popmisspoke

Popmisspoke merupakan kuartet poppunk hasil kolaborasi 3 Kota yaitu Pasuruan, Tulungagung, dan Trenggalek. Popmisspoke baru saja merilis video klip terbaru untuk single berjudul “Bersama Lagi“. Lagu ini adalah single perdana dari bakal album penuh pertama mereka  yang bakal rilis akhir tahun 2020 ini.

Lagu ini secara ide muncul tiba-tiba di sela-sela pengerjaan materi yang sudah mencapai kisaran 70%, dari satu album penuh mereka. Tercetusnya lagu berjudul “Bersama Lagi” adalah tentang kerinduan mereka kepada studio musik langganan, gigs, tur, kuliner, ngopi, kereta api penataran dhoho, bus harapan baru dan sebuah harapan bisa secepatnya bertemu dan berkumpul lagi dengan teman-teman “benar-benar kangen dengan keseruan masa-masa itu, suara distorsi secara fisik, pukulan drum yang nyata dan sekarang hanya bisa liat konser-konser live di layar smartphone. sungguh tidak mengira bakal ada kejadian seperti ini” – ucap Awan (Guitar) selaku penulis lagu tersebut.

Popmisspoke juga mengajak beberapa musisi dan kawan-kawan untuk mengirimkan voice note secara sukarela dengan isian sebagai berikut “kita akan melewati semua ini – kita pasti akan berkumpul lagi – menikmati secara fisik distorsi – jabat tangan takkan terganti” dua diantaranya adalah Adit SATCF dan Ustardchipeng Begundal Lowokwaru yang ikut serta mengirimkan voice note pada karya ini, kalimat-kalimat itu tersebut dibacakan secara pribadi dan secara sukarela, kemudian di kirimkan kepada Popmisspoke. Dilanjutkan memasukkannya kedalam lagu. Tujuannya untuk bersama memotivasi diri sendiri untuk bertahan dan tetap berkarya, serta mengobati rasa rindu Popmisspoke di tengah pandemi yang membuat tidak bisa bertemu dalam waktu yang belum bisa di tentukan.

Sebelum pandemi ini berlangsung Popmisspoke sudah menyelesaikan 12 materi instrumen musik, dan tertinggal pengambilan vocal pada bulan April 2020 yang lalu. Akhirnya lagu tersebut sepakat mereka kerjakan secepatnya karena tinggal merekam bagian vocal saja. “materi kali ini riffnya lebih easygoing dan saya membuat pattern drumnya pun jadi lebih nyaman. The best pmp song ever” – ucap Richo (Drum). Orvius Sound Lab yang berlokasi di Tulungagung mereka pilih untuk merekamnya, kebetulan semua materi juga dikerjakan disana. selama proses rekaman ditangani langsung oleh Febri Antonia selaku pemilik lab orvius mulai dari prepro materi, meracikan sound rikues kami dan mixing sampai mastering.

Mencari ide secepatnya untuk menyajikan sebuah single yang akan mereka kemas dalam bentuk video klip, Hambatan datang karena cukup sulit merealisasikannya berkarya di tengah wabah seperti ini. Berkarya di tempat yang berbeda sedangkan Hans (Vocal) di Tulungagung, Awan (Guitar) di Pasuruan, Edo (Bass) dan Richo (Drum) berada di Trenggalek.

Memang lagu ini sangat dadakan dibuat dan sangat minim kordinasi. Apalagi kami tidak bisa bertemu bertatap muka secara langsung. karena memang situasi dan kondisi sedang tidak memungkinkan untuk bertemu karena terpisah oleh jarak dan covid. Tapi saya yakin lagu ini akan keluar dan dirilis secara maksimal dan enak didengar” – ucap Edo (Bass).

Konsep video klip sendiri tidak banyak yang bisa kami lakukan yang hanya bisa shoot di tempat masing-masing tidak seperti video klip harapan kami bisa bareng-bareng seperti dulu. “penggarapan video klip sangat seru karena harus mengerjakannya dirumah, alhasil perlu me re-schedule lagu yang harusnya rilis sebenernya bukan lagu ini.

Karena waktu yg sangat-sangat molor, tapi akhirnya kita bisa memaksimalkan semua dengan hasil yang mulus” – ucap hans (vocal). Menambahkan kumpulan footage saat manggung dan tur di video klip ini cukup mengobati rasa kangen mereka pada keseruan acara-acara gigs. “dan harapan kami setelah wabah ini selesai, semua acara musik bisa aktiv kembali seperti dulu karna kami ingin tur, amin” – ucap Awan (Guitar).

=====================================================================================

For more info

Instagram: @popmisspoke

Related Blogs

    Share