WhatsApp-Image-2021-12-30-at-00.38.jpg-body1

NEOPTERYX // MERILIS ALBUM “FROM ANIMAL SLAUGHTER ENVIRONMENTAL HOLOCAUST”

NEOPTERYX menganut untuk komitmen terus berkarya dengan genre musik Deathgrind yaitu grindcore yang dicampur unsur death metal untuk mengkampanyekan gerakan stop illegal trade wildlife, prokes virtual stage, harmonisasi tatanan sosial dan perdamaian, edukasi masyarakat akan toleransi, serta potensi biodiversity dan taman nasional Indonesia sebagai tujuan wisata.

Walaupun NEOPTERYX baru berusia satu tahun, namun pergerakannya terbilang aktif. Ini dibuktikan dengan persiapan album perdana mereka yang berisi 8 lagu sudah mencapai tahap mixing dan mastering.

Lagu-lagu tersebut adalah Save Wildlife (when the buying stops the killing can too), Panggung Virtual/Virtual Stage, Hiding Behind Weakness, Konco brutaL, Ambigu, Bali Contemplated, The Indonesian komodo dragon (Varanus komodoensis), dan Extraordinary Meditator.

Karyanya dikemas dengan titel “From Animal Slaughter Environmental Holocaust” yang telah dirilis pada akhir tahun 2021 kemarin dibawah label Maxima Pro dalam format kaset dan awal tahun 2022 ini dalam format CDnya.

Sutan Heila Tanisan: Guitar (eks guitaris TENGKORAK dan TRAUMA), Adam Mustofa (Adonx): Vocal (eks guitaris TENGKORAK 1993-1996), Haryo Radianto (Yoyok): Guitar/Backing Vocal (masih aktif sebagai guitaris TENGKORAK), Doni Rimata: Drum (masih aktif sebagai bassist TENGKORAK) dan Danang Budhiarto: Bass (eks bassist TENGKORAK 1993 -2012).

Para personil kawakan sudah memberikan pembuktian bahwa mereka produktif dalam berkarya dalam jalur bawah tanah.

WhatsApp Image 2021-12-30 at 00.32.07

====================================================================================

For more info:

Facebook: Neopteryx

Instagram: @neopteryx_death_grind 

 

Related Blogs

    Share