poster ls

Tuhan akan selalu berbaik hati, kepada setiap makhluk yang mencari kasih sayang-Nya tiada henti. Melalui semesta, Tuhan telah mengirimkan energi yang luar biasa, agar kami: berkarya jua berdaya. Kami akan bertanggung jawab atas karya juga berinisiatif memberi suara pada ruang yang mulai kehilangan irama.

Saatnya telah tiba, tanpa ada terlebih dahulu aba-aba, dan mungkin cenderung tiba-tiba, konser musik tunggal harus digelar–konon kurang lebih dua dasawarsa, band atau kelompok musik asal Kota Gresik tak pernah mengadakannya dalam upaya untuk memperkenalkan albumnya. Menjadi pertanda, tentu saja.

Irfan Akbar, Manajer Grup Musik Onomastika mengatakan, “Padahal idealnya sebuah band tidak harus menunggu sebuah panggung untuk memperkenalkan albumnya, melainkan harus berinisiatif menciptakan panggung itu,” ujarnya. Hal itu yang kemudian mendorong Yayasan Gang Sebelah, selaku yayasan nonprofit berskala nasional yang menaungi Grup Musik Onomastika untuk menginisiasi sebuah konser tunggal bertajuk “Onomastika Pamit”.

“Onomastika Pamit”merupakan tema yang diangkat dalam konser ini, dengan maksud bahwa Onomastikaingin pamit kepada masyarakat Gresik khususnya. “Dalam Kamus Beşar Bahasa Indonesia, kata pamit adalah permisi akan pergi (berangkat, pulang). Rencana tour ke luar kota atau pergi membuat album baru adalah gagasan ‘Pamit’ itu sendiri.

Hal itu ditujukan untuk menjaring penikmat musik yang lebih luas lagi dengan melalui pentas keliling yang akan dilakukan setelah konser ini berlangsung. Konser ini akan direkam secara langsung, dan akan dirilis dalam bentuk “AlbumLive:Onomastika Pamit”. Konser ini juga akan mengangkat konsep situasi pesisir Kota Gresik, karena lagu-lagu yang dibawakan oleh Onomastika merupakan hasil alih wahana dari puisi. Karya almarhum Lenon Machali, seorang sastrawan besar asal Gresik.

Dalam kegiatan ini, panitia berharap konser tunggal sebuah band di Gresik akan menjadi tradisi. Tidak hanya Onomatika, berlaku juga untuk band-band yang lain. Untuk mendukung langkah tersebut, konser ini nantinya tidak hanya tentang penampil dan penonton, namun akan berupaya membentuk ekosistem musik yang sehat dengan cara mengadakan Record Store Day, mengkampanyekan karya musik sebagai aset kota, merangkul kolaborator untuk tampil, mengembangkan literasi musik, mengumpulkan jaringan dan pelaku semestanya,” tegas Shandy Anata, Ketua Yayasan Gang Sebelah.

Sebuah mini album“Hujan Pertama” yang berisi lagu-lagu seperti; Hujan Pertama, Sendiri, Hening, Kepada yang Lalu, Jam Tenang, dan Perahu Sampanmu, telah dirilis pada pada tanggal 28 Oktober 2018. Setelah melewati beberapa panggung, mini album Onomastikajuga dirilis untuk digital music storeseperti Spotify, iTunes, Joox, Deezer, Amazon dsb.

Pada konser ini Onomastika akan tampil membawakan total 10 lagu yang nantinya akan dimasukkan dalam “AlbumLive:Onomastika Pamit”.Enam lagu yang sudah ada dari album “Hujan Pertama”, dan sisanya dari lagu baru yang juga dari proses alih wahana puisi ke musik, di antaranya; Lelaki Di Dermaga, Pasar Loak, HujanKeringatTawar, dan Musim.

Konser ini, tentu akan menjadi kabar yang menarik sekaligus menghemparkan bagi para pelaku musik dan lingkupannya di Gresik. Entah itu pelaku lama maupun baru, indie ataupun industri. Bagaimana tidak, jikaternyatabenar paparan di atas soal tidak adanya konser tunggal di Gresik dalam kurun waktu dua dasawarsa ini, tentu konserini akan menghemparkan keheningan, bahkan menggegerkan mengingat Onomastika baru berdiri setahun yang lalu.

Lamun, Onomastika akan pamit, dan anggaplah ini kabar baik. Entah hendak ke mana, entah akan bagaimana, nanti, lihat saja.

=========================================================================================

@onomastika_


Related Blogs

    Share