Processed with VSCO with a6 preset

Solois yang dikenal karena kemahirannya memainkan gitar akustik—dengan sentuhan timbre suara yang khas dan berat, Nissan Fortz kembali dengan sesuatu yang baru. Kali ini, musisi asal Bandung tersebut meluncurkan sebuah lagu yang diberi judul “Cahaya”. Lagu hasil ciptaannya ini, secara spesial dipersembahkan untuk mereka yang mengidap kanker.

Lagu “Cahaya” diperkenalkan Nissan Fortz melalui format Video Klip, yang mana konsepsinya dikemas dengan pembawaan sederhana tapi menawarkan eksklusifitas, ringan dan bersemangat. Video klipnya dikerjakan oleh arahan production house Duafragma, terdiri dari Rizki Sandi Negara (editor) dan Nurshandi Satia Ginanjar (dop).

Nissan Fortz memaparkan, secara konsep (video klip) ia mencoba menafsirkan penyakit (cancer yang ditemakan) yang identik dengan keputusasaan, kelam, hingga berakhirnya kehidupan (kematian). Videonya menampilkan backlight dan highlight  dengan latar hitam. Motivasi ini sengaja diciptakan untuk mengejar dimensi objek dengan cahaya lampu sebagai subjek. Latar hitam mengartikan penyakit adalah suatu keputusasaan, kelam, dan lain-lain sedangkan cahaya sebagai pengartian segelap apapun akan ada sedikit cahaya meskipun hanya melewatinya.

Sementara terkait ide latar penciptaan lagu “Cahaya”, Nissan Fortz mengaku berangkat atau diambil dari kisah nyata yang ia alami. Pada suatu hari ia berjumpa dengan seseorang pengidap kanker. Nissan Fortz sama sekali tidak melihat dia sedang dirundung sakit, hidupnya penuh keceriaan dan tanpa memiliki aura negatif setitik pun. Dia berhasil menjadi penyemangat untuk hidupnya sendiri bahkan untuk hidup orang banyak. Karenanya, Nissan Fortz mengaku mendapat banyak pelajaran berharga dari pertemuan itu, yang lantas coba ia tuangkan kedalam sebuah karya utuh.

Nissan Fortz menjelaskan, ia melihat dan merasakan langsung, dengan apa yang sedang diderita oleh orang yang bersangkutan (sebut saja ‘Cahaya’). Hebatnya tidak sedikitpun dia merasa kecil dan menempatkan diri sebagai seseorang yang tengah sakit. ‘Cahaya‘ berhasil menginspirasi Nissan Fortz, baik melalui gerak geriknya maupun kisah hidupnya yang ia ceritakan. Nissan Fortz mengaku terketuk dan berpikir, ini adalah upaya nyata dan bentuk realitas yang harusnya dilakukan seorang musisi. Disaat kita dihadapkan dengan pengalaman dan melihat lalu merasakan sesuatu yang besar, sudah seharusnya kita tergerak untuk segera merealisasikannya ke dalam sebuah karya, terlepas pesannya sampai atau tidak ke yang bersangkutan.

Secara musikal, lagu “Cahaya” menawarkan gaya musik yang terdengar lebih ringan dari karya-karya Nissan Fortz sebelumnya, sebut saja pop. Meski begitu, bebunyian yang dihasilkan dari masing-masing instrumentasinya tetap mempunyai makna tersendiri. Notasi yang ditawarkan sengaja dibuat saling bersahutan (call and response) dan hal ini berasaskan gambaran dari rasa kepedulian nyata antara satu dengan yang lainnya, seolah-olah mendorong, menemani dan bentuk dukungan lain dari makna atau isi lagunya secara nyata.

Lagu ”Cahaya” dalam prosesnya, dikerjakan di Garputala Studio (Bandung) pada awal November 2018 – hanya berjarak tiga hari dari pertemuan Nissan Fortz dengan ‘Cahaya’. Secara teknis Nissan Fortz turut dibantu oleh Sandi Lesmana untuk mengisi suara bass dan Tantan Nugraha di departemen hammond dan soundpad. Tantan Nugraha juga dipercaya untuk mengerjakan hasil akhir audionya atau mixing dan mastering.

Lebih jauh, single ini akan diteruskan oleh Nissan Fortz dengan album mini. Peluncurannya nanti akan juga dihadirkan dengan mini konsernya yang bila tidak ada aral melintang akan dilaksanakan pada bulan Februari atau bertepatan dengan Hari Kanker sedunia. Video Klip “Cahaya” dapat disaksikan di kanal YouTube resmi milik Nissan Fortz terhitung, sejak tanggal 25 November 2018.

=============================================================================================

For more information:

Instagram: @nissanfortz.ig

 

Related Blogs

    Share