dfa

Nirmana Records adalah label rekaman baru dari Yogyakarta yang khusus merilis album musik dari musisi yang berkarya di Yogyakarta dalam format piringan hitam. Label ini digagas oleh Uji Hahan, seorang seniman yang juga aktif di dunia musik independen. Misi utamanya adalah untuk mendokumentasikan karya musik berkualitas dari kota Yogyakarta dalam format piringan hitam dengan kemasan eksklusif yang memiliki nilai visual yang artistik.

Pada fase perdana, Nirmana Records fokus untuk merilis ulang album rekaman musik yang memiliki karakter unik dan berpengaruh. Fase selanjutnya akan menggunakan sistem kuratorial yang menitik beratkan pada paduan karya seni suara dan seni rupa yang memiliki nilai sejarah, sosial dan budaya.

Yogyakarta merupakan sebuah kota dimana denyut nadi seni-budaya tradisi dan kontemporer tumbuh beriringan secara dinamis dan karya-karya yang muncul telah memberikan pondasi besar pada perkembangan dunia kreatif di Indonesia. Seni musik dan seni rupa tumbuh bersama dan saling bertautan satu sama lain. Hubungan keduanya tak hanya terjalin pada bentuk kerjasama yang sederhana seperti aspek visual pada sampul album musik, namun juga pada pola kerja yang hibrid yang muncul seiring dengan perkembangan seni yang lintas-disiplin. Tidak sedikit perupa yang bekerja menggunakan medium audio/suara dan banyak pula musisi yang menggunakan aspek-aspek visual dalam konsep citra dalam karya musiknya. Hal ini yang memicu terciptanya karya seni yang unik dan eksperimentatif. Nirmana Records tampil merepresentasikan karakter tersebut.

Seluruh rilisan didesain secara eksklusif, baik kemasan maupun materi audionya. Untuk itu priringan hitam dipilih karena mampu menampung kualitas suara terbaik dan memiliki karakter suara unik. Ukurannya yang cukup besar juga memberi peluang pada penciptaan kemasan visual dengan sensasi yang berbeda. Tiap album yang dirilis menyertakan file digital yang bisa diakses melalui kupon unduh gratis, sehingga album tersebut bisa didengarkan di pemutar musik digital dimana saja. Meskipun rilisan fisik ini kami rilis dalam jumlah yang terbatas, lisensi Creative Commons kami digunakan untuk memberikan peluang pada orang lain untuk bebas memainkan atau menggubah karya musik yang dirilis. Hal ini merupakan representasi kami pada pengembangan karya seni yang lebih luas.

Selain Uji Hahan yang bertindak sebagai produser eksekutif, tim kerja melibatkan 3 orang yang telah aktif di dunia seni dan musik independen di Yogyakarta, yaitu Uma Gumma (dj-produser musik, aktif di Soundboutique dan Ace House Collective), Adi Adriandi (manajer band, aktif di Kongsi Jahat Syndicate) dan Wok the Rock (seniman, aktif di Ruang MES 56 dan Yes No Wave Music).


Related Blogs

    Share