ramud2

Setelah memendam materi-materi lagu untuk proyek solonya selama lebih kurang 3 tahun, drummer Rafi Muhammad pada Kamis (2/3) resmi memperkenalkan salah satu lagu miliknya, “Break The Rules”. Lagu tersebut didaulat menjadi single perdana bagi debut miliknya yang direncanakan rilis dalam waktu dekat.

“Break The Rules” diceritakan Rafi adalah lagu yang digarap secara spontanitas, natural, dan tanpa batasan. Lagu tersebut diakui Rafi menceritakan tentang dirinya yang masih muda senang untuk melanggar peraturan dan lebih memilih menikmati hidup dengan sepenuh hati.

“Lagu ini juga bercerita tentang proses bermusik gue. Awalnya gue ragu untuk membuat album solo hingga akhirnya memberanikan diri untuk merilisnya tahun ini,” ungkap sosok yang mempelajari permainan drum dari Eddy Syahroni, Rayendra, hingga drummer jazz dunia, seperti Harvey Mason dan Dave Weckl, ini.

Dalam lagu yang bernuansa jazz rock tersebut, Rafi yang memainkan instrumen drum berkolaborasi dengan musisi-musisi andal lainnya seperti Felix Bulix (gitar), Fajar Adi Nugroho (bass), Doni Joesran (piano), Randy MP (programming), dan menampilkan permainan keytar dari salah satu musisi jazz terbaik Indonesia, Indra Lesmana.

Rafi mengungkapkan bahwa Indra Lesmana adalah salah satu sosok yang sangat berjasa dalam penggarapan album debut miliknya. Selain menyumbangkan permainannya dalam “Break The Rules”, Indra Lesmana juga melakukan proses mixing dan mastering dalam album perdana Rafi Muhammad.

“Awalnya gue pengin ada part solo gitar di lagu “Break The Rules” tapi gue nggak kepikiran siapa sosok gitaris yang bisa memiliki energi dan pemilihan nada yang keren. Akhirnya gue minta mas Indra untuk mengisi dengan keytar dan setelah dengar hasilnya gue kaget banget. Gila!,” tutur Rafi sambil tertawa.

Pemuda yang juga pernah bermain bersama Benny Likumahuwa, Benny Mustafa van Diest, Barry Likumahuwa, Sri Hanuraga, Adra Karim, hingga Bob James dan Nathan East ini kemudian melanjutkan: “Mas Indra adalah salah satu orang yang berperan besar dalam kehidupan gue. Hampir semua hal yang pengen gue lakuin biasanya selalu didiskusikan sama dia. Gue main musik bareng dia sejak usia 14 tahun sampai sekarang, dia adalah mentor yang sangat menginspirasi.”

Rafi Muhammad rencananya meluncurkan album debut yang bernuansa jazz, fusion, rock, progressive jazz, psychedelic hingga hip hop pada akhir Maret 2017. Album yang juga menampilkan permainan Dewa Budjana ini pengerjaan artwork-nya berkolaborasi dengan seniman muda asal Jakarta, Ardneks.

 

Sekilas tentang Rafi Muhammad

Rafi Muhammad lahir di Jakarta, 3 Desember 1996. Ia mulai tertarik bermain drum sejak usia 6 tahun dan pada 2006 ia merekam album perdananya, Can’t Stop the Beat di Amerika Serikat dengan produser Harvey Mason. Album yang melibatkan musisi seperti Bob James, Nathan East, Paul Jackson Jr., Tom Scott, Michael Paulo, Paul Russo, dan Vann Johnson tersebut sebagian penghasilan dari penjualannya diserahkan kepada Unicef untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung di berbagai belahan dunia. Hal ini membawanya berbincang-bincang dengan Direktur Eksekutif Unicef pada saat itu, Ann M. Veneman, di New York, AS.

Di usia mudanya, Rafi pernah terlibat dalam beberapa album bersama grupnya, Rafi and the Beat dan Art of Tree, serta proyek trio yang diprakarsai Indra Lesmana, LLW. Saat ini selain tengah menyelesaikan album debut miliknya, Rafi Muhammad sedang sibuk bermusik dengan grup terbarunya, Her Coat of Arm, bersama Sri Hanuraga dan Adra Karim.

==================================================================================

Rafi Muhammad :

soundcloud.com : rafimuhammad

instagram : rafimuhammad38

Email : beritaangkasa@gmail.com


Related Blogs

    Share