1

Ku datang ke kotamu

Bersama semua sakitku

Ketinggian kan merayu

Dan hancurkan semua”

— Nerv.ous, Lagu Angsa

 

Menurut legenda Yunani, hewan angsa hanya mengeluarkan bunyi yang merdu saat menjelang ajal. Maka muncul ungkapan “swan song” untuk menggambarkan penampilan atau karya terakhir seseorang. Namun, single berjudul “Lagu Angsa” justru menandai kembalinya Nerv.ous setelah tak terdengar kabarnya selama beberapa tahun. Single band asal Yogyakarta ini dirilis melalui kanal Soundcloud mereka dan sejumlah radio, Jumat (28/4).

 

“Lagu Angsa” merupakan single pertama dari album self-titled Nerv.ous yang akan dirilis di bawah label Yellow Records akhir Mei mendatang. Untuk artwork dan identitas visual, band yang sejak 2008 digawangi oleh Argha Mahendra (drum), Desiree Aditya (vokal & gitar), Eka Jayani Ayuningtyas (bass & vokal), dan Marcello Whisnu Marhendra (gitar) ini bekerja sama dengan musisi dan perupa Farid Stevy Asta. Mereka juga berkolaborasi dengan Anggito Rahman dan Kemal Yusuf untuk pengerjaan seri video dan foto.

 

Lagu pertama Nerv.ous dengan lirik berbahasa Indonesia ini diilhami oleh kejadian nyata 7 tahun silam. Seorang perempuan melompat dari lantai 5 sebuah pusat perbelanjaan besar di Jakarta; tak lama kemudian, seorang lelaki melompat — juga dari lantai 5 — di pusat perbelanjaan lain di Jakarta. Tubuh mereka hancur di antara gerai-gerai penjaja gaya hidup yang serba benderang dan nyaman. Tak diketahui hubungan keduanya, namun menurut keterangan resmi, sang perempuan berada di ibukota untuk berobat atas penyakit kronisnya.

 

Nerv.ous adalah kelompok musik beraliran alternatif yang berdiri pada tahun 2005. Mereka mengeluarkan mini album One for a Brighter Future di bawah label indie seminal Yogyakarta, Blossom Records, pada Januari 2009.

 

 

==========================================================================

 

Nervous adalah kelompok musik beraliran Indie Rock yang berasal dari Yogyakarta. Terbentuk sejak tahun 2005, Nervous yang saat ini diperkuat oleh Argha Mahendra (Drum), Desiree Aditya (Vokal, Gitar), Eka Jayani Ayuningtyas (Bass, Vokal) dan Marcello Vishnoe (Gitar, Vokal) membawakan musik yang mengkombinasikan unsur-unsur Alternatif 90-an, Indie Rock, Post Punk Revival, Noise Pop dan
Shoegaze.
Perbedaan selera musik dari setiap personil memberikan andil tersendiri pada penciptaan karya mereka. Selain itu, mereka juga aktif mengambil bagian dari komunitas seni media baru (New Media Art), Podcast dan Radio Online. Di samping musik, setiap personil juga memiliki ketertarikan pada bidang tulis-menulis, desain dan seni instalasi.
Nervous telah berkolaborasi dengan sejumlah pelaku seni dari bidang elektronik (JFK dan Uma Guma yang me-remix dua track dalam “One for a Brighter Future”), video art (Darlingsisters/Spain, Videorobber/YK), visual art (VJ Numberone), dan rekan-rekan musisi lintas genre (Julian Abraham, Elang Eby/Polyester Embassy) yang merespon karya Nervous maupun bermain dalam live performance Nervous.
EP perdana Nervous telah dirilis pada awal tahun 2009 dengan judul
“One for a Brighter Future”. EP yang dirilis melalui Blossom Records ini mendapatkan respon yang cukup antusias dari kalangan komunitas lokal di Yogyakarta dan beberapa media berskala nasional.
Pada akhir Mei 2016, Nervous akan meluncurkan album penuh mereka yang diberi judul “Nerv.ous”. Peluncuran album penuh ini ditandai dengan perilisan video klip dari single pertama mereka yang berjudul “Lagu Angsa”.

 

Facebook: We Are Nervous

Instagram: wearenerv.ous
Youtube: @wearenervous
Twitter: @wearenervous

Phone: +6281215141335

Email: contact@yellowmgmt.com

Related Blogs

    Share