4

Griya Art Gallery di Griya Santrian a Beach Resort and Spa mempersembahkan pameran bertajuk Interpreting Feelings, Langgam Abstraksi I Made Supena.

Memikatnya karya seni rupa bukan semata karena kandungan makna keindahannya ataupun ragam stilistik-estetiknya, melainkan juga pada bagaimana proses karya itu tercipta. Setiap perupa memiliki cara dan proses kreatifnya tersendiri dalam berkarya. Ini menyiratkan dalam dunia penciptaan tersedia sebuah ruang untuk merayakan kebebasan berkreatifitas yang mengandung aneka kemungkinan tak terduga.

Sapuan warna, goresan garis, luluh menyatu mewujudkan sosok-sosok tertentu dalam kanvas atau semata habluran berlapis warna, dalam karya Made Supena, dimana komposisinya indah sekaligus melahirkan pesona yang tidak kasat mata, sugestif ataupun asosiatif, yang dapat diresapi oleh pikiran maupun rasa. Karya Made Supena ini dapat dihayati oleh indra lainnya, karena seni rupa dalam dinamikanya memiliki unsur irama dan nada, cerminan dari musikalitas warna dan komposisinya.

Acuan estetik Komunitas Galang Kangin, yang digagas Made Supena, adalah upaya mengusut warna dan garis hingga ke nir-rupa, meraih yang hakiki dari ragam abstraksi tersendiri. Upaya ini menandai juga proses cipta Made Supena, yang tak bisa dilepaskan dari pertemuan Galang Kangin dengan almarhum Thomas Freitag, kurator yang tak segan terlibat sebagai mentor.

Ini adalah sebuah titik mula estetik mereka yang intens berkespresi melampaui figurasi, menghablurkan aneka warna menjadi sebentuk musikalisasi sebagaimana selintas ingatan kita pada Kadinsky, Mondrian atau ragam visual sejenis rayonism Sonya Delunay, atau pilihan minimalis nir-figur selaras ragam abstrakisme lainnya.

Akan tetapi, harus segera ditegaskan bahwa titik mula estetik Galang Kangin jelaslah tidak sepenuhnya secara stilistik maupun teknik mengacu pada keberadaan abstrakisme Barat. Jika para pelukis abstrak Barat berproses melalui sebuah pertanyaan tentang realita, terutama secara rasional dan sistematis, sedangkan pelukis yang tergabung dalam Galang Kangin barangkali lebih dipicu oleh permenungan batin atau penghayatan rasa.

Pada Made Supena, karya abstraksinya bolehlah dikata sebentuk penghayatan akan ketransendenan atau sesuatu yang melampaui nalar, merangkum pula tahapan sublimasi sikap kritisnya yang mencemaskan perubahan tak terkendali dari alam Bali, sekaligus cerminan spiritualitas yang mempribadi.

Karya I Made Supena bermula dari pertemuannya dengan seni rupa Barat melalui pendidikan di ISI Denpasar dan persahabatannya dengan Wayan Sakura (Thomas Freitag). Langgam abstraksi yang menjadi kakuatan Made Supena sesungguhnya bermula dari proses cipta sedini kanak dulu, seiring ayahnya, Ketut Muja yang sohor sebagai pematung termasuk pembuat topeng mumpuni.

Ida Bagus Gede Sidharta Putra, pemilik Griya Santrian Gallery sekaligus general manager Hotel Griya Santrian mengungkapkan, ia sangat bangga bisa mewadahi presentasi karya-karya indah ini di Griya Santrian Gallery, diharapkan pameran ini dapat memicu dialog yang lebih intens lagi perihal gagasan dan ide-ide kreatif lainnya.

Bagi para penikmat seni, dipersilahkan menghadiri pameran lukisan tunggal ini mulai tanggal 16 November hingga 31 Desember 2018. Pameran dibuka untuk umum dari pukul 10.00-18.00 WITA .

9

===============================================================================

For more information:

Ibu Dayu (0361) 288 181 atau di infogallery@santrian.com

Facebook: GriyaSantrian

Twitter: @griya_santrian

Instagram: @GriyaSantrian

Related Blogs

    Share