promo web perahu napas

Senin 08 Juni 2015, sore hari di sebuah warung kopi di Jl. Wachid Hasyim, Nologaten. Bakal ada peluncuran dan bincang buku Perahu Napas. Sebuah kumpulan puisi karya Rabu Pagisyahbana. Seorang penyair kelahiran Purwokerto yang menghabiskan masa kanaknya di kota Cirebon, dan pernah tinggal selama beberapa tahun di salah satu Pesantren Babakan-Ciwaringin. Lebih dari separo tahun usianya jarang tidur menggunakan kasur dan lebih suka jalan kaki, namun faktanya memang tidak bisa naik motor. Penyair yang beberapa tahun ini juga akrab di ruang sastra dan teater di Yogya, membidani komunitas Ngopinyastro pada tahun 2011,―salah satu ruang sastra alternatif bagi kawula muda.

Dalam buku kumpulan puisi perdananya ini. Rabu Pagisyahbana dalam Perahu Napas-nya menghadirkan puisi-puisi yang dia pilih dalam kurun tahun 2011-2014. Mengangkat tema-tema sederhana yang diambil dari ihwal keseharian, Rabu Pagisyahbana melalui puisinya ingin memberi penawaran pada hal-hal yang begitu dekat, suatu hal yang dianggap sepele, kucel, dan biasa namun patut disinggahi. Segala tentang diri dan sekitar yang selama ini dibuat begitu asing oleh kemudahan dan ketergesaan. Mendayungi rentang hidup (napas) yang telah dan akan, dengan kesadaran sedekat apa membicarakan, dan sejauh apa mengartikannya kembali.

“… kita sama-sama memiliki rahasia satu napas yang selamanya samar.”

―Dalam Waktu.

Acara yang digagas oleh Komunitas Ngopinyastro, Penerbit Interlude, dan Warung Ngopi Bjong ini akan dimulai pada pukul 15.30 WIB hingga selesai. Senin, 08 Juni 2015 bertempat di Warung Ngopi Bjong. Menghadirkan Iman Budhi Santosa (penyair dan budayawan) sebagai pembicara, dan menyuguhkan beberapa apresiasi karya baik dalam bingkai komunitas ataupun para pelaku sastra, teater, musik dan senirupa. Ada pembacaan puisi, performance art, OHP visual art & poetry, dan musik puisi, antara lain oleh: Teater MISHBAH, Ingsun, KOPIBASI, FJ Kunting, Egi Azwul, VJ Psychbiji ‘Ѧteng’, Donni Onfire.


Related Blogs

    Share