Untitled-2

Hujan sudah mengguyur beberapa bagian kota cirebon sejak siang hari pada sabtu kemarin 26 desember 2015, hujan pun masih mengguyur cirebon pada malam harinya, namun kali ini tidak lebih deras dari sebelumnya. Sebuah mobil cukup tua milik RRI Pro 2 Cirebon sudah berada di parkiran dari Famouz Cafe, beberapa tenant pun sudah siap di bagian dalam kafe. Instameet Cirebon, Blind Bottle, Cirebonstore, dan OMKproject yang memamerkan artwork-nya adalah beberapa tenant yang ikut berpartisipasi dalam LIVEFOREVER kali ini. Di edisinya yang ketujuh, LIVEFOREVER yang merupakan inisisasi dari teman -teman Papernoise (newsletter) dan Cirebonstore menggandeng RRI Pro 2 Cirebon untuk menyelenggarakan edisi yang terbarunya kali ini, untuk menyiarkan secara langsung keseluruhan acara melalui siaran radio. Selain music showcase di edisi yang ketujuh ini LIVEFOREVER menyisipikan sesi diskusi mengenai independent records label dengan Marine Ramdhani dari FFWD Records sebagai pembicara.

Hujan kecil masih mengguyur sekitar venue dan sekitarnya, namun penonton yang hadir terlihat sudah memenuhi beberapa sudut tempat acara berlangsung. Acara dimulai sekitar pukul 19.30, Angga dari RRI Pro 2 Cirebon didaulat sebagai pembawa acara pada malam hari itu. Band asal Cirebon Sepeda Hias menjadi penghangat pertama suasana malam hari itu. Membawakan satu lagu dari mereka sendiri dan beberapa cover dari band seperti blur dan Weezer. Sepeda Hias sukses menjadi pembuka yang manis malam hari itu. Selanjutnya acara diisi dengan diskusi santai mengenai “independent records label” bersama Marine Ramdhani dari FFWD Records, dengan moderator Ricky, salah satu editor dari Papernoise. Diskusi berlangsung cukup menarik, beberapa pertanyaan pun sempat terlontar dari para penonton yang tertarik dengan topik yang dibahas pada malam hari itu. Setelah sesi diskusi rampung, selanjutnya adalah Karina Larasati yang tampil mengisi acara. Beranggotakan dua orang pria bermain gitar, Karina Larasati sempat mengecoh beberapa penonton yang mengira ini adalah nama penampil solois perempuan. Membawakan beberapa lagu ciptaan mereka sendiri yang berdurasi cepat, Karina memainkan musik pop dengan melodi – melodi sederhana. menyisipkan dua lagu cover, yang pertama dari band asal Jogja, Kultivasi dengan komposisinya yang berjudul Mainkan Walau Hanya Satu Nada dan satu buah lagu cover Just Like Honey milik Jesus and the Mary Chain. Karina Larasati cukup sukses malam hari itu. LIZZIE menjadi penampil pamungkas pada malam hari itu, penonton yang tadinya hanya duduk dan berdiri cukup jauh dari stage, akhirnya merapat sehingga beberapa meja dan kursi harus sempat digeser terlebih dahulu. Berasal dari Bandung dan beranggotakan empat orang, LIZZIE memainkan musik rock yang cukup berat, namun terlihat bisa dinikmati oleh crowd yang hadir malam hari itu. Tampil dengan durasi yang cukup lama dengan penampilan keempat personilnya yang sangat enerjik, LIZZIE tidak hanya menjadi penghangat, tapi pembakar Famouz Café malam hari itu. Jam belum menunjukan pukul sepuluh ketika LIZZIE menyudahi set-nya malam hari itu, hujan sudah mulai reda namun beberapa penonton masih tetap terlihat berada di venue, beberapa mengobrol, melihat tenant, beberapa bersiap untuk pulang dengan wajah cukup puas. Semoga gig intim seperti ini akan terus berlangsung ke depannya di kota Cirebon.

Untitled-3 Untitled-4 Untitled-5 Untitled-6 Untitled-7 Untitled-8 Untitled-9 Untitled-10 Untitled-11 Untitled-12

Related Blogs

    Share