dsda

 

SAJIAN NUANSA BARU DARI PAYUNG TEDUH

Payung Teduh di Yamaha Musik Live And Loud

 

 

 

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya akan ada rilisan baru dari Payung Teduh. Bekerjasama dengan Yamaha Musik Indonesia, Payung Teduh akan mendokumentasikan karya dari album pertama dan album kedua dalam pendekatan yang berbeda. Dengan perspektif baru ini, akan ada  nuansa yang lebih segar dalam menafsirkan dan menikmati musik Payung Teduh.

 

Dalam proyek ini, menu utamanya adalah tiga belas lagu akan dipadupadankan dengan sentuhan string mini orkestra. Adapula beberapa musisi tamu yang menjadi menu tambahan.

 

Proses rekaman live ini diproduseri oleh Sadrach Lukas, music director yang juga telah membantu Padi hingga Erwin Gutawa, dilibatkan pula Alvin Witarsa, komposer yang berperan pada konser tunggal Efek Rumah Kaca “Sinestesia” yang meraih banyak pujian itu. Keduanya ditantang untuk memberi rasa berbeda terhadap musik Payung Teduh sehingga dihasilkan suara lebih kaya dari sebelumnya.

 

Rekaman akan dilangsungkan pada hari Kamis, 17 November 2016 di Hall Yamaha Musik Indonesia Jl. Gatot Subroto Kav. 4, mulai jam 19.00 WIB. Yamaha Musik Indonesia dalam hal ini akan memfasilitasi dan menyediakan segala equiptment yang diperlukan.

 

Hasil rekaman live ini akan diproduksi dalam bentuk CD, kaset, piringan hitam, DVD dan platform digital music. Untuk mendapatkan musik baru dari Payung Teduh ini, akan dibuka paket pre-order yang berisi CD, T-Shirt, Totebag dan Kalender. Dan, yang membuat paket pre-order ini spesial, nama-nama pemesan paket akan diabadikan dalam paket CD, membuat ini menjadi salah satu collectible item yang wajib dimiliki oleh setiap pecinta musik lokal.

 

Desain dari cover pun akan dikerjakan oleh personel Payung Teduh yaitu Alejandro Saksakame a.k.a Cito. Sedangkan untuk desain T-shirt dan Totebag digarap oleh Christabel Annora seorang penyanyi dan pianis berbakat asal Malang yang baru saja merilis album “Talking Days”. Sentuhan grafis keduanya akan menjadi buah tangan Proyek tersebut. Selain itu Payung Teduh juga mengajak beberapa musisi yang juga mempunyai karya seni gambar, diantaranya Garna Raditya “AK-47”, Ratta Bill “Badchamber”, Haikal Azizi “Sigmun”, Rega Putri “Aggi”, Badea Christian “Youngster City Rockers”, dan Neida “Hivi”

 

 

PAKET PRE-ORDER

Pre-order Rp. 200.000,- akan mendapatkan :

  1. CD Live recording
  2. T-Shirt
  3. Totebag
  4. Kalender

 

Cara pemesanan :

  1. Transfer ke rekening BCA an. ALEJANDRO SAKSAKAME. No rek : 0953558413
  2. Kirimkan bukti transfer ke email : order.payungteduh@gmail.com.
  3. Kirimkan data diri dan alamat beserta foto ke email tersebut diatas.
  4. Kirimkan Ukuran T-shirt yang diinginkan..
  5. Pre-order akan ditutup tanggal 15 November 2016.
  6. Format :

Nama [enter] Alamat [enter] No HP [enter] No Rekening [enter] Ukuran

Attachment :

Foto Pribadi, dan Bukti Transfer

 

 

 

Catatan

  1. Nama semua pemesan akan tercantum dalam CD.
  2. Paket Pre-order akan dikirimkan pada tanggal 29 Desember 2016.
  3. Apabila karena satu dan lain hal, rekaman tersebut gagal atau force major, maka dana Pre-order yang telah dikirimkan akan dikembalikan 100% tanpa dikenakan potongan biaya apapun.
  4. Informasi data pribadi yang sudah dikirimkan tidak akan kami berikan kepada pihak lain.

 

 

 

 

 

PROFIL PAYUNG TEDUH

 

Payung Teduh terbentuk pada akhir 2007 dengan formasi awal Is dan Comi, sadar akan eksplorasi bunyi dan performa panggung pada tahun 2008 Payung teduh mengajak Cito untuk bergabung bersama sebagai drummer lalu mengajak Ivan sebagai guitalele player pada tahun 2010. Angin Pujaan Hujan ialah lagu pertama yang memunculkan warna mereka sendiri. Seiring berjalannya waktu tercipta pula lagu-lagu lainnya seperti Kucari Kamu, Amy, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan, juga termasuk karya-karya dari pementasan teater bersama Catur Ari Wibowo seperti Resah, Cerita Tentang Gunung dan Laut, serta karya Amalia Puri yang berjudul Tidurlah dan Malam. Dan pada akhirnya Payung Teduh memutuskan untuk membuat album pertamanya yang dirilis dipenghujung 2010.

 

Musik yang dimainkan oleh Payung Teduh tidak memiliki batasan tersendiri, musik yang dimainkan oleh Payung Teduh yaitu musik Payung Teduh itu sendiri. Pada album pertama ini bisa dibilang karakter musik yang dibawakan seperti musik di era golden 60’s dengan balutan keroncong dan jazz. Dalam pengertian bahwa payung teduh tidak akan hanya berhenti di satu gendre tertentu, namun yang pasti tetap bermusik dengan ciri yang sudah mereka miliki

Related Blogs

    Share