sajama-cutSajama Cut merilis video klip kelima dari album teranyar mereka, Hobgoblin. Kali ini, giliran laguRest Your Head on the Day yang mendapatkan interpretasi visual.

Video klip untuk lagu penutup dari Hobgoblin ini disutradarai oleh Randy Apriza Akbar, sangpembetot bass. Uniknya, Randy membuat video klip Rest Your Head on the Day bergaya dokumenter pendek tentang daerah-daerah terpinggirkan di Jakarta.

“Awalnya gara-gara kakak ipar gue yang orang Belanda penasaran banget sama daerah kumuh Jakarta. Ketika cari informasi diinternet, ternyata ada yang menyediakan tur ke daerah-daerah tersebut. Yang daftar tur itu dikenakan tarif pake mata uang negara masing-masing dengan tujuan untuk charity terhadap anak-anak yang kurang mampu tersebut,” ucap Randy.

Randy, yang juga ikut tur tersebut, mengaku banyak pelajaran yang ia dapatkan dari kegiatan itu. “Buat gue pribadi gue ngerasa sangat bersyukur akan kehidupan gue sekarang dibandingkan dengan mereka. Tapi yang lebih hebatnya adalah anak-anak ini tetap bisa bergembira dan ceria tanpa memikirkan kesulitan apapun,” lanjutnya.

Kehidupan mereka menjadi inspirasi Randy untuk membuat video berdurasi 7 menit 17 detik ini. “Gue pikir Rest Your Head on the Day cocok untuk video ini di mana kita terkadang jenuh akan aktivitas dan masalah yang lo hadapi, dan lo harus melihat bahwa banyak orang yang lebih kesusahan dibandingkan diri lo sendiri. Bersyukur adalah menjadi hal utama dalam hidup,” paparnya.

Tentang Sajama Cut

Sajama Cut terbentuk pada tahun 1999 di Jakarta, Indonesia dan dikenal sebagai salah satu band yang meledak pada era musik independen awal 2000-an. Mereka telah merilis 4 album, sejumlah  mini album yang banyak mendapatkan pujian dari khalayak dan kritisi musik dalam dan luar  negeri, serta berpartisipasi di beberapa soundtrack dan album kompilasi, termasuk di antaranya  film “Janji Joni” dan juga “JKT: SKRG” yang legendaris. Single mereka. “Less Afraid,” “Fallen Japanese,” “Alibi,” “Painting/Paintings”, dan “Fatamorgana” menembus posisi pertama di beberapa chart di radio.
Sajama Cut telah menerima banyak liputan dan apresiasi dari publikasi seperti Rolling Stone, HAI, Nylon, Esquire, Trax, FHM, The Jakarta Post, etc. Mereka juga telah tampil di beberapa siaran  langsung di TV seperti Indonesian Morning Show, beberapa acara di MTV Indonesia, Radio Show, etc.

Sajama Cut telah bekerja dengan beberapa musisi dan videografer dari Amerika Serikat, Inggris, Luxembourg, Jerman, Singapura, Jepang, Norwegia, Swedia, Belanda dan sebagainya.

Sajama Cut telah tampil di banyak konser, diantara dengan band-band kelas dunia seperti Asobi Seksu, MGMT, The Whitest Boy Alive, Ruins Alone, Ken Stringfellow, The Radio Dept., Sore, White Shoes and the Couples Company dan The Brandals.

Band ini terkenal karena keaktifannya dalam berkolaboradi dengan artis artis kontemporer baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk di antaranya Broken Machine Films, Ika Vantiani, Anggun Priambodo, Katherine Karnadi, dan banyak lagi.

Album teranyar mereka “Hobgoblin” yang dirilis pada Juni 2015 secara kilat menjual habis cetakan pertamanya sebanyak 1000 kopi. Album tersebut dirilis di bawah naungan label Elevation Records dalam format vinyl 12″, CD, dan kaset. Dalam album ini, Sajama Cut berkolaborasi dengan 20 pelukis, ilustrator, penulis puisi, videografer dan sutradara sebagai bentuk kampanye promosinya.

Formasi live Sajama Cut pada tahun 2016 adalah: Marcel Thee, Dion Panlima Reza, Randy Apriza Akbar, Hans Citra Patria, Yudhistira (Vague, Jirapah), Muhammad Asranur (Efek Rumah Kaca, Pandai Besi, Max Havelaar), dan Banu Satrio.

 http://facebook.com/sajamacut

http://twitter.com/sajama_cut

http://instagram.com/sajama_cut

http://sajama-cut.com


Related Blogs

    Share