POSTERMenyusul suksesnya gelaran perdana Recollecting yang digelar pada 13 Mei lalu, Sajama Cut akan mengadakan gelaran kedua Recollecting pada 29 Juli mendatang. Recollecting adalah acara reguler Sajama Cut yang akan menampilkan band dan seniman kreatif pilihan band asal Jakarta ini.

“Bagi kita, acara Recollecting #1 kemarin sangat berhasil menghadirkan musisi-musisi yang kita kagumi dalam konteks yang sangat menghibur. Konser-konser intim seperti ini memang seru untuk melihat sisi musisi-musisi ini yang beda dari biasanya,” ucap Marcel Thee, frontman Sajama Cut.

Masih digelar di Sunset Limited, Jakarta, Recollecting #2 akan menampilkan tiga musisi lintas generasi dari Ibukota. Yang pertama ada Ade Paloh bersama Billy Saleh, dua personel Marsh Kids yang juga secara pribadi dikenal lewat aksinya di Sore dan Polka Wars, lalu Adrian Yunan yang dikenal sebagai bassist Efek Rumah Kaca, dan kolektif muda bernama Jirapah. Uniknya, Jirapah tidak akan tampil sendirian karena mereka akan ditemani Bing, alter ego dari Poppy (Efek Rumah Kaca dan Pandai Besi). Kolaborasi Jirapah X Bing ini tentunya patut disaksikan penggemar musik lokal.

“Kali ini, ada Ade, Poppy, Adrian, dan Ken (vokalis Jirapah, RED) – semuanya dari band-band yang sudah nggak bisa dipungkiri lagi tingkat ke-keren-annya. Kita berharap bahwa Sajama Kids dan fans-fans musik ibukota akan berkumpul dan terhibur di Recollecting #2 ini, karena pasti cuman ini kesempatan untuk melihat mereka bermain dalam konteks minimalis seperti ini,” tambah Marcel.

Sedikit informasi soal Recollecting, program ini diciptakan agar Sajama Cut dan fans-fans mereka, Sajama Kids, bisa menikmati musik-musik yang bagus menurut para personel Sajama Cut, tapi mungkin masih kurang terekspos secara baik. Recollecting adalah tempat dimana Sajama Cut dan Sajama Kids bisa sama-sama santai dan berkumpul menikmati musik-musik – dan kedepannya seniman-seniman – yang keren. “Kita juga ingin menikmati semua ini dengan setting-an yang lebih intim, dimana band-band nya juga memainkan pertunjukkan yang lebih hangat dan minimalis,” papar Marcel.

Marcel juga menambahkan Recollecting ini bukanlah gig musik saja, meski dua edisinya menghadirkan penampilan live dari tiga musisi lokal. Recollecting edisi-edisi selanjutnya akan menghadirkan banyak hal, seperti pameran seni, pemutaran film, dan lainnya.

Sebagai tambahan, Recollecting ini berbeda dengan Sajama Club yang sudah dikenal sebagai acaranya Sajama Cut. “Sajama Club lebih berfokus ke format konser musik yang konvensional, sedangkan Recollecting lebih tentang proses menikmati musik dalam suasana yang lebih hangat dan intim. Di Recollecting, kita juga tidak akan sering tampil, tapi lebih hadir sebagai host dan kurator dari musik-musik dan seniman-seniman yang kita gemari,” ungkap Marcel.

Recollecting akan menampilkan set intim, lagu-lagu yang jarang dibawakan, dan teman-teman baru. Sangat berbeda dengan acara biasanya. Recollecting #2 digelar gratis. Selain itu, akan ada paket pre-order t-shirt Recollecting yang akan dicetak terbatas. Sampai jumpa di Sunset Limited., 29 Juli mendatang, pukul 20.00 WIB!

=================

Tentang Sajama Cut

sajama-cutSajama Cut terbentuk pada tahun 1999 di Jakarta, Indonesia dan dikenal sebagai salah satu band yang meledak pada era musik independen awal 2000-an. Mereka telah merilis 4 album, sejumlah  mini album yang banyak mendapatkan pujian dari khalayak dan kritisi musik dalam dan luar  negeri, serta berpartisipasi di beberapa soundtrack dan album kompilasi, termasuk di antaranya  film “Janji Joni” dan juga “JKT: SKRG” yang legendaris. Single mereka. “Less Afraid,” “Fallen Japanese,” “Alibi,” “Painting/Paintings”, dan “Fatamorgana” menembus posisi pertama di beberapa chart di radio.

Sajama Cut telah menerima banyak liputan dan apresiasi dari publikasi seperti Rolling Stone, HAI, Nylon, Esquire, Trax, FHM, The Jakarta Post, etc. Mereka juga telah tampil di beberapa siaran  langsung di TV seperti Indonesian Morning Show, beberapa acara di MTV Indonesia, Radio Show, etc.

Sajama Cut telah bekerja dengan beberapa musisi dan videografer dari Amerika Serikat, Inggris, Luxembourg, Jerman, Singapura, Jepang, Norwegia, Swedia, Belanda dan sebagainya.

Sajama Cut telah tampil di banyak konser, diantara dengan band-band kelas dunia seperti Asobi Seksu, MGMT, The Whitest Boy Alive, Ruins Alone, Ken Stringfellow, The Radio Dept., Sore, White Shoes and the Couples Company dan The Brandals.

Band ini terkenal karena keaktifannya dalam berkolaboradi dengan artis artis kontemporer baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk di antaranya Broken Machine Films, Ika Vantiani, Anggun Priambodo, Katherine Karnadi, dan banyak lagi.

Album teranyar mereka “Hobgoblin” yang dirilis pada Juni 2015 secara kilat menjual habis cetakan pertamanya sebanyak 1000 kopi. Album tersebut dirilis di bawah naungan label Elevation Records dalam format vinyl 12″, CD, dan kaset. Dalam album ini, Sajama Cut berkolaborasi dengan 20 pelukis, ilustrator, penulis puisi, videografer dan sutradara sebagai bentuk kampanye promosinya.

Formasi live Sajama Cut pada tahun 2016 adalah: Marcel Thee, Dion Panlima Reza, Randy Apriza Akbar, Hans Citra Patria, Yudhistira (Vague, Jirapah), Muhammad Asranur (Efek Rumah Kaca, Pandai Besi, Max Havelaar), dan Banu Satrio.

http://facebook.com/sajamacut

http://twitter.com/sajama_cut

http://instagram.com/sajama_cut

http://sajama-cut.com

Media Relation: Alvin Bahar

08978175132

alvinbahar93@gmail.com

Booking: SRM Band Management
+62818496654
srmbandmanagement@gmail.com

Related Blogs

    Share