paruh-waktu-2

Band Pop asal Kota Malang, Paruhwaktu resmi merilis single pertamanya setelah pada tahun 2018 merilis EP berjudul Filantropi yang berisi dari 4 lagu. Rilisan single terbaru trio ini sudah bisa dinikmati di berbagai gerai digital store seperti Spotify dan iTunes. Single Alexithymia bercerita tentang seseorang yang kesulitan mengutarakan perasaannya kepada orang lain. Kata Alexithymia sendiri di ambil dari sebuah gangguan antisosial (bukanlah penyakit ataupun gangguan mental. Kondisi ini bersifat subklinis), Alexithymia adalah ketidakmampuan untuk mengenali dan menyampaikan emosi.

“Awalnya lagu ini sudah sampai ada lirik, instrumen dan selesai take recording tapi belum ada judulnya. Akhirnya sebelum proses mixing mastering kita mencari judul yang pas untuk lagu ini. Setelah ada 4 judul akhirnya kita voting bertiga dan terpilihlah ‘Alexithymia’ ini. Alasannya malah cenderung bukan artinya, kita pilih karena namanya keren seperti nama band emo hehe…”  kata Rizal sebagai penata musik sekaligus penulis lirik lagu ini.

Pada single terbaru Paruhwaktu ini, secara musikal sangat jauh berbeda dengan EP Filantropi yang dirilis pada 2018. ‘Alexithymia’ didominasi dengan tatanan musik orkestra yang memenuhi hampir seluruh bagian lagu. “Di lagu ini saya ingin memperdalam makna lirik dengan aransemen dan nuansa orkestra. Pertama kali terbesit setelah selesai membuat notasi dan lirik adalah bagaimana violin dan cello mengiringi lirik-lirik ini terucap,” tukas pria yang gemar dengan musik klasik ini. Tidak sendiri, pengolahan musik Paruhwaktu dalam nomor ini dibantu oleh Gun Saleh (solois) di cello, Fibe Yulinda Cesa di violin, Welly Soeganda (Liqua/Hyakushiki) di drum, Johan Wiharja di bass, serta Hanif Himsa (Ekstraversi) sebagai engineer recording.

Untuk sesi rekaman dilakukan cukup lama dan berpindah pindah tempat dari rumah Rizal, rumah Fibe, radio Kosmonita Malang, hingga kamar kos Himsa. “Pengalaman yang cukup unik ketika harus berpindah-pindah tempat untuk sesi rekaman dikarenakan jadwal manggung atau pekerjaan yang padat. Efeknya adalah proses penggarapan lagu yang memakan waktu lama” lanjut Rizal. Artwork single Paruhwaktu ‘Alexithymia’ digarap oleh Benigno A.B, seorang desainer grafis asal Kota Malang.

Seperti yang disampaikan di paragraf awal, Single Paruhwaktu ‘Alexithymia’ ini sudah dapat dinikmati di digital store seperti Spotify, iTunes, dan banyak lainnya. Sunsetroad Records, sebuah label distribusi digital asal Malang dipercayakan kembali untuk membantu Paruhwaktu menyebarkan musiknya ke berbagai kanal digital. Label ini sebelumnya juga terlibat dalam distribusi musik dari band Chamomile, Oddwain, hingga C-Four.

========================================================================================

 For More Info:

Instagram : paruhwaktumusic

Twitter : paruhwaktumusic

Youtube : paruhwaktu

Related Blogs

    Share