ten-years-after-event

30 September 2017 menjadi hari bersejarah bagi 4 band kebanggaan pulau Dewata Bali, yap Trojan, Bersimbah Darah, Mom Called Killer, dan Lorong merayakan hari jadi mereka yang ke-10 secara bersamaan pada saat itu.

Berlokasi di Taman Garuda Pancasila, Desa Budaya Kertalangu, acara yang dikreasikan oleh Bali Indie Movement (BIM) & GoAheadPeople.id ini sukses dipadati hampir 700 orang yang menyeruak untuk ikut andil menyaksikan sejarah baru tercipta.

Sempat dihantui hujan yang mengguyur di awal-awal acara, tidak membuat semangat teman-teman BIM & GoAheadPeople.id menurun. Cuaca yang berangsur baik kemudian menjadi penanda bahwa acara ini akan berlangsung sebagaimana mestinya.

No Wasted menjadi pembuka gelaran “TEN YEARS OF EXISTENCE”, band bergenre Hardcore/Punk ini berhasil membangkitkan animo penonton untuk mulai menikmati apa yang mereka sajikan di atas panggung. Kemudian, Tinkerbelle melanjutkan tongkat estafet untuk memanasi panggung dengan lagu-lagu andalan mereka. Kuintet Deathcore ini tidak menyia-nyiakan kesempatan mereka dengan tampil all out pada hari itu. Setelah Tinkerbelle, 5 pemuda asal Sukawati yang memainkan Mathcore, Advark tampil enerjik dengan emosi yang meluap-luap. Mereka membawakan nomor-nomor andalan pada EP “Sangkala”, penonton pun larut dalam penampilan mereka. Human Autopsy menajdi opening act terakhir malam itu, mereka tampil trengginas dan berbahaya. Yang spesial dari mereka malam itu adalah mereka membawakan single terbaru, bisa langsung disaksikan saat mereka perform.

Suasana “TEN YEARS OF EXISTENCE” semakin panas tatkala Lorong, satu dari empat band yang merayakan HUT mereka tampil ke atas panggung. Membawa lagu-lagu dari album New Blood juga disertai sebuah lagu baru yang khusus dibawakan pada malam itu. Pun mereka juga tampil dari formasi awal sampai yang terbaru di tahun ini. Hardcore Dance terjadi dimana-mana, sebuah pemandangan yang epic! Moshpit semakin membara ketika Mom Called Killer melanjutkan invasi yang telah dilakukan oleh Lorong sebelumnya. 5 lagu yang mereka bawakan berhasil membuat penonton riang tak karuan. Apalagi saat Lentera Tragedi dikumandangkan, sontak sing a long bersahutan silih berganti. Luar biasa! Tiba giliran Bersimbah Darah untuk memimpin komando di area moshpit. Kuartet Grindcore ini sukses menampilkan performa yang apik juga turut menyertakan kolaborasi bersama 2 punggawa sebelumnya dari formasi awal. Sing a long tak terelakan lagi, terjadi dari awal sampai akhir penampilan mereka. Terakhir namun bukan penutup, unit Death Metal terbaik Bali, Trojan tampil menghibur penonton. Membawakan lagu-lagu dari album pertama dan kedua, mereka berhasil membakar arena moshpit dan membuat penonton kompak untuk ber-headbang ria. Persembahan khusus mereka berikan dengan menyuguhkan single baru yang tak kalah gahar dengan lagu-lagu sebelumnya, plus bereuni dengan personil terdahulu. Penampilan yang luar biasa!

Keseluruhan, “TEN YEARS OF EXISTENCE” berhasil menghancurkan batasan-batasan yang ada dan memang terbukti tak ada yang bisa membatasi mereka, itu tercermin dari Trojan, Bersimbah Darah, Mom Called Killer, dan Lorong yang membawakan sebuah single berjudul sama seperti nama acara ini untuk menutup malam bersejarah tersebut. Pecah dan sungguh bergelora!

Selain musik, acara ini juga menggelar charity yang diperuntukkan bagi pengungsi-pengungsi korban dari bencana Gunung Agung di Karangasem. Big Respect!

Selamat untuk Bali Indie Movement dan TEN YEARS OF EXISTENCE!

ten-years-after-event-12 ten-years-after-event-11 ten-years-after-event-10 ten-years-after-event-9 ten-years-after-event-8 ten-years-after-event-7 ten-years-after-event-6  ten-years-after-event-4 ten-years-after-event-3 ten-years-after-event-2 ten-years-after-event-1ten-years-after-event-5

================================================================================

More Info :

Instagram : @baliindiemovement

 

Related Blogs

    Share