moda-ekuator

Moda Ekuator merupakan proyek kompilasi yang menampilkan musik elektronik post-club terpendam yang muncul dari scene eksperimental dan/atau alternative dance Indonesia. Menampilkan dua belas unit dikurasi oleh Aldo Ersan (Pepaya Records) serta Aditya Prayoga dan Catra Darusman dari Dead Records, Moda Ekuator diramaikan oleh ASAM, Mahesa Almedia, Interdimension Traveler, Individual Distortion, Random Brothers, False Neutral dan Batavia Strut yang mewakili Jakarta; Fraktal dan Jagajaga mewakili Bali; MXTXT yang dibentuk di Yogyakarta; Hxxmo dari Malang; dan TamaT berdomisili di Surabaya. Departemen visual dan desain ‘Moda Ekuator’ sendiri dikerjakan oleh Devi Nurgaha dan  Dissa Kamajaya. 

Akibat pandemi COVID-19 di tahun 2020 ini, acara musik live seperti festival menjadi tidak memungkinkan. Bahkan untuk sekedar meneruskan kebiasaan clubbing pun ada banyak tantangannya. Podcast, online radio, dan live streaming yang setahun lalu masih dianggap sebagai sarana komplementer belakangan berubah status menjadi substitusi pertunjukan musik, termasuk club music

Kecenderungan mencari karakter dan kebebasan baru dalam lingkungan club di Indonesia sudah lama ada dalam lingkup dan inisiatif-inisiatif kecil. Bagi para artis dan label yang terlibat dalam kompilasi Moda Ekuator, semangat dan kreativitas yang mereka tuangkan merupakan bentuk respons terhadap krisis yang ditimbulkan pandemi COVID-19. Memanfaatkan live streaming/sesi pra-rekaman dan sistem kerja jarak jauh, artis maupun penggemar club-music memiliki kesempatan lebih untuk berkontemplasi dengan musik yang dibawakan. Kami menyebut ini sebagai post-club. Acara pesta perilisan virtual album kompilasi Moda Ekuator telah dilakukan bertepatan dengan HUT Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2020.


=======================================================================================
For more info

Instagram: @deadrec

Related Blogs

    Share