IMG_7775

Sebuah perhetalan musik yang dikemas dalam bentuk gigs sederhana oleh teman-teman scene YK Celtic Punk dan dibantu oleh seluruh penggiat musik celtic punk di Indonesia. Berawal tahun 2012 lalu, acara Celtic Punk Night pertama kali diadakan di Yogyakarta. Setelah 3 tahun berlalu akhirnya kami sepakat mengadakan gigs untuk yang kedua kalinya.

Tepat pada tanggal 15 Agustus 2015, gigs Celtic Punk Night #2 digelar di ARCAF “Arts & Cafe”. Sebuah kafe di bilangan Babarsari, Yogyakarta yang mempunyai konsep sebagai penyedia tempat untuk mempresentasikan karya musik, seni tari, seni lukis, dan lain sebagainya.

Untuk konsep acara kami masih sama, Celtic Punk Night ini adalah wadah bagi band-band celtic punk untuk saling bertemu sapa antara pelaku musik ataupun dengan penyuka musik genre ini. Ada 9 band yang turut memeriahkannya, diantaranya; Forgotten Generation (Bandung), Black Rawk Dog (Sidoarjo), (Charlies Rum and The Chaplin (Surabaya), Billy The Kid (Semarang), The Shoot Daddys (Magelang), Panglima Kumbang (GunungKidul), The Barley Hops (Jogja), Dirty Glass (Jogja), dan The Cloves and The Tobacco (Jogja).

IMG_7818

Dibuka oleh The Shoot Daddys, band celtic punk dari Magelang yang baru muncul ke permukaan. Tak bisa diremehkan, ternyata penampilannya sebagai band pembuka acara patut diacungi dua jempol. Walaupun personilnya yang kebanyakan masih anak sekolah, tapi untuk aksi panggungnya sungguh sangat memukau. Dan pada acara ini, mereka juga membawakan lagu di single pertamanya. Penampil selanjutnya yaitu Panglima Kumbang, band dengan personil anak-anak lama yang sudah bergelut didunia musik ini berhasil menarik penonton untuk maju dan sing along bersama didepan panggung dengan salah satu lagu andalannya “My Scene My Home”. Salah satu lagu yang juga tergabung dalam kompilasi An Indonesian Celtic Punk – Wind From The Foreign Land.

IMG_8151

The Barley Hops, sebagai band penampil ketiga mereka meng-cover lagu-lagu dari Dropkick Murphys. Band yang bisa dikatakan sebagai influence dan sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan musik celtic punk sendiri.

Band keempat yaitu Billy The Kid, untuk kali kedua mereka unjuk gigi di perhelatan Celtic Punk Night ini. Waktu semakin malam dan stage mulai terisi penuh. Lagu “Oi! Semarang” dan “Bukan Hari Ini” berhasil membuat penonton bernyanyi bersama pada lagu itu. Dilanjut band ke lima ada Dirty Glass, sebagai band tuan rumah mereka membawakan 6 lagu lama dan 2 lagu baru yang rencananya bulan depan akan di Re-release oleh Samstrong Records dalam format kaset pita. Dance floor mulai memanas, dan semua penonton pun melantangkan lantunan lagu-lagu yang mereka bawakan.

Selanjutnya yaitu Charlies Rum and The Chaplin, band celtic punk asal Surabaya ini sepertinya terlalu bersemangat saat naik atas panggung. Selain musiknya yang memang enerjik, band ini juga memakai bag pipes. Salah satu alat musik tradisional dari musik irish berasal, yaitu Irlandia. Didalam penampilannya, sempat terhenti sejenak karena Neck Banjo mereka patah. Damn! Betapa gemparnya mereka memainkan musik diatas panggung saat itu!!! Walaupun sang Vokalis tidak bisa ikut meramaikan karena sedang menunggu sang istri melahirkan, teriakan dari penonton mampu menggantikan posisi itu.

IMG_8241

The Cloves and The Tobacco, band pioneer asal Yogyakarta ini tak kalah sangarnya. Seketika itu, semua penonton yang berada diluar venue langsung masuk kedalam venue untuk menyaksikan pertunjukan mereka. Mereka membawakan lagu-lagu yang ada didalam album pertamanya yaitu “The Day With No Sun” dan beberapa lagu cover dari sang legendaris yaitu The Pogues. Tak lama berselang Black Rawk Dog naik keatas panggung. Band jagoan dari Sidoarjo ini sangat layak mendapatkan dua jempol! Selain membawakan lagu lama seperti The East Side Troops, mereka juga membawakan lagu baru mereka yang berjudul “Shine and Fun”.

IMG_7909

Ditutup dengan penampilan dari Forgotten Generation, band asal Bandung yang beranggotakan dedengkot skinhead dan punk punk rock ini terbilang mampu menarik semua penonton. Band celtic punk yang meng-cover lagu lagu harcore punk lawas seperti Warzone dikemas kedalam musik celtic punk. Dipenghujung lagu mereka membawakan lagu “Field of Athenry” dan yang bikin merinding, semua penonton diajak untuk naik panggung untuk menyanyikan bersama lagu tersebut!! It’s so fvckin cool dudes!!

Acara usai pukul 11 malam tepat. Mereka bersantai ria diluar venue bersalam sapa dengan teman-teman yang lain.

Related Blogs

    Share