foto-3-by-afrizal-kemal

Set panggung sederhana dan musik latar yang sangat minimalis, tidak lantas membuat pertunjukkannya membosankan. Begitu Komachi memasukki panggung, kita di bawa ke sebuah taman di Jepang masa lampau. Saat Penyair datang dan berbincanglah mereka, terlihat berpasang-pasang kekasih memadu cinta, jalan raya, bahkan kemudian ruang dansa. Padahal nyatanya, Komachi dan Penyair hanya berdialog di sebuah panggung tanpa pergantian set.

Penyair mabuk versi Riki cukup meyakinkan. Ia slengean, nyaris putus asa, tapi masih romantis. Namun sungguh, Sophi sebagai Komachi benar-benar mencuri spotlight.. Ia renta, lelah, dan kisut. Ia gemetar dihantam perjalanan waktu, tapi tegar dengan sisa-sisa keayuannya. Kau bisa melihat kecantikan yang mematikan itu! .

Betapa bangganya melihat Sophi meraih gelar sarjana dengan upacara semagis Sotoba Komachi semalam. sedikit iri karena mungkin tak akan pernah menjalani sidang akhir yang demikian megah. Sungguh pementasan yang indah dan… cantik! Semoga kita tidak cepat mati karena mengatakannya.

foto-1-by-Afrizal-Kemal

================================================================================

Sotoba Komachi

instagram ; sotobakomachi

Related Blogs

    Share