THEBAHAMAS1Pada Akhirnya..! The Bahamas bersama Rooftopsound Recs, menghelat Bandung sebagai tempat pertama bagi kolektif #SkateRock yang lahir dan besar disana. Apakah akan ada tempat-tempat berikutnya? Mungkin, Gini Aja..! Dulu…

Bandung bukanlah lagi sebagai ranah kenangan saja bagi kolektif yang baru saja untuk memutuskan kembali bersama-sama dan ingin bersenang-senang, jika membaca tanda mereka sebelumnya yang mengkultuskan tidak pernah bubar, berarti Bandung merupakan tempat keramat bersemayam jiwa musik mereka. Ini bukanlah pula sebuah ajang reuni, tidak lebih karena rasa kekangenan bermusik dalam emosi lebih berbeda, setelah masa silang masing-masing personilnya. Tidak merupakan satu kebetulan, sepertinya ruh mereka lahir dalam keadaan lain saat ini. Penghargaan terhadap proses kedewasaan selama 13 tahun dalam proyeksi dan perjalanan selama kurun waktu tersebut.

Senang-senang dimulai ketika data arsip dokumentasi mp3. dari rilisan-rilisan mereka sebelumnya, ditawarkan oleh Xonad kepada Rooftopsound Recs, bagaimana menyelamatkan arsip tersebut menjadi baik, dan tersimpan luas tidak menjadi bad sector — Era digital ini lebih memberikan keleluasaan, bebas dan menyenangkan jika kita mengarunginya. Perasaan Ronal Surapradja, sebagai pemilik dan penentu rilisan Rooftopsound Recs tidaklah jauh dengan penghargaan, terutama terhadap arsip yang ditawarkan untuk dirilis. Singkatnya menjadi album penuh The Bahamas “Gini Aja..!” Yang dipoles baru dengan gaya kekinian tanpa merusak semua tanda makna dalam arsip tersebut, terasa lebih sangar.

bahama02

Singkatnya 2019 — April Mop setelah menjadi penanda, keterkaitan terus dilakukan dalam proses memaknai The Bahamas bergulir serasa terus mendobrak, apa yang harus terus dilakukan dengan gejolak barunya? Bandung, Braga merupakan wilayah cult bagi khalayak sampai saat ini, terlepas The Bahamas pernah membagi-bagikan kondom di aksi kontroversi dalam marka Braga, yang monumental. Disana dari jaman dahulu tempatnya berpesta, tempat semayam keindahan cahaya, menggeser sejarah culiknya. The Bahamas yang telah terculik oleh Braga, sampai berani mengambil salah satu tempat disana sebagai tempat pesta rilis “Enjoy” E.P mereka yang dirilis oleh Spills, sekitar tahun 2004 saat itu. Kita tidak berusaha untuk bernostalgia sebagai kait-kelindan semata, realita ingin kembali merasakan pesta ditempat sakral bagi Bandung, yang melahirkan kami-kami untuk terus berkarya, serta merasakannya, sampai saat ini. Khususnya The Bahamas enggan merubah posisi kiblat keberadaannya, walaupun salah satu personilnya telah menetap di Jakarta, justru melahirkan rapalan doa-doa baru sebagai cara kerja ekspresi berkarya kembali. Secara khusus mereka – The Bahamas kini lebih menarik, tertarik untuk menafsir lebih dekat sekaligus mendalam mengenai jejak-jejaknya, sebagai “momentum” mengenalinya sebagai tradisi.

Mari Ber-Pesta!

=======================================================================================

For more info:

Instagram: @rooftopsoundrecs

www.rooftopsoundrecs.com


Related Blogs

    Share