poster

SARIP TAMBAK OSO BERBASIS “LUDRUK”

Oleh: Rizky Ade Surachman

Rizky Ade Surachman atau yang akrab dipanggil Kiki adalah seorang mahasiswa jurusan Teater di Institut Seni Indonesia Yogyakarta angkatan 2011 yang mengambil minat konsentrasi di bidang penciptaan Teater (Penyutradaraan) dan sedang menempuh Ujian Tugas Akhir Strata 1 (S1). Sepak terjang Kiki di kancah berkesenian bidang teater di antaranya dapat disimak dari berproses teater bareng seniman lawas Untung Basuki 2012-2014, aktor dalam naskah Pariyem 2000, aktif dalam proses perfilm-an,  aktor di dalam film-film pendek salah satunya adalah film yang berjudul Deru  pada Jogja – Netpac Asian Film Festival (JAFF)  2015, figuran  film layar lebar  yang berjudul “Turis Romantis” arahan sutradara Seno Aji Julius, karya sebelumnya menyutradarai pertunjukan teater realis berjudul “Penyanyi Tenor” 2013, kemudian menyutradari teater dengan judul naskah “Godlob” 2014, menyutradari pertunjukan teater dengan naskah “Come and Go” 2015, sempat membuat film pendek fiksi dengan judul “Rambut Juara” 2011, dan juga membuat film  dokumenter dengan judul “Footwear”.

Sebagai bagian dari eksplorasi karyanya, Rizky Ade Surachman akan mengadakan sebuah pertunjukan teater “Sarip Tambak Oso” berbasis Ludruk . Pertunjukan teater  ini akan menghadirkan dengan kemasan yang berbeda. Kerangka yang dipakai dalam pertunjukan ini adalah dasar pakem ludruk yg dimana isi dari pertunjukan itu dimulai atau dibuka dengan tari remo,  kemudian travesti, lanjut  di dagelan (jula juli) yang terakhir  masuk pada cerita adegan. Tetapi dalam pertunjukan Sarip Tambak Oso ini Kiki mencoba menawarkan sesuatu yang baru seperti jika pada ludruk yang  pakem background memakai kelir menggambarkan suatu peristiwa/latar tempat. Dalam pertunjukan ini Kiki menghilangkan unsur tersebut dengan alternative menggunakan set properti yang berbeda seperti pertunjukan teater pada umumnya. Dalam pertunjukan ludruk Sarip Tambak Oso mencoba mengkolaborasikan musik tradisi dan musik barat sehingga membantu peristiwa cerita yang lebih terlihat modern tanpa meninggalkan esensi pakem ludruk tersebut.

Sarip Tambak Oso menceritakan cerita rakyat atau legenda yang populer  di jawa timur yang sering di pentaskan dalam pertujukan ludruk, terutama di daerah Surabaya dan Sidoarjo. Kisahnya tentang seorang pencuri budiman bernama Sarip yang berani menentang pemerintahan kolonial Hindia – Belanda pada saat itu.

Pertunjukan Teater “Sarip Tambak Oso” akan dihelat pada hari Rabu 11 Januari 2017, pukul 19:30 WIB sampai selesai di auditorium Teater Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Pentas pertunjukan Sarip Tambak Oso adalah pentas tugas akhir yang diinisiasi dan dikelola secara kelompok  oleh Rizky Ade Surachman, Giras, dan kawan-kawan Jawa Timur lainnya, maka untuk dapat menghadiri pertunjukan teater ini penonton akan membayar tiket sebesar 15 ribu rupiah. Pendapatan dari penjualan tiket akan digunakan untuk membiayai produksi pertunjukan dan sebagian pendapatan akan disumbangkan untuk tujuan kemanusiaan karena tema besar dalam pertunjukan ini yang diangkat  adalah tentang kemanusiaan dan kepahlawanan. Tiket bisa dibeli langsung di venue pada hari H pertunjukan, atau jika penonton ingin booking silahkan menghubungi kontak person: 085708432474 (IIN RAHAYU) dengan mencantumkan identitas diri dan jumlah tiket yang ingin dibeli.

Pertunujukan Teater “Sarip Tambak Oso” berbasis Ludruk.

Date: Rabu, 11 Januari 2017

Time: 19:30 WIB – Selesai

Venue: Auditorium Teater ISI Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km. 6,5 Sewon Bantul Yogyakarta

Ticket: RP. 15.000,-

 

Rizkyade09@gmail.com

twitter: @kiwmono

Instagram: @kiwmono

Facebook: kikiw atinc

Related Blogs

    Share