1Dengan sold outnya mini album bertajuk SIC SEMPER TYRANNIS yang dirilis dalam format tape, terlebih dengan banyaknya permintaan dari kawan-kawan yang memiliki album ini, maka Neurosesick pun merilis ulang ke dalam bentuk CD. Sebelumnya, Neurosesick masuk dalam naungan Alaium Records, label indie yang dimiliki Daniel Mardhany yang juga menjabat sebagai vokalis death metal dari Deadsquad.

Daniel mengajukan penawaran yang tentunya kami iyakan karena melihat sepak terjangnya serta selera musiknya yang tak diragukan lagi. Tape ini dirilis secara terbatas dengan jumlah 100 keping dan sudah tersebar di beberapa record store atau distribution outlet di seluruh Indonesia dan sold out dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Sungguh kabar menggembirakan dan tak disanga bagi kami mengingat semuanya yang saat ini serba digital namun masih banyak yang menyisihkan uang untuk mengapresiasi dan memberikan dukungan bagi Neurosesick. Meski telah habis, namun permintaan masih tinggi karena banyak yang belum kebagian atau meminta mini album dirilis dalam bentuk CD.

Gayung bersambut dengan penawaran dua label indie dari kota Malang, Forget The Pain Inc dan Hell is Others Recs yang menyatakan kesediaannya untuk merilis dalam format CD. Kiprah label ini sendiri sudah masuk dalam radar kami di mana memiliki jaur distribusi yang bagus sehingga membuat Neurosesick tak ragu untuk sign, dengan tujuan agar kawan-kawan yang mencari rilisan fisik bisa terpenuhi.

16 Juni 2016 menjadi tanggal yang dipilih untuk mengeluarkan rilisan ini dan siap untuk di distribusikan ke berbagai record store dan distribution outlet. Untuk menyebarkan Sic Semper Tyrannis, Neurosesick pun menyusun rencana promo dan menunaikan janji yang dulu sempat tidak terlaksana, Jadwal mini tur ke Jawa dan Bali pun sudah dibooked dan siap untuk dilaksanakan. Tur ini dimulai pada tanggal 29 Juni di Malang yang kemudian di sambung ke Negara, Bali pada tanggal 30 Juni dan Tabanan pada tangga 1 Juli.

2SIc Semper Tyrannis yang diambil dari frase latin yang dalam bahasa Indonesia berarti Matilah Bersama Tiran. Neurosesick menyoroti sejumlah konflik agraria yang terjadi di Indonesia di mana sawah mulai terkikis berganti dengan pabrik, bangunan menjadi semakin padat hingga mengorbankan resapan tanah, eksplorasi tambang dan pasir yang tak mempedulikan lingkungan, hingga rencana pemerintah yang berambisi untuk memiliki sebuah kota metropolis lengkap dengan bangunan yang menjulang angkuh.

Materi yang berisi 6 lagu termasuk 1 lagu instrumental ini tak hanya menyuarakan protes, tolak ataupun anti ini itu. Neurosesick merangkum tiga titik krusial yang dipaparkan dengan bahasa yang lugas, gambang dan keras. Melihat semuanya dari sudut pandang dan setiap titik yang dieksplorasi mulai dari para korban yang berusaha mati-matian memperjuangkan tanahnya hingga represi para aparat yang sebenarnya juga tak kuasa untuk menolak perintah atasan atau para penguasa modal yang menundukkannya. Setiap lirik lagu dibuat saling berkaitan antara satu dengan yang lain sehingga menjalin sebuah cerita.

Sekilas tentang Neurosesick adalah pengusung musik hardcore yang mengkombinasikan punk dan metal yang mereka namai sebagai Hardcore Holocaust. Band ini berdiri pada tahun 2003 yang terdiri dari Fajar (vocal) Antok (guitar), Hajar (Bass) dan Tito (drum) dan telah merilis INTO THE HOLOCAUST EP, REFUSE RESIST EXIST album dan kompilasi hingga split lainnya.

For info and booking:

Phone: 088216926057

Email: neurosesickofficial@gmail.com

Fanpage: facebook.com/NeurosesicK

Twitter: @NeurosesicK_MLG

Instagram: neurosesick_official

Check our song at:

Souncloud.com/Neurosesick_MLG

reverbnation.com/neurosesick

 

Related Blogs

    Share