3

RUANG BAUR SENI: FRAKSI EPOS 2022 // DUA BULAN BERGOTONG LORONG

Selama dua bulan, dari 5 Februari hingga 27 Maret 2022, South Beach – Discovery Shopping Mall, KutaBali akan mengadakan perhelatan kesenian bertajuk Ruang Baur Seni : Fraksi Epos 2022.  Ada 6 galeri pameran dari sejumlah gerakan seni, diskusi wacana, lokakarya, musik, pertunjukan serta 100 pelaku kesenian urun daya dalam menyemarakkan acara. 

Fraksi Epos menyadari pertumbuhan kelompok kesenian memiliki daya ruangnya masing-masing. Kelompok-kelompok tersebut berkembang secara organis dalam nalar logika jaringannya. Hingga pada suatu muara membentuk skena atau wilayah hasil dari kerja berjejaring. Dalam keberlangsungannya itu mereka menggulirkan wacana, ilmu pengetahuan serta berbagai kemungkinan lainnya. Premis tersebut membentuk berbagai wilayah skena yang bergerak terus menerus yang mungkin saja akan beririsan dengan skena lainnya, atau tidak sama sekali.

Melihat berbagai skena yang tumbuh itu, Fraksi Epos mencoba dengan sengaja mempertemukan kelompok-kelompok kesenian, untuk saling bertukar cara kerja, isu, serta narasi yang dijunjung. Jauh ke depan dalam rangka membangun ekosistem yang kritis, penuh energik serta tanpa sekat. 

8 2

Sepintas Tentang…

Ruang Baur Seni menyatakan semacam ruang-wadah untuk bertemu bagi kawan seniman. Sementara Fraksi dalam bahasa Indonesia berarti bagian kecil – pecahan, kemudian berkembang lebih lanjut menjadi kelompok dalam badan legislatif yang terdiri atas beberapa anggota yang sepaham dan sependirian. Sementara Epos ialah syair panjang yang menceritakan riwayat perjuangan seorang pahlawan.  

Secara garis besar dua padanan kata FRAKSI EPOS ialah pecahan-pecahan kecil dalam satu satuan cerita panjang kepahlawanan. Lebih jauh dalam Fraksi Epos Pecahan ini berupa komunitas, kelompok, ruang kreatif, sanggar seni dan gerakan kolektif . 

Jika pengertian ini digiring dalam memandang sistem masyarakat bekerja, ada komponen-komponen kecil yang bergerak satu sama lainnya. Komponen ini saling terhubung, saling memberi dampak, saling erat bersimpul untuk mewujudkan satu ruang yang lebih besar. Komponen ini tentu saja memiliki perbedaan, yang sering kali menimbulkan kesalahpahaman, ketidakselarasaan dan ketidakseimbangan. 

Untuk itu dalam Fraksi Epos  perbedaan diusung sebagai tanda dialektika untuk membentangkan garis merah kesatuan, serta mencari pemahaman-pemahaman baru dalam rangka mewujudkan keseimbangan lingkungan kesenian. 

Dalam Fraksi Epos kami mencoba untuk mempertemukan kawan-kawan yang mungkin selama ini berbeda alur kerja, sama-sama bekerja seni tapi tidak pernah bertemu. Pertemuan itulah yang diharapkan, lalu dapat menumbuhkan kerja-kerja kolaborasi selanjutnya, mungkin ini (acara) bisa dibilang embrio pertemuan” ujar Fauzi Lyanda selaku Project Manager

7

Gotong Lorong 

Untuk mewujudkan satu pemahaman dalam kelompok yang berbeda diperlukan satu kebersamaan Gotong Royong. Aktivitas ini sangat familiar kita dengar pada rantai paling kecil sistem masyarakat. Gotong Royong tidak lagi menyoal perbedaan, mendebat untuk menuju keseragaman, namun pada tataran kesadaran untuk menjadi manusia yang utuh dalam mewujudkan keharmonisan ditengah lingkungan yang penuh dengan strategi kepentingan. 

Kesadaran gotong royong ini, membawa Fraksi Epos untuk menyibak lorong-lorong gelap pemahaman, dengan regulasi ilmu pengetahuan dalam bentuk pameran, pertunjukan, diskusi, lokakarya dan lain sebagainya. Hal ini untuk memberi stimulus ide, gagasan atau inspirasi  kepada setiap pengunjung yang  bersinggah di lorong tersebut.

Fraksi Epos, mengajak untuk ber-Gotong Lorong yang juga sebagai tema acara, dalam merajut perbedaan untuk memberi perenungan kepada kita dalam menopang gerak masa depan agar lebih sigap dalam menyikapi semua kemungkinan. 

E 6 5

Gelaran Bentuk 

Adapun 6 Galeri Pameran dari Pinkygurl MACAN Studio, Yayasan Peduli Setan (Yaps), SUKSMA BALI, Studiodikubu, Black Menu dan DUE HATUE. Ke enam pameran ini akan berlangsung selama dua bulan, dengan mengusung tema masing-masing, selain pameran karya mereka menyelingi dengan lokakarya, diskusi, pertunjukan, presentasi karya dan pesta. Para pengunjung Fraksi Epos dapat berkunjung, selain melihat pameran juga dapat berdialog dengan para punggawanya untuk memberi masukan, wawasan atau tukar tangkap gagasan untuk menyempurnakan gagasan seniman dalam karya selanjutnya. 

Sebut saja Black Menu yang dibesut oleh dua seniman muda, Made Agus DarmikaSolar dan Satrianing DanuragaAga. Mereka memindahkan studio Black Menu ke ruang pameran, untuk mengimplementasikan tema mereka, Ngejot. Ngejot ialah tradisi saling berbagi baik material maupun sumber daya lainya dalam rangka menjaga hubungan sosial dan rasa persaudaraan dalam satu lingkup ruang sosial tertentu. Melalui praktik sosial ini tradisi kolektifitas terus dirawat dalam perkembangan sosial kemasyarakatan kita. 

Spirit Ngejot tersebut oleh Black Menu diaplikasikan dalam praktik dan metode berkesenian. Black Menu akan berkolaborasi dengan dua orang perupa muda Bali dengan karakter dan pendekatan artistik yang berbeda. Yang pertama adalah Kadek Agus Mediana Adi Putra perupa muda yang intens dengan riset dan eksperimennya selama ini tentang warna dan cahaya. Karya – karya Agus bergerak dalam penjelajahan aspek intermedia seperti instalasi, kinetik, dan lain sebagainya. Yang kedua adalah Gusti Dalem Diatmika perupa muda yang intens pada pengolahan material tanah keramik. 

Kerja Ngejot tersebut dapat disaksikan selama dua bulan di ruang pameran mereka, bahkan tidak menutup kemungkinan para kawan lain dapat berperan dalam membentuk karya mereka. 

Ada yang terlupa dalam sebuah karya, khususnya seni rupa, karena saya orang seni rupa ya. Prosesnya ya itu, Ngejot itu, saya ingin menampilkan proses dalam pameran ini. Proses itu adalah karya itu sendiri dan sama-sama memiliki nilai penting” ujar Made Agus Darmika – Solar saat di wawancara di Studio Black Menu beberapa waktu lalu.

Selain pameran ada pula gelaran karya musik oleh Putu Septa, Karina Sokowati, Yogi Sugiartha, Janu Janardhana, Sraya Murtikanti, ghOstMiSt, Pasek Wijaya, Cakravala, Stism x Sero, Warung Dystopia, Kuntari, Hulubalang, Non Archive, Kadapat, Rollfast, Fraktal, Tantra, Bwah.spatium, Gumatat Gumitit Go Spell, Kasimyn, Reza TOD, Yennu Ariendra, Jonas Sestakresna, Sandy Winarta, Reaktor, Pande Anagha, Teater Kalangan, Grey Audio Lab, Dea Barandana, Marlowe Bandem, Kukuh Rizal, Kusuma Widhiana, Kismin Boys x Lazy Susan, Dis-Print Kultur, Kebun dan Binatang, Mera, Paddygrooves Radio, Siji dan Etalase, Kerta Art, Kaset Kulcha, Oradanta, Orbitware, Peaches, Raka Ibrahim, Skullism Records, Dive Collate, Soulfood, Baguk, Gilang, Bayu Agastya, Jordy Bikin Minum dan praktisi seniman lain.

Silahkan hadir dalam untuk ber-Gotong Lorong bersama, serta menciptakan kemungkinan – kemungkinan untuk memintas zaman yang kian beradu cepat lajunya.

=======================================================================================

For more info

Instagram:@fraksiepos

Related Blogs

    Share