1Terhitung sudah genap dua tahun proyek kompilasi ini tertunda. Mulanya rilisan ini direncanakan dapat meluncur manis tiap akhir tahun sebagai paket kaleidoskop, tapi keadaan tidak berkata demikian. Setelah melewati beberapa kali pertemuan, brainstorm, hingga kejenuhan, terpikirkanlah satu kata yang cukup mewakili semuanya; outtatime. Karena keterlambatan tak bisa dihindari, justru perlu tetap diabadikan sebagai cerita menarik ke depannya.

Dengan titel Ronascent Compilation Outtatime, kompilasi rutin dari Ronascent ini bisa segera dinikmati secara digital bebas unduh 15 September mendatang melalui situs www.ronascent.biz. “Merekam histori tidak perlu menunggu 1 sampai 5 dekade ke belakang. Coba lihat setahun atau dua tahun ke belakang saja, banyak yang perlu diabadikan jadi satu benang merah untuk menyimpulkan satu bahasan dan alasan. Outtatime coba menjawab itu semua. Apa yang terjadi dalam pergerakan musik Kota Surabaya bisa kalian dengarkan dalam satu jam untuk kemudian mendapatkan jawabannya masing-masing,” jelas Ian Darmawan, produser eksekutif kompilasi tersebut.

2Membaurkan dua edisi dengan karakterisiknya masing-masing. Tahun 2015 dengan dominasi underground, wajah lama, dan nama baru berpadu manis bersama rilisan-rilisan 2016 yang jauh lebih variatif. Overall, kedua sisi waktu ini mempunyai dinamika rollercoaster; diawali dengan santai, diakhiri dengan kencang, begitu seterusnya. Intinya, memang itu keadaan yang selalu dirasakan scene musik di kota ini. Berpikir santai, butuh waktu menunggu panas, bahkan harus tertinggal lebih dulu untuk tancap gas, epic! That’s way, tentu terasa jelas seperti apa atmosfer kota ini? Sebenarnya produktif, tapi (kurang) adaptif.

Sebuah kesempatan mahal untuk bisa mendapat restu merembukkan 14 nama keren dalam kurun waktu dua tahun ke belakang. One hit wonder pemberi sinyal kebangkitan dari Ampun Women di dapuk jadi pembuka menggiring ke dua kelompok ska & grunge/alternatif gaek yang coba menggenggam generasi berikutnya. Dan Hecht terlihat sebagai ambient baru yang perlu diperbincangkan bersama sang konsisten Fraud, si kencang Humanure dan sound purba ala Hawk.

Menutup dengan geluduk gelap di lagu terakhir side 2015, suara ombak langsung terdengar menyegarkan diiringi instrumentalia duo Pathetic Experience. Dari sini, warna musik yang tersaji di 2016 makin ramai. Pig Face Joe yang baru saja bangkit menjelma jadi sosok perakit punk untuk kembali. Rooster hardcore yang punya kualitas geram dan meyakinkan, Hold, sampai band yang selalu ditunggu untuk meluncurkan single pertamanya Rasvan Aoki. Awan gelap kembali datang, Senandung Sore yang dulu terdengar hijau, kini mendadak hitam. Makin kelam dengan drone berdosis tinggi The Evening Wolves sampai pada puncaknya Valerian mempertontonkan power metal yang dulu begitu lekat dengan kota ini.

Finally, beberapa lagu baru muncul khusus di kompilasi ini. Bebas untuk diunduh dan di konsumsi secara bijak. Jangan jadikan kompilasi ini hanya sebagai predator memori hardisk. Jadikan Outtatime sebagai sensasi baru menikmati atmosfer scene musik Kota Pahlawan yang (katanya) selalu berjalan lebih lambat dari kota lain.

Facebook: Ronascent

Twitter: @Ronascent

Instagram: @Ronascent

Youtube: Ronascent


Related Blogs

    Share