bodyBRAND

REKOMENDASI BRAND CLOTHING LINE LOKAL PALING IKONIK

Kamu suka fashion? Wajib tahu brand lokal dari rekomendasi ini. Gak kalah  kok sama merek luar negeri, Indonesia juga punya banyak loh brand clothing yang keren. Ini semua dimulai pada tahun 96 yang dintadai dengan berdirinya merek 347boardrider.co. Awal berdirinya perusahaan clothing line di Indonesia, barang yang mereka produksi pertama ialah kaos. Namun seiring berjalnnya waktu, kebutuhan dan gaya hidup ikut mengalami perkembangan. Tak hanya kaos yang diperjual-belikan, brand lokal juga mulai memproduksi topi, tas, dompet dan aksesoris lainnya bahkan sekarang ada yang merambah ke barang-barang aneh seperti furniture. Tak bisa dipungkiri ini bukan hanya soal bisnis dan uang, brand juga merepresentasikan sebuah gaya hidup, banyak orang bilang juga clothing line merupakan bagian lain dari seni. Biasanya clothing-ngan muncul bersama beragam komunitas, seperti skena musik, skateboar bahkan basket yang memperomosikan sebuah label dengan membuat sebuah event sebagai medianya. Tapi tidak jarang juga brand lokal hanya sebatas bisnis belaka, ya gak ada yang benar juga yang salah sih soal ini. Daripada kebanyakan bacot lagi, yuk simak rekomendasi brand clothing line palling ikonik ala Mave Magazine.

UNKL347


View this post on Instagram

A post shared by 3.4.7 (@unkl347)

Label clothing ini merupakan salah satu perintis industri kaos distro di Indonesia secara keseluruhan. Dendy Darman sebagai pemilik dijuluki sebagai “Godfather Clothing Indonesia”. Brand yang berasal dari Bandung ini sudah berdri sejak tahun 1996. Digagas saat Dendy Darman bersama temannya saat duduk di bangku Fakultas Seni Rupa, Institut Teknologi Bandung. Nama UNKl347 sendiri muncul karena rumah kos yang dia sendiri tinggali berada di jalan Dago no.347, pada saat itu nama awalnya 347boardrider.co. tema yang diangkat di clothingan ini berfokus pada kecintaan mereka pada musik, skateboarding, surfing juga mendesain. Sekarang UNKL347 juga merambah di dunia furnitur bahkan real estate.

Crooz


View this post on Instagram

A post shared by CROOZ ™ (@crooz.id)

Diciptakan oleh Max (Adit) dan Ariana pada tahun 2003 di Jakarta, Crooz adalah sebuah ekspresi mereka atas kecintaan pada musik dan fashion. Awalnya mereka hanya menjual ke teman terdekat, namun  seiring berjalannya waktu produk ini telah banyak disukai banyak orang. Crooz juga pernah merambah dunia musik dengan membuat studio rekaman. Beragam macam kolaborasi juga pernah dilakukan brand ini, contohnya merchandise band.

Maternal Disaster

Lahir pada tahun 2003 di Bandung, mempunyai sumber inspirasi dari budaya anak muda seperti musik hardcore punk, musik metal, skateboarding juga film horor yang dikemas dalam bentuk baju sampai barang barang aneh lainnya, salah satu contohnya sarung tinju. Vidi Nurhadi merupakan seorang sosok dibalik brand ini, nama Maternal Disaster sendiri muncul dari sebuah keisengan salah satu temannya. Vidi mempunyai bekal iseng ikut-ikut an yang awal gak berniat binis dan menjual ke teman terdekat saja menjadi memperkerjakan puluhan karyawan dengan omzet setiap bulannya ratusan juta rupiah.

Lawless Jakarta

Awal didirikan pada tahun 2011, merupakan penggabungan antara Howling Wolf milik Arian13 dan Sammy dari Seringai, serta Pistone milik Gofar Hilman dan Ucup. Keempat orang tersebut memliki kecintaan yang sama dan sepakat mendirikan Lawless Jakarta. Lawless Jakarta merupakan sebuah tempat tujuan utama bagi beberapa pecinta kultur motor custom beserta penggemar musik metal, hardcore, dan genre cadas lainnya. Brand ini menjual merchandise, aksesoris, tato, bengkel bahkan sekarang merembet dunia kuliner, seperti burger, hotdog juga donat.

Ouval Research (Sch.)


View this post on Instagram

A post shared by Sch® (@schofficials)

M Rizki Yanuar, Firman Firdaus dan Arif Maskom bertemu dalam satu komunitas hobby olahraga skateboard di Taman Lalu Lintas Bandung pada era 90an, dari seringnya mengobrol bareng melahirkan brand ini. Lifestyle dan fashion yang sedang menjadi trend di luar negeri menjadi influence mereka untuk membangun brand ini, mereka melihat referensi dari kanal tv luar dan majalah-majalah asing. Uniknya lagi ketika Indonesia terimbas krisis moneter di tahun 1997 semua barang kebutuhan naik apalagi barang-barang impor, “saat itu mau bergaya tapi susah”, ucap Rizki. Arif Maskom yang memang pemain skateboard professional  sempat di endorse oleh produk luar yang mencoba membuat desain-desain produk yang mewakili komunitas ini. Sehingga terbesitlah Ouval Research yang memiliki arti Original for understanding Viction and Artificial Language. Sedangkan kata research sendiri memiliki arti sebgai upaya inovasi untuk memenuhi kebutuhan anak muda.


Related Blogs

    Share