashion sebagai medium bagi para konsumen untuk merasa percaya diri dan cantik, sebagaimana sejatinya seorang wanita.”

“Dalam hal diferensiasi produk, Amiga ingin membantu para wanita menonjolkan kecantikan mereka dengan memilih gaya yang sesuai dengan kepribadian. Oleh karena itu, keunikan Amiga terletak pada keragaman desain yang begitu kaya, dari mulai desain yang elegan, vibrant, hingga penuh warna sehingga para wanita dapat memilih koleksi yang paling sesuai dengan selera dan gaya mereka. Dengan mengangkat keterampilan dan jiwa artistik para pengrajin lokal, koleksi Amiga terbuat dari bahan yang nyaman dengan detail manik-manik yang dijahit secara manual, sentuhan bordir, dan juga aksen print yang penuh warna,” lanjut Ami.

Untuk mengikuti jejak sukses para wirausahawan muda seperti Ami, selain perlunya mengasah kreativitas, hal lain yang harus diperhatikan adalah memahami pentingnya akuntabilitas. Saat mengeksekusi sebuah bisnis, seorang wirausahawan harus mampu melakukan pendataan, menganalisa penjualan dan membuat laporan manajemennya dengan baik. Oleh karena itu, salah satu penekanan pembelajaran di Sampoerna University adalah melalui pemberian literasi bisnis dan keuangan sehingga nantinya mereka dapat menjadi pebisnis yang memiliki akuntabilitas tinggi, bertanggung jawab, serta mudah untuk berkembang dan mendapatkan kepercayaan dari para investor.

Melalui workshop hari ini, Sampoerna University secara khusus mengajak lebih dari 70 orang pelajar dari 5  SMU di Bali untuk mempelajari langkah demi langkah perencanaan bisnis yang baik. Dimentori oleh Ami Zijta dan Dr. Gunawan Alif, para peserta secara berkelompok dilatih untuk membuat business plan, memetakan strategi dan peluang bisnis, dan mempresentasikannya di depan seluruh peserta workshop. Artinya, selain mengasah intuisi dan kemampuan melihat peluang bisnis, mereka juga didorong untuk lebih percaya diri dalam mengkomunikasikan ide mereka.

Di penghujung acara, Dr. Gunawan berharap para calon mahasiswa yang hadir hari ini dapat semakin menyadari pentingnya mempersiapkan diri sedini mungkin dalam meraih kesuksesan. Salah satu caranya adalah dengan memilih pendidikan berkualitas yang dapat membentuk mereka menjadi pebisnis intuitif dan andal di masa depan guna menjawab tuntutan kebutuhan peningkatan jumlah wirausahawan yang mampu membawa perekonomian Indonesia berjaya tak hanya di nusantara, tetapi juga di dunia internasional.

 

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Putri A. Sasongko                                                                                Ludyana Savitri

PR & Publicity Manager                                                                     Consultant

Putera Sampoerna Foundation                                                         Alchemy Creative Communications

Telp. Tel: (021) 577 2340 Fax: (021) 577 2341                             Telp. 021-7399922

E-mail. putri.sasongko@sampoernafoundation.org                       Email. ludyana@alchemy.co.id

Related Blogs

    Share