trippin-02

Hadir pertama kalinya di belantika musik Indonesia, band asal Jakarta, Paddle Puss, membawa materi baru untuk jagat musik nusantara. Meski terjegal oleh pandemi COVID19, justru Paddle Puss lahir untuk produktif berkarya. Trippin Alone menjadi bukti bahan bakar pertama Paddle Puss yang hendak menghadirkan suasana baru dan memperkaya ragam musik anak negeri.

Band yang digawangi oleh Izhar Rasyid (Vokal), M. Sabilurrosyad (drummer), Bariqi Ramadhan (lead gitar), Fachri Wahyudi (rhythm gitar), Rivo Alif (keyboardis) dan Asta Punta (bassis) sebelumnya merupakan personil dari grup band yang berbeda. Namun, kemudian Paddle Puss lahir ketika keenam dari mereka memutuskan untuk melebur di bawah satu entitas.

Ini Paddle Puss coba mewakili keresahan dewasa muda aja, yang mulai galau sama hidupnya ketika udah lulus sekolah, cari kerja susah, dituntut ekspektasi sana-sini, sedangkan kawan yang dulu main bareng dan selalu ada, sekarang rasanya hidup dia udah jauh di depan. Sedangkan, kita rasanya masih gini-gini aja.” ujar Asta sebagai bassis sekaligus frontman Paddle Puss mencoba merepresentasikan keresahan di usia dewasa
muda jelang quarter-life crisis.

Mengenai Trippin Alone, tampaknya ini lahir dari rutinitas Paddle Puss sendiri di mana kebanyakan dari personilnya sedang dilanda keresahan yang sama hingga mereka tuangkan menjadi karya. Pasalnya Trippin Alone pun merupakan trek pembuka dari materi EP bertajuk “Wendy”. Sebuah minialbum tentang penolakan atas kedewasaan yang akan segera rilis di tahun 2021 mendatang.

Trippin Alone diciptakan oleh Alm. Ishaq bersama Asta, Ochad, Rivo dan Bari kemudian berkembang melalui aransemen yang ditulis bersama Fachri dan Izhar. Trippin Alone sendiri bercerita mengenai kemelut seorang lepas remaja yang mulai memasuki usia dewasa muda. Inilah usia ketika cita-cita terbentur dengan realita. Ketika manusia diharapkan mampu melihat kehidupan secara lebih realistis, muncul tekanan dari orang tua, mengalamim kegagalan dalam usahanya, sedangkan kawan yang sebelumnya selalu ada untuk bersandar dan berkeluh kesah kini sudah di tingkat kehidupan yang berbeda. Rasanya, kehidupan di usia dewasa dengan realita dan tuntutannya adalah hal besar yang menjemukan. “Yaudah, cuma bisa stay with no reason kan?”. Ujar Asta mengutip bait lirik lagu Trippin Alone sembari menyiratkan pesan pada akhirnya tidak ada pilihan selain teguh
dan menghadapinya.


=======================================================================================

For more info

Instagram: @paddlepussies

Related Blogs

    Share