RIFAN KALBUADI - Body

RIFAN KALBUADI // RILIS SINGLE “THE COLOR BLUE”

Penyanyi/penulis lagu berusia dua puluh enam tahun bernama Rifan Kalbuadi belakangan ini terus menanjak, dan berbekal falsetto yang menghipnotis, Rifan kembali dengan single terbarunya “The Color Blue”.

Semakin dekat dengan rangkaian singleThe Unsettled” Rifan yang telah ia keluarkan sejak Maret 2020, “The Color Blue” adalah binatang yang berbeda sama sekali; terbungkus dalam suasana yang lebih menyenangkan dan menampilkan lirik yang jujur ​​dan menyenangkan yang terkadang bersifat samar saat ia mencoba untuk mengungkapkan pikirannya.

“Sudah menjadi niat saya selama ini untuk mengakhiri rangkaian [single] ini dengan suasana dan suasana yang lebih menggembirakan. Setelah mengajak pendengar saya untuk merenungkan dan menghubungkan momen-momen suram saya dengan lagu-lagu saya sebelumnya, saya merasa bahwa akan lebih bijaksana jika saya meninggalkan sesuatu dengan penuh harapan,” kata Rifan yang baru saja menyelesaikan gelar masternya di bidang Hubungan Internasional dari FISIP. Universitas Indonesia.

Lagu yang digerakkan oleh gitar ini sebenarnya ditulis pada tahun 2017 dan dimaksudkan untuk menjadi intro untuk live set Rifan . Namun, di sepanjang jalan muncul firasat baginya untuk mengubahnya menjadi lagu yang lengkap. Karena Rifan sedang mengalami writer’s block saat itu, ia meminta bantuan salah satu EdoMurdhoAsyathiri, gitaris dan kolaborator sesi Rifan .

Edo mengulurkan tangannya untuk menjahit setiap bagian lagu, mulai dari intro dan verse, hingga chorus-nya. Dia adalah orang yang bertanggung jawab untuk memasukkan progresi akord dan nada yang mungkin terdengar bertentangan dengan lagu bagi pengamat biasa.

Edo adalah penggemar berat John Mayer, jadi jika Anda mendengarkan dengan seksama, progresi akord dan nada dalam lagu tersebut sangat terinspirasi oleh musiknya,” jelas Rifan .

Liriknya ditulis sendiri oleh Rifan saja. Seperti yang telah disebutkan di atas, ia tidak lagi memaksakan liriknya dengan makna yang lebih dalam. Sebaliknya, di “The Color Blue”, mereka mirip dengan ocehannya tentang bagaimana dia menghadapi dan menertawakan kondisinya selama penulisan lagu, ketika dia kehilangan ikatan kasih sayang dan emosional.

“Setelah berjuang untuk tidak terikat dengan kasih sayang begitu lama, kita cenderung terbiasa. Namun, kita sebagai manusia tahu bahwa kita masih membutuhkan [keterikatan seperti itu]. Untuk mengilustrasikannya, ini adalah kondisi yang ironis: menyenangkan sekaligus menyedihkan. Jadi, lirik ”The Color Blue’‘ mengungkapkan keinginan kami untuk menghapus semuanya. Cukup hargai dan rayakan apa yang kita miliki,” tutupnya.

===================================================================================

For more info : 

Instagram:@rifankalbuadi7 

Twitter: @rifankalbuadi

Facebook: Rifan Kalbuadi

Youtube : Rifan Kalbuadi

Spotify : Rifan Kalbuadi

Related Blogs

    Share