okumma-02

OKUMMA merilis satu single di kuartal ke-3 tahun ini. Dengan judul “Vienna”, single resmi pertama band bernama OKUMMA ini diharapkan menjadi suatu lagu yang dapat menghibur kaula muda Indonesia di tengah keadaan yang carut marut karena pandemi dan kontraksi ekonomi saat ini. Band asal Purwakarta, Jawa Barat ini awalnya bernama Oxford Comma, namun karena satu dan lain hal, mereka mengubah Namanya menjadi Okumma (Okseufordeu Koumma).

Vienna yang merupakan lagu sendu dengan nada yang riang, diaransemen oleh seluruh personil OKUMMA. Pada awal pembuatannya lagu ini memiliki genre Garage Rock 2006, akan tetapi seiring berjalan nya waktu, dan juga dengan bantuan dari Lamunai Records, lagu ini pun tampil dengan gaya aransemen genre Power Pop yang diharapkan akan lebih bersahabat ditelinga masyarakat umum.

Lirik dari lagu ini ditulis oleh sang vokalis dari OKUMMA di masa saat sebelum pandemi tentunya. Lagu ini menceritakan sebuah hubungan persahabatan antara seorang lelaki dan wanita, yang dimana lelakinya mulai jatuh hati kepada sahabat wanita nya ini, akan tetapi si wanita tidak memiliki perasaan yang sama, akhirnya sang lelaki pun patah hati. Sebuah kesalahan investasi perasaan, waktu, dan uang yang akhirnya menjerumuskan seseorang kepada sunk cost fallacy (Arkes & Blumer, 1985), karena pada dasarnya si lelaki tahu kalau ia pasti akan ditolak -karena wanita itu berada di ‘kelas’ yang berbeda dengan si lelaki- namun ia tetap mencobanya karena terbuai ilusi kedekatan nya dengan si wanita yang padahal hanya persahabatan semata.

Sahabat wanita itu diibarakatkan seperti kota Vienna, Austria yang adalah kota paling layak huni di dunia dengan rating 99.1 di tahun 2019 (The Economist Intelligence Unit, 2019). Kota ini dengan segala kemegahan nya tidaklah dapat digapai oleh orang-orang biasa saja, contohnya seorang vokalis band asal Kabupaten Purwakarta. Maka dari lagu ini diberi judul Vienna, yang merupakan metafora dari si sahabat wanita, yang berbeda kelas, tadi.

okumma-01

Lirik sendu dengan nada yang cukup upbeat ini diharapkan dapat menggambarkan emosi happy-sad, sebagaimana lagu “The Cure – In Between Days” memberikan getaran emosi yang sama kepada para pendengar nya.

Getaran emosi Vienna kemudian berhasil menarik antusiasme dari seorang asisten sutradara II dari film pendek ‘Tilik’ yang bernama Riyadi Prabowo. Pun karena Riyadi Prabowo sendiri adalah salah satu kawan masa kecil dari personil-personil OKUMMA, Riyadi Prabowo sepakat untuk menjadi sutradara yang menangani video klip dari lagu Vienna ini.

Terhitung mulai tanggal 7 Oktober 2020, lagu Vienna sudah dapat dinikmati pendengar yang budiman di layanan Digital Streaming Platform Spotify dan Deezer.

=======================================================================================

For more info

Instagram; @okumma_

Twitter: @okumma_


Related Blogs

    Share