patrolice23

Waktu yang berdetik lambat, belum lagi terhentinya segala rutinitas – rindu botol yang terserak dan riuhnya orang dalam arena. Namun, wabah kuno tentang ‘pandemic’ harus senantiasa dihadapi. Ketakutan sekaligus kepanikan yang masif, angka statistik yang tak kunjung usai di berbagai platform media, deru penurunan kemiskinan ditengah wacana agung bulan suci yang seolah mendesak kita untuk senantiasa bertafakur mengenal diri sendiri dan menjadi lebih baik dalam kesadaran kesendirian dan kesunyian untuk mengenal Tuhan dan melupakan rutinitas yang fana dengan segala perabotan yang materialistis.

Di masa jenuh karantina Corona virus ini selayaknya sebagai sebuah Band Patrolice ingin tetap produktif, menghasilkan sesuatu yang berbeda. Belajar banyak hal yang sebelumnya tidak pernah mereka sadari dalam musik. Mencoba eksplorasi seluas mungkin. Dari sini, timbulah sebuah karya yang hanya diberi judul “Quarantine P1.” Yang berarti karya ini akan kontinuitas selama Pandemic berlangsung.

Karya instrumental ini terdengar lebih berat dengan adanya amukan distorsi sana sini, solo guitar yang berjumpalitan, dentuman bass yang lihai ala reggae dan tentu walau tidak adanya vocal bukan berarti karya ini nihil sarat nilai tapi di tiap detilnya ada emosi kemarahan yang berapi api atas segala kejenuhan yang terjadi atas peristiwa hari ini.

Lagu yang hanya direkam dirumah masing masing, lalu di ramu sendiri dikamar. Bersenang-senang dengan musik dengan jarak jauh ternyata menyenangkan, banyak normal yang baru.

=======================================================================================

For more info

Instagram: @patrolice

Related Blogs

    Share