Foto-(3)

Foto-(2)

Piccadilly (pikadili) adalah band indie pop/indie rock asal Kota Bandung yang terdiri dari Irfan Muhammad (vocal, guitar), Yoga Nugraha (guitar), Mufti Rizky (bass), dan Mochamad Jeni (drum). Band yang terbentuk sejak 2010 ini mengusung musik twee pop dengan influence lain yang bertipikal indie rock.

Hingar bingar musik 90-an nampaknya memang selalu bisa menjadi formula yang ciamik untuk terus diracik ulang dan menjadi sebuah re-interpretasi. Setidaknya itu yang mau ditangkap oleh unit indie-pop/indie-rock asal Kota Bandung, Piccadilly (pikadili) melalui single pertama mereka bertajuk Our Love is Piccadilly yang baru saja dirilis via halaman soundcloud mereka 14 Maret lalu.

Mengambil garis merah twee pop dari band setipikal Field Mice, Heavenly, Pastels, sampai Rocketship, Piccadilly mencoba menabrak manisnya image twee dengan nuansa indierock/shoegazing dari nama-nama seperti Ride, Teenage Fanclub, Velvet Crush bahkan Ash. Mengusung apa yang mereka sebut “happy-noise-pop sound”, Piccadilly memposisikan Matt Haynes dan Clare Wadd yang sedang berbincang hangat dengan Calvin Johnson bahkan Mc Gee.

Lirik yang diusung pun dibuat semi gamblang dan tak banyak metafora. Dengan judul yang merupakan plesetan dari single band rilisan Sarah Records, Heavenly, Piccadilly mencoba mendeskripsikan kutipan ‘bahagia itu sederhana’ dalam balutan cerita relationship. Single ini pun kemudian menjadi sebuah perkenalan dan pemicu awal dari Piccadilly untuk menghadirkan lagi karya-karya lainnya ke khalayak. Single ini bisa didengarkan di playlist Single Fighter Mave atau di halaman soundcloud mereka >> https://soundcloud.com/piccadillypop/piccadilly-our-love-is

Soundcloud : soundcloud.com/picadillypop
Twitter          : @popcadilly


Related Blogs

    Share